My Painful Love

My Painful Love
Empat


Tepat pukul 09 malam alan memasuki kamar yang sedang di tempati oleh valerie,di lihatnya gadis itu sedang meringkuk menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut,alan berjalan mendekat ke arah ranjang tepat di sisi ranjang ia berhenti,ia menarik selimut itu dan melihat mata valerie yang sembab sudah di pastikan gadis itu menangis terbukti dari pipi nya yang basah oleh air mata,alan bukan nya merasa iba ia malah tertantang menyeringai dan membisikan sesuatu pada valerie"bangun,aku tau kau tidak tidur! jangan lupa aku sedang menanti balasan mu vale" masih hening valerie masih tau mau membuka kedua mata nya.


"jangan membuatku menunggu lama valerie"


"jangan memancing emosi ku"


Mau tak mau valerie pun membuka kedua mata nya ia terkesiap ketika melihat wajah alan yang sudah sangat dekat jarak nya.


"good girl"senyum alan pada valerie membuat valerie merasakan jantung nya berdebar.


"sekarang buka pakaianmu!" perintah alan


"a a aku ti tidak mau" tolak valerie secara halus


"aku tidak pernah menerima penolakan valerie!" desis nya yang mulai merasa geram,gadis itu masih saja diam dengan wajah tertunduk dengan kedua tangan meremas pakaian nya sendiri.


"VALERIE" bentak alan yang membuat valerie terkesiap dengan mata berkaca kaca menahan tangis karna ketakutan.


Saat akan membuka paksa pakaian valerie tiba tiba ponsel alan berdering menandakan panggilan masuk dilihat nya nama sam yang tertera di layar handphone,alan segera mengangkatnya.


"Qué está mal(ada apa)"bentak nya tanpa basa basi karena merasa aktivitas nya terganggu


"lo siento señor, he traído personas que han arruinado las finanzas en su empresa(maaf tuan,saya sudah membawa orang orang yang sudah mengacaukan keuangan di perusahaan anda)"


"senor"panggil sam karena tak kunjung mendapat jawaban


"ok llévalo a la sede lo terminaré(baiklah bawa ke markas aku akan menghabisinya)"


"sí señor"jawab sam patuh


Alan kembali melihat ke arah valerie yang sedang tertunduk,alan mengangkat dagu valerie di lihatnya wanita itu menangis dengan tubuh bergetar terlihat sekali ketakutan alan mengusap air mata di pipi valerie dengan ibu jari nya dan mengecup bibir valerie sekilas "kali ini kau selamat,tapi lain kali akan ku pastikan kau tidak akan bisa lepas lagi"seringainya yang membuat valerie bergidik lantas alan pergi meninggalkan valerie dan mulai memacu kendaraan nya dengan kencang.


Setidak nya kali ini valerie bisa bernafas lega,entah esok atau kapan ia harus mempersiapkan diri nya supaya siap memikirkan untuk kabur pun rasa nya tidak mungkin mansion ini begitu di jaga ketat valerie yakin jika alan bukan orang biasa terbukti dari pendengaran nya saat alan berbicara dengan seseorang di telepon tadi valerie mulai berpikir yang tidak tidak.


**apakah nanti nya ia akan di bunuh?


apakah ia akan dijadikan boneka s*x nya**?


Membayangkan nya saja sudah membuat valerie ingin menangis menjerit jerit.


▫️▫️▫️▫️▫️▫️


Alan sudah sampai di markas blood devil disana sudah ada sam yang menunggu dengan dua orang penghianat,tanpa basa basi alan mengeluarkan pistol dan menarik pelatuk nya menembaki mereka dengan brutal,bagi nya penghianat tidak akan ia beri ampun.