My Painful Love

My Painful Love
Tujuh belas


Alan terbangun karena merasakan kebas di tangan nya ia melirik ke samping di mana valerie yang masih terlelap,perlahan ia menarik tangan nya berusaha selembut mungkin supaya tidak membangunkan valerie dan ternyata berhasil ia melirik arloji di pergelangan tangan nya waktu menunjukan pukul 12 malam,alan menuju kamar mandi membasuh wajah tak lama ponsel alan pun berdering tertera nama sam di layar ponsel nya.


"ada apa?"tanya nya langsung tanpa basa basi


"maaf menganggu waktu anda tuan,saya hanya ingin melaporkan bahwa nona gabriel mengacau di mansion anda"


"kau tau apa yang harus kau lakukan sam,bereskan wanita itu aku tidak mau sampai dia menganggu valerie"kata nya tanpa menunggu jawaban dari lawan bicara nya alan langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.


Alan melihat ke arah ranjang rumah sakit yang di tempati valerie di lihat nya valerie tertidur sangat pulas,alan tersenyum simpul perlahan tapi pasti alan mendekat ke ranjang valerie di selipkan nya rambut valerie yang menghalangi wajah cantik gadis nya mungkin bukan gadis lagi tapi wanita nya di kecup nya kening valerie dengan waktu yang cukup lama setelah nya ia beralih mengecupi setiap inci wajah valerie dan itu berhasil mengusik valerie dari tidur nyenyak nya.


valerie mengerjapkan mata nya yang terasa sangat berat hal pertama yang di lihat nya adalah wajah alan yang sangat dekat.


"kenapa bangun?tidur lah lagi ini masih tengah malam?" di usap nya wajah valerie dengan lembut valerie tidak bergeming ia masih mengangumi ketampanan wajah alan yang mampu menghipnotis nya,secara tak sadar valerie mulai mengangkat tangan nya menelusuri wajah alan mulai dari alis,mata,hidung dan terakhir berhenti di bibir nya beda dengan alan yang hanya mampu menikmati setiap sentuhan lembut valerie dengan mata terpejam,saat valerie mengusap bibir bawah nya alan membuka kedua mata nya dan menangkap pergelangan tangan valerie hal itu membuat kesadaran valerie kembali.


"ma..maaf"cicit nya dengan wajah merona valerie memalingkan wajah nya ke arah lain tanpa sadar alan terkekeh dengan tingkah laku wanita nya yang sangat mengemaskan


"kenapa harus minta maaf hem?" tanya alan seperti sengaja membuat wanita nya malu


alan mengangkat dagu valerie agar ia bisa leluasa melihat wajah valerie yang merona "aku tak keberatan jika kau ingin melakukan lebih"seringai nya tercetak jelas.


"me..melakukan apa?"tanya nya tergagap


"melakukan ini misalnya"cup alan mengecup pipi merah valerie "atau ini"cup kembali mengecup bibir valerie sontak valerie membulatkan mata nya karna kaget dengan tindakan alan lagi lagi alan dibuat tertawa oleh tingkah menggemaskan valerie sungguh pemandangan yang sangat langka bagi valerie jarang jarang alan menunjukan tawa nya di depan valerie mau tak mau valerie pun ikut tersenyum.


"jadi kenapa kau terbangun?"


"aku ingin ke toilet" dengan sigap alan mengangkat valerie dan membawa nya menuju toilet dan mendudukan nya di atas closet.


"bisa kau keluar?"tanya valerie pada alan yang tetap diam menjulang tinggi di hadapan nya.


"kenapa?" jelas alan tau apa maksud valerie wanita nya ini masih saja merasa malu"aku sudah melihat semua nya tak perlu kau tutupi lagi"jawaban nya sengaja menggoda valerie.


Malas berdebat valerie memilih melakukan buang air kecil di hadapan alan yang melihat nya secara intens memang jika di pikir kembali oleh valerie toh alan sudah melihat semua bagian tubuh valerie tanpa terkecuali.