My Painful Love

My Painful Love
Dua puluh lima


Valerie melihat alan dengan tatapan dalam merasa di tatap begitu intens akhirnya alan mengalihkan pandangan dari laptop ke arah valerie yang masih setia menatap nya dengan pandangan sulit di artikan,setelah sekian lama saling menatap akhirnya alan bertanya "ada yang ingin kau bicarakan?"


dengan yakin valerie menjawab "ya"


Alan beranjak menghampiri valerie yang masih terduduk di atas ranjang rumah sakit lalu beralih duduk di pinggir ranjang rumah sakit menyelipkan rambut valerie ke belakang telinga yang membuatnya bisa leluasa memandang wajah cantik valerie lalu setelah nya ia mengusap pipi valerie memandang nya dengan pandangan memuja "tanyakan apa yang kau ingin tanyakan padaku"


"alan apa istrimu tidak marah kau berada disini bersamaku?" tanya valerie mendongak menatap dalam ke dua bola mata alan


alan tersenyum seakan mengatakan bahwa semua akan baik baik saja "tidak masalah" jawab alan yang membuat hati valerie mencelos,valerie memalingkan pandangan nya ke arah lain bukan,bukan itu jawaban yang di inginkan valerie.


Valerie tersenyum getir dengan mata berkaca kaca tak berani menatap ke arah alan sebisa mungkin ia tahan supaya cairan bening yang menumpuk di ujung mata nya tidak mengalir membasahi pipi nya 'Jawaban apa yang kau inginkan valerie alan hanya menganggap mu sebagai pemuas nafsu nya tidak lebih,dasar bodoh!' maki nya dalam hati.


Alan dengan jelas melihat perubahan raut wajah valerie yang terlihat sangat jelas memancarkan kekecewaan nya "valerie lihat aku"pinta alan


Tanpa terasa air mata valerie jatuh membasahi pipi nya ia menggeleng keras mendengar jawaban alan"


No, no quiero romper tu relación. con tu esposa así como con tu madre(tidak,aku tak mau merusak hubungan mu dengan istrimu dan juga ibumu)"


Alan mengusap air mata valerie "sstt jangan menangis sayang,disini tidak ada yang merusak aku dan gabriel menikah karna paksaan itu semua bukan keinginanku,aku memilihmu valerie aku mencintaimu" ungkap alan dengan tulus nya


valerie semakin menangis histeris menumpahkan keluh kesah nya dalam tangisannya "tidak! kau tidak mencintaiku alan kau hanya kasihan melihatku aku tau itu! kau membeli ku menjadikan ku boneka mu yang bisa kau lakukan semua nya sesuka hatimu padaku,kau pria brensek yang dengan tega nya memperk*sa wanita lemah dan miskin seperti ku!"


Alan menatap valerie dengan pandangan sendu ia seolah tertampar akan perkataan valerie yang tepat menusuk hati nya memang semua ini salah nya dari awal ia memperlakukan valerie dengan tidak manusiawi bertindak sesuka hati nya menumpahkan hasrat dan amarah nya pada valerie.