
Tengah malam valerie terbangun ia menyadari ada seseorang yang memperhatikan nya dalam diam,entah mimpi atau apa ia melihat alan berdiri disana dengan kondisi acak acakan ,memperhatikan nya tanpa berkedip valerie terkesiap saat alan datang mendekati nya dari jelas ia melihat pelipis alan dan sudut bibir nya mengeluarkan darah yang sudah mengering,alan merebah kan diri nya di sisi valerie dengan memeluk valerie erat.
"se..senor" karna tak nyaman akhirnya valerie bicara tapi akhirnya yang valerie dapatkan hanya bentakan dari mulut alan.
"shut up don't argue!" langsung saja valerie menutup mulut nya rapat rapat membiarkan alan terbaring dengan memeluk diri nya,hening mengambil alih alan maupun valerie sama sama terdiam membiarkan suasana hening menyelimuti mereka tangan alan sudah tidak bisa di kondisikan ia meraba bagian bagian tubuh valerie,tidak biasa nya alan melakukan nya dengan lembut di benak nya valerie bertanya tanya 'ada apa dengan alan? mengapa sikap nya menjadi seperti ini?'.
Valerie membekap mulut nya agar tidak mengeluarkan suara desahan saat alan mengecupi leher nya dan memberi kissmark,alan menyeringai melihat valerie sudah terangsang oleh sentuhan nya" Keluarkan valerie jangan kau tahan" akhirnya suara valerie yang ia tahan keluar juga valerie merutuki dirinya sendiri mengapa ia bisa sampai terbawa suasana dan begitu menikmati sentuhan yang di berikan oleh alan.
"I want you valerie"bisik nya tepat di telinga valerie,valerie menegang jujur ia trauma dan hal itu tak luput dari penglihatan alan "aku akan melakukan nya dengan lembut asalkan kau bersedia melayani ku dan jangan memberontak seperti biasa nya karna itu bisa memancing emosiku,kau paham?" tanya alan yang di jawab anggukan oleh valerie "good girl,kau ingat bukan aku membeli mu untuk apa? jika aku tidak menebus mu di tempat itu mungkin sekarang kau sedang melayani para pria hidung belang maka dari itu berterima kasih lah dan menurut dengan ku! dan sekarang nikmati semua sentuhan yang aku berikan".
🔸🔸🔸🔸🔸
Valerie mengamati wajah alan yang sudah tertidur pulas di samping nya,tubuh polos mereka hanya ditutupi selimut kali ini alan tak meninggalkan nya seorang diri lagi bahkan ia tertidur di samping valerie membiarkan tangan kanan nya menjadi bantalan kepala valerie tanpa sadar valerie mengangkat tangan nya membelai setiap inci di wajah alan yang terlihat sangat sempurna alis yang tebal,mata tajam yang kian menambahkan pesona nya,hidung mancung bibir yang agak sedikit tebal dengan rahang yang tegas saat tersadar ia segera menarik kembali tangan nya muka nya memerah malu karena larut terpesona akan ketampanan alan,ia membenamkan wajah nya di dada bidang alan yang sedang memeluknya lama kelamaan akhir nya valerie pun ikut terlelap terjatuh ke alam bawah sadar nya bersamaan dengan mata alan yang terbuka sebenarnya ia dari tadi tidak tidur ia hanya ingin melihat keberanian valerie menyentuh nya sampai dimana.
alan menunduk melihat lengan valerie yang memeluk pinggang nya,lalu pandangan nya kembali ke arah wajah valerie yang begitu tenang saat tidur dalam hati nya alan berbicara 'aku tak tau apa yang aku rasakan saat ini entah mengapa saat aku berada di dekat mu aku selalu merasakan kenyamanan dan ketenangan'batin alan berbicara akhir nya ia memutuskan untuk tertidur menyusul valerie yang mungkin saja sudah masuk ke alam mimpi nya.
Malam itu mereka tidur saling berpelukan perasaan nyaman yang membuat mereka terlihat sangat nyenyak.