My Painful Love

My Painful Love
Dua puluh empat


Sebelum alan mengetuk pintu kamar caroline pintu kamar lebih dulu terbuka menampilkan wajah caroline dan gabriel yang tampak sumringah dengan kehadiran alan mereka pikir cara yang caroline lakukan berhasil nyata nya senyuman mereka hilang dalam sekejap karena mereka terlebih dahulu menyadari raut wajah alan yang berbeda terbukti dari tatapan alan yang tajam dengan nafas yang tidak teratur caroline berdehem menetralisir ketakutan akan kemarahan alan "ehem ada apa alan?"


"apa yang mom lakukan pada valerie?" aura dingin menyeruak saat alan berbicara hal itu membuat mereka merinding


"emang apa yang aku lakukan pada nya? dia mengadu pada mu? aku hanya memberi dia sedikit pelajaran,itu wajar karena dia berniat merusak hubungan mu dengan gabriel"


"hubungan apa yang mom maksud? dari awal aku tidak pernah menyetujui dan menganggap pernikahan ini! ini semua karena mom memaksa ku untuk menikahi wanita j*lang ini!"


"JAGA BICARA MU ALAN GABRIEL ISTRIMU,WANITA YANG PANTAS DI SEBUT ****** ITU WANITA YANG BERADA DI RUMAH MU!" bentak caroline tidak terima


alan tertawa hambar lalu ia mengusap wajah nya kasar menetralkan nafas nya yang masih memburu "mom,kau belum menyadari dia wanita macam apa! dia wanita yang kau puja puja dan kau anggap menantu kesayangan mu ini memakai topeng dengan tampang polos nya dia telah berhasil menipumu!" tatapan tajam ia lemparkan ke arah gabriel yang terlihat sangat gugup


"sayang kau ini bicara apa? aku tidak mengerti?" sela gabriel


"jangan memanggilku seperti itu aku muak melihat mu!" tatapan tajam nya ia alihkan ke arah ibu nya "kali ini aku tidak akan memaafkan mom,mom sungguh sudah keterlaluan akibat tindakan yang mom lakukan aku kehilangan anak ku bersama valerie!" setelah nya alan meninggalkan caroline dan gabriel yang menganga terkejut dengan ucapan alan


◾️◾️◾️◾️


Tak butuh waktu lama alan sampai di rumah sakit tempat valerie di rawat ia bergegas menghampiri ruangan valerie si lihat nya sam yang masih setia menunggu


"kau boleh pergi"titah nya pada sam yang langsung di turuti oleh asisten nya tersebut,alan membuka pintu tersebut dengan perlahan supaya tidak menimbulkan suara apapun yang dapat mengakibatkan valerie terbangun dari istirahat nya,alan menjatuhkan bokong nya pada sofa di dalam ruangan valerie hingga tak lama alan terlelap di sofa tersebut.


baru beberapa menit berlalu alan mendengar suara langkah kaki yang mendekat sepulas apapun alan tertidur ia selalu dalam kondisi waspada di lihat nya valerie yang berjalan perlahan ke arah nya sebelum valerie mencapai alan,alan lebih dulu menghampiri valerie dan menuntun nya untuk kembali ke arah ranjang "ada apa hem?" tanya alan dengan nada yang sangat lembut


Ragu ragu valerie mendongak melihat alan hingga pandangan mereka bertemu "aku ingin pulang" aku valerie yang langsung di bantah oleh alan


"tidak"


"ayolah alan aku sangat bosan lagi pula aku sudah tidak apa apa"


"tidak! aku akan mengizinkan mu pulang jika wajah dan warna bibir mu sudah tidak pucat lagi!" pernyataan alan mampu membuat valerie membulatkan mata nya "a..apa? kau pasti bercanda" ungkap valerie


"aku tidak bercanda mau atau tidak nya dirimu aku akan tetap memaksamu melakukan perawatan hingga keadaanmu benar benar pulih!" Terpaksa valerie menuruti perintah alan karena sekeras apapun ia membantah alan selalu bisa membuat valerie bungkam dengan cara nya sendiri dan pada akhirnya ia akan menuruti keinginan alan.