
Ketukan pintu yang tidak sabar membuat alan yang sedang tertidur terusik,melirik ke samping di lihatnya valerie yang masih tertidur pulas dalam dekapan nya sama sekali tak terganggu dengan keberisikan yang ada.
"alan buka pintu nya aku tau kau ada di dalam"gabriel mengetuk pintu tak sabaran jujur hati nya terasa panas ia berpikir alan ada di dalam bersama seorang wanita tapi memang benar kenyataan nya begitu.
Alan berdecak jengkel tak perlu bertanya siapa orang tersebut bergegas alan mengangkat kepala valerie dan memindahkan nya ke atas bantal menyelimuti tubuh polos nya yang sempat terbuka alan bergegas memunguti pakaian nya dan memakai nya sebelum melangkah keluar alan menyempatkan diri untuk mencium kening valerie.
ceklek
alan pun membuka pintu dan segera keluar kembali menutup pintu kamar tersebut sebelum gabriel berani menerobos masuk
"kau sedang bersama siapa di dalam?"tanya gabriel tanpa basa basi
"bukan urusan mu" ketus alan
"apa kau bersama pembantu mu itu? hah! memang apa bagus nya dia di bandingkan denganku? aku mempunyai segala nya alan tapi selama kita menikah kau tak pernah sekali pun menyentuhku kau malah bersenang senang dengan wanita lain!"
"jangan terlalu berharap,dari awal aku tidak tertarik atau pun bernafsu padamu! sudahlah ada apa kau kemari?"
Mata gabriel sudah berkaca kaca tanpa di sadari gabriel tangan nya melayang menampar pipi alan tentu saja itu membuat alan marah,ia mencekik leher gabriel dan menyudutkan nya ke tembok.
"a..alan"panggil gabriel tergagap nafasnya sudah tersenggal gabriel memberanikan diri menyentuh tangan alan yang sedang mencekik nya "le..le..paskan a..aaku" pinta gabriel ketakutan
"jangan menyentuhku!" alan langsung melepaskan tangan nya yang mana membuat gabriel ambruk di lantai "Bangun dari mimpi indah mu itu sampai kapanpun aku tak akan sudi menyentuhmu!"
gabriel mendongak untuk melihat alan yang menjulang di depan nya air mata sudah luruh membasahi pipi nya "kenapa alan? aku istri mu! aku lebih berhak atas dirimu dari pada pembantu mu itu!"
"tutup mulut mu sebelum aku merobek bibir mu itu! pergi dari sini sebelum kesabaran ku habis!" perintah alan tegas gabriel langsung berdiri menghentakan kaki nya kesal
Alan memijit pelipis nya,june tiba tiba datang menghampiri nya
"disculpe, señor, por favor perdónenos por no poder evitar a la Sra. Gabriel(permisi senor maafkan kami yang tak bisa mencegah nyonya gabriel)" june menunduk bersiap menerima amarah tuan nya,tapi alan yang sudah mengerti mereka tidak bisa melakukan apa pun hanya mendesah lelah.
"no importa, prepara mis necesidades iré ah y si Valerie necesita algo para servirla bien(sudah lah,persiapkan kebutuhan ku aku akan pergi ah dan jika valerie membutuhkan sesuatu layani dia dengan baik)" tanpa mau mendengar kan jawaban,alan melangkah memasuki kamar nya.
Sedangkan di atas ranjang seorang wanita sedang menangisi diri nya sendiri bagaimana bisa ia menjadi perusak rumah tangga orang lain, walaupun sebenarnya ini bukan kemauan nya valerie bisa apa ia sudah terlibat dan masuk dalam kehidupan alan.
ya sebenarnya saat alan bangun valerie pun ikut terbangun tapi ia tak berani membuka mata nya terlalu canggung untuk bersitatap dengan alan maka dari nya valerie memutuskan untuk pura pura tidur,valerie mendengar semua pertengkaran gabriel dan alan.