The Fucking Mafia

The Fucking Mafia
Episode 10


Saat ini anna dan aar duduk di ruang tv berhadapan. Anna memasang wajah cemberut sedangkan aar masih dengan ekspresi datar nya tapi dengan keadaan menahan tawa.


anna menatap aar sebal.


"apa kau puas dengan karya mu di seluruh badan ku?" tanya anna sebal.


"ya tentu saja" balas aar bangga.


itu semakin membuat anna sebal. kemudian anna berdiri berjalan ke arah aar dan mengambi bntal sofa. 


anna mengangkat bantal itu tinggi kemudian menghantamkan ke wajah tampan aar.


"rasakan ini. berani nya kau melakukan ini padahal dua hari lagi kita akan menikah. kau ingin aku malu di depan para tamu hah?"


"hahaha bukan seperti itu sayang. tapi aku tak tahan melihat badan mu yang mulus itu"


"dasar calon suami tak tau diri akan ku bunuh kau sekarang"


buk buk buk terdengar keras suara hantaman bantal itu ke tubuh aar. 


"sayang apa kau tidak capek? berhentilah sayang badan mu pasti capek"


"sok perhatian huh? tak tau diri memang ulah siapa jika aku kecapekan hah?"


"Ayolah sayang jangan marah marah terus lihatlah wajah mu semakin cantik kalau kau marah marah"


"Siapa yang percaya saat kau mengatakannya dengan wajah datar mu itu hah?"


"Kau benar-benar tak mau berhenti?"


Aar menarik bantal yang ada di tangan anna dan membuang nya. Kemudian aar menggelitiki pinggang anna.


Anna menjerit kegelian.


"Aar hentikan apa yang kau lakukan" jerit anna histeris.


"Tidak akan. Nanti kau akan berulah lagi"


"Tidak aku janji asal berhenti menggelitiku ini sungguh geli"


"Rasakan ini" aar semakin gencar menggelitiki anna.


Saat aar masih asik menggelitiki anna tiba-tiba handphone aar berdering.


"Aar hentikan. Handphone mu berdering"


"Jangan coba-coba menipuku sayang"


"Tidak. Apa kau tidak dengar?"


Kemudian aar menghentikan gerakan tangan nya di pinggang anna dan beranjak ke kamar.


Saat tiba di kamar ternyata ada panggilan masuk dari alan lagi.


"Ada apa lagi alan?" sembur aar begitu dia mengangkat panggilan itu.


"Bos gawat seperti nya ada kelompok dari china yang mencari tau tentang mu bos. Dia terdeteksi mencari tentang data diri mu bos"


"Singkirkan saja. Atau kau beri dia pelajaran. Palsukan segala tentang ku. Jangan sampai ada yang tau tentang jati diri ku. Aku tak mau tau dengan cara apa kau melakukan nya"


"Baik bos. Dan juga ada kelompok yang belum terdeteksi yang menentang kita bos. Mereka juga lah yang menggagalkan pengiriman kita. Tapi dari perkiraan mereka berbeda dengan kelompok yang beberapa waktu lalu menggagalkan pengiriman kita bos"


"Tunggu aku di markas nanti malam. Aku yang akan membereskan para cecunguk itu. Saat ini aku masih bersama anna"


"Baik bos"


Sambungan itu pun berakhir.


"Siapa hm?. Kenapa serius sekali?" tanya anna tiba-tiba sudah berada di kamar memeluk aar dari belakang.


"Hanya alan. Mungkin besok aku akan pergi untuk urusan bisnis" jawab aar memutar badan dan memeluk anna.


"Tapi kau akan kemana?. Dua hari lagi kita akan menikah" ucap anna cemberut.


"Aku akan ke china. Aku di sana tidak ada 24jam begitu urusan selesai aku akan langsung terbang kembali kemari. Sebelum acara pernikahan kita"


"Apa bisnis itu lebih penting dari pernikahan kita?"


"Tentu saja tidak. Ini semua ku lakukan agar aku dapat libur setelah kita menikah nanti. Kamu paham?" jelas aar kemudian mencubit pipi anna pelan.


"Ya aku paham"


"Apa kau mau ikut?"


"Apa boleh?sebenar nya aku juga punya teman di china kami sudah lama tak jumpa"


"Kenapa tak boleh tentu saja boleh"


"Tapi aku tak membawa apa-apa kesini"


"Apa kau kira aku tak mampu membelikan perlengkapan mu?"


"Ya siapa tau saja kau bangkrut wleee" ejek anna.


"Bahkan jika aku bangkrut aku masih mampu menghidupimu 50tahun kedepan sayang"


Saat masih berdebat kecil ala aar dan anna tiba-tiba terdengar bel penthouse.


Anna kemudian keluar kamar untuk membuka pintu ternyata itu pengantar makanan yang di pesan aar tadi.


Setelah membayar kemudian anna masuk. Aar sudah duduk di ruang tv lagi.


"Cepat makanlah kemudian kita siap-siap untuk penerbangan nanti malam"


"Apa hanya kita berdua yang pergi aar?"


"Tentu tidak. Kalau hanya kita lalu apa pekerjaan alan jika dia tidak ikut dengan ku sayang"


"Lalu kemana dia?kenapa belum kemari?"


"Dia tidak kemari. Kita akan bertemu di bandara langsung. Sudah lah cepat makan jangan banyak tanya"


"Huhh dasar tukang perintah"


"Aku dengar sayang"


Skip


Begitu sampai di bandara anna dan aar langsung memasuki jet pribadi milik aar.


Sebenar nya anna juga tidak menyangka bahwa aar memiliki jet pribadi.



Begitu masuk anna langsung di suguhi kemewahan. Walau pun simple tapi terlihat mewah.


Tiba-tiba handphone anna berdering tanda panggilan masuk. Kemudian anna menggeser tanda hijau. Dan men loudspecker agar aar juga mendengar percakapan nya nanti.


"Hallo anna"


"Iya romy. Bagaimana kabar mu?"


"Baik anna. Bagaimana dengan mu?. Aku senang sekali saat mendengar bahwa kau akan mengunjungi ku di cina. Dengan siapa kau kemari?"


"Aku juga baik saja. Dengan calon suami ku. Akan ku kenalkan kau padanya. Sekarang aku akan menyusul jejak mu rom jadi jangan mengejek ku lagi okay?"


"Wah aku ikut senang kalau begitu akan ku siapkan tempat yang cocok untuk kalian berdua nanti. Orang kepercayaan ku akan menjemput kalian di bandara nanti. Ku tunggu kalian di mansion"


"Baiklah tunggu kami di mansion. Kami sudah dalam perjalanan. Kira-kira 2jam lagi kami sampai"


"Baiklah. Semoga selamat sampai kemari"


'Tut


Sambungan di putus.


"Teman pria huh?"


"Hehehe kau tau fisik ku sangat menggiurkan untuk ukuran selera pria. Jadi jangan heran kalau aku populer di kalangan pria" ucap anna sombong.


Aar hanya menanggapi dengan dengusan.



Saat ini posisi anna sedang dalam pelukan aar dengan melihat tayangan yang di tayang kan dalam televisi yang ada di jet.


Tapi mereka sibuk bercanda tawa jadi seperti mereka yang di tonton televisi bukan mereka yang menonton televisi.


"Aar saat kita sudah menikah nanti apa aku akan ikut terus kemanapun kau pergi?"


"Tentu saja. Aku akan membawa mu kemana saja. Tak akan pernah ku tinggal walaupun hanya sebentar"


"Memang kenapa?"


"Aku tak ingin kecolongan seperti papa dulu. Dulu papa pergi untuk urusan bisnis dalam waktu yang tidak sebentar. Dan ternyata musuh papa tau kalau mama tak pernah ikut papa untuk urusan bisnis. Jadi musuh papa memanfaat kan keadaan itu"


"Maaf aku tidak tau. Sebagai gantinya aku akan ikut kemanapun kau pergi. Dan menyingkirkan para ****** yang mengganggu ku" ucap anna penuh tekad.


"Ya tolong bereskan mereka. Aku risih saat ada ****** di sekitarku dan mengejar ku seperti hewan buas itu menggelikan"


"Dasar tidak tau diri" cibir anna.


"Memang nya aku kenapa?"


"Mereka adalah ****** yang pernah kau pakai apa kau lupa itu? Aku ingatkan jika kau lupa"


"Hey aku tak pernah meminta. Mereka sendiri yang membuka ************ mereka di depan muka ku"


"Hahhh ya terserah kau saja"


"Apa kau tidak lapar hm?"


"Lapar. Tolong ambilkan aku makan"


"Baiklah tuan putri tunggu sebentar"


Setelah itu aar beranjak dari duduk nya dan melepaskan pelukan nya pada anna.


"Walaupun ekspresi nya datar dan dingin tapi dia selalu perhatian" anna berbicara sendiri dengan senyum yang manis.


Tak berapa lama aar datang membawa nampan berisi makanan.



(Saya kurang tau nama makanan nya 😅)



"Kenapa hanya satu?apa kau tidak makan?"


"Tidak. Aku belum lapar. Kau saja. Ini ku bawakan jus jambu campur susu kesukaan mu"


"Dari mana kau tau aku suka jus jambu?"


Kemudian anna mengambil segelas jus yang di bawa aar. Tapi saat bibir nya menyentuh sedotan anna berhenti kemudian memabdang heran pada aar.


"Kenapa?apa ada yang salah?"


"Siapa yang membuat jus ini?"


"Salah satu pramugari yang ada disini. Memang kenapa?"


Tiba-tiba alan menghampiri anna dan aar dengan wajah panik.


"Bos salah satu pramugari kita bunuh diri di toilet"


"Apaa?!! Kenapa bisa?"


"Sepertinya pramugari itu pelakunya aar"


"Pelaku apa kakak ipar?"


"Dalam jus ku ada racun nya. Kemungkinan besar pramugari yang bunuh diri itulah yang memasukkan racun dalam jus yang akan ku minum"


"Apa?!!!" aar dan alan serempak kaget.


----------------------------------------------------------------------