
"Pagi mom dad" ku cium pipi kedua orang tua ku.
"Pagi sayang" mereka menjawab serentak. Aku hanya terkekeh melihat kekompakan mereka.
"Ada apa sayang kau terlihat ceria sekali pagi ini?"dad bertanya.
"Tak ada apa apa dad. Bukankah aku memang selalu ceria?" jawab ku sambil tersenyum lebar.
"Yayaya terserah kau saja sayang" mommy menjawab sambil memutar mata nya. Aku hanya menanggapi dengan kekehan.
Setelah sarapan aku kemudian berangkat ke kampus. Aku keluar mansion dan melihat mobil kesayangan ku sedang di lap oleh supir daddy.
"Terimakasih james" ucapku
"Sudah tugas saya nona" jawab james sambil membungkuk.
Oh ya perkenalkan aku Anna cassey franklin anak semata wayang dari pasangan Thomas Franklin dan Catherin franklin. Aku berumur 21 tahun dan sedang menjalani skripsi akhir jurusan bisnis di universitas swasta.
Aku bukan lah perempuan polos yang lugu hehe. Dunia malam bukan hal yang baru lagi untukku. Aku memiliki kebiasaan one night stand saat sedang stres dan tertekan.
Seperti tadi malam aku habis melakukan one night stand dengan seorang pria. Nah itulah penyebab aku ceria sekali pagi ini heheh. Tapi jangan salah aku selalu menutup mata partner ONS ku. Itu semua ku lakukan untuk menjaga nama baik ku. Apa kata orang kalau sampai tau anak orang nomor 2 di amerika melakukan ONS. Pasti daddy langsung bangkrut. Tapi jangan sampai.
Yak cukup perkenalan dirinya. Sekarang aku sudah sampai di parkiran kampus. Semua pasang mata melihat ku karna memang aku cantik dan sexy hehe. Aku berjalan di lorong kampus kemudian berbelok untuk masuk ke ruangan dosen.
Bruukk
"Aww" aku menjerit ketika merasakan bokongku mendarat di lantai.
"Kau tak apa nona?" seorang pria kemudian menunduk di hadapanku.
Aku terpana "Siapa lelaki ini kenapa dia tampan sekali aku merasa akan meleleh dengan tatapan itu" kata ku dalam hati.
Kemudian dia menjentikkan jarinya di depan mataku "hey nona. Apa kau terluka?" tanyanya kemudian melihat seluruh badan ku mencari apa ada yang terluka.
"Tak apa tuan aku hanya kurang hati-hati". Jawab ku kemudian dan tersenyum manis.
"Kalau begitu mari ku bantu berdiri" dia berkata sambil mengulurkan tangan nya.
Kuraih tangan kekar itu dan berdiri. Oh lihatlah betapa tinggi nya dia. Aku harus mendongak agar bisa melihat wajah nya.
"Karena kau tak terluka apa aku boleh pergi sekarang nona?" dia bertanya dengan senyum manis nya. Dan aku hanya bisa mengangguk seperti orang bodoh.
Kulihat punggung berbalut jas hitam itu semakin menjauh. Hingga tak terlihat lagi. Aku berpikir andai aku bisa menyandarkan kepalaku di punggung kokoh itu.
"Hey apa yang kau pikirkan?" tanya Asleen dengan menepuk bahuku. Ashleen smith adalah sahat perempuan ku. Dia yang selalu menemaniku. Apapun keadaan ku.
"Ah...uh ta-tak apa apa. Ya tak apa apa". Aku tergagap menjawab pertanyaan nya yang mengaggetkan ku.
"Kenapa pipi mu merona?apa yang sebenar nya kau pikirkan anna?". Dia menatap kilu menyelidik.
"Tak ada apa-apa sumpah" jawab ku kemudian berlari menjauhi asleen.
"Hey anna kau tak bisa kabur dariku. Jangan lari anna" asleen mengejarku.
-----------------------------------------------------------------
"Mom dad. Anna pulang" aku berteriak dari pintu depan. Aku heran saat masuk tadi kenapa ada mobil lain yang ada di depan mansion. Aku bertanya tanya dalam hati.
"Sayang sopan lah sedikit di dalam ada om Jack frederick" jawab mom ketika menghampiriku.
"Benarkah mom?kapan om Jack kembali dari Dubai?" tanya ku kegirangan. Oh ya jangan heran jika aku kegirangan karena aku sudah sangat kangen dengan sahabat daddy itu.
"Masuklah om Jack sudah menunggumu dari tadi" jawabku kemudian berlari masuk ke dalam mansion.
Dan benar saja om Jack sedang bercanda dengan daddy.
"Om Jack kenapa baru datang mengunjungiku?apa kau tak merindukan ku?apa kau sudah punya anak perempuan selain aku?apa kau melupakanku?" semburku sembari merajuk.
Om Jack hanya terkekeh kemudian menghampiri ku dan memelukku. "Oh gadis ku satu ini memang paling cerewet. Sungguh menggemaskan" katanya dengan menyubit pipi ku.
"Sakit om. Lepaskan. Nanti pipiku semakin chubby" jawabku
"Memang kenapa kalau pipi mu chubby sayang?"tanyanya gemas.
"Kalau tak ada yang mau dengan ku bagaimana?kalau aku chubby aku akan seperti badut dan tak ada yang mau dengan ku. Kemudian aku akan sendiri sampai tua"
"Kemarilah sayang duduk di samping daddy" ajak daddy. Kemudian aku menurutinya dengan wajah masih cemberut.
"Sudah lah sayang jangan cemberut lagi nangi kamu tak cantik lagi" ucap daddy ku.
"Apa daddy bilang?aku tak cantik?lalu apa daddy secara tak langsung mengatakan kalau mommy tak cantik?" tanya ku menggebu gebu.
"Apa maksud mu sayang?kapan daddy bilang begitu?"tanya daddy kaget.
"Baru saja ketika daddy mengatakan aku tak cantik itu secara tidak langsung mengatakan mommy tak cantik karena aku adalah fotocopy mommy dad. Apa kau lupa?" tanya ku menaik turunkan alisku.
"Bu..bukan begitu sayang" daddy menarikku. Kemudian berbisik di telingaku "Apa yang kau katakan sayang bagaimana kalau daddy tak mendapat jatah dari mommy mu malam ini?"tanya nya.
"Biar saja siapa suruh mengatakan aku tak cantik dad" jawab ku kemudian memalingkan muka menghadap om Jack.
"Sudah lah sayang kemari om punya hadiah untuk mu" kemudian om menaikkan kotak yang di bungkus rapi dengan kertas kado.
"Wah apa ini om?apa ini untuk anna?tapi ini besar sekali apa isinya om?"tanya ku.
"Bukalah sayang"jawab om jack.
"Oh my. Benarkah ini untuk anna om?"tanya ku dengan mata berbinar.
"Ya sayang. Itu hadiah om untukmu. Tapi dengan satu syarat sayang".
"Syarat apa om?"
"Kau harus memakai dres itu di malam perayaan ulang tahun om 1 minggu lagi".
"Oke om siap anna akan memakainya dan berdandan dengan cantik agar om tak kecewa". Jawab ku sambil mengecup pipi kanan nya.
"Kalau begitu om pulang dulu. Om masih punya banyak pekerjaan sayang" kemudian mencium pipi kiriku.
"Karena aku sudah bertemu malaikat ku. Thom,cath aku pamit pulang dulu". Pamit om Jack pada kedua orang tua ku.
"Apa kau tak mau disini dulu sampai nanti malam?dan makan malam bersama kami?"tanya dad.
"Tak bisa thom kau tau sendiri seberapa sibuk nya kau ini kan?" jawab om Jack sambil terkekeh.
Aku dan mommy hanya terkekeh melihat interaksi dua sahabat itu. Kemudian kami mengantarkan om Jack keluar mansion.
Aku melambaikan tangan ketika mobil om Jack menjauh. Kami lalu masuk kembali kedalam mansion.
-----------------------------------------------------------------
Aku merebahkan badan lelah ku di kamar. Tiba-tiba aku teringat laki-laki yang menabrak ku tadi di kampus. Wangi nya masih membekas di indera penciuman ku.
Andai aku bisa menghirup wangi itu lagi. Plakk. Ku tampar pipi ku. Apa yang ku pikirkan?astaga. Kenapa aku bisa punya pemikiran seperti ini.
"Anna, turun sayang. Waktunya makan malam" teriak mom dari ruang makan. Kamar ku memamg berada di lantai 2. Begitu pun orang tua ku.
"Ya mom sebentar" balasku.kemudian aku turun ke bawah.
"Selamat makan" ucapku pada kedua orang tua ku. Mereka hanya membalas dengan senyuman. 15 menit waktu yang kami habiskan untuk makan malam.
"Jangan masuk kamar dulu sayang. Daddy ingjn berbicara sesuatu yang penting padamu" ujar dad tiba-tiba ketika aku akan beranjak dari ruang makan.
"Ada apa dad?tidak biasanya daddy se serius ini" aku terheran-heran dengan raut wajah mommy dan daddy.
"Duduk lah dulu sayang" ucap daddy saat kami sudah tiba di ruang tengah. Sedangkan mommy masih di belakang.
"Ada apa dad?"
"Sebenarnya daddy tidak yakin dengan semua ini sayang" aku semakin penasaran dengan apa yang akan di katakan daddy.
"Langsung saja dad. Tak usah berbelit-belit aku paling benci itu" balasku tak sabar.
"Ini berkaitan dengan om Jack yang tadi siang datang kemari" daddy menghentikan ucapan nya sebentar. Membuat ku semakin penasaran.
Setelah menghela napas sebentar daddy melanjutkan kalimatnya. "Om Jack melamarmu untuk putra sulung nya nak" kalimat daddy seperti sambaran petir untukku.
"APPAA??!" aku benar-benar shock dengan apa yang di katakan daddy.
-----------------------------------------------------------------