The Fucking Mafia

The Fucking Mafia
6


Anna pov


Saat ini aku sedang di kamar menunggu Aar yang sedang di dalam kamar mandi. Aku teringat bisikan Aar tadi. Membuat ku tak sabar menunggu 2 hari lagi.


Kira-kira dia akan membuat kejutan apa ya?. Aku sungguh penasaran sekali.


Ceklek


"Kenapa belum tidur?"


"Aku menunggu mu. Kau bilang akan memelukku sampai aku tidur Aar"


"Hmm baiklah. Aku akan memeluk mu asal kau besok pulang"


"Hahh sebenarnya aku tidak mau pulang. Tapi karena kamu akan memberikan kejutan pada ku aku akan pulang. Tapi ingat ! Awas saja jika kau bertemu wanita tadi lagi" peringat ku.


"Kenapa? Lagi pula siapa kau? Berani nya mengatur ku"


"Aku calon istrimu Aar"


"Tidak siapa yang bilang?"


"Aku yang bilang memang kenapa?"


"Sudahlah tidur saja kau selalu berisik jika membuka mata"


"Peluk aku ! Atau aku akan terus berisik"


"Dasar tak tau diri"


"Apa kau bilang?" Teriakku.


Dia diam saja lalu berjalan kearah ku. Ku perhatikan wajah tampannya itu. Dari kemarin aku disini dia hanya memperlihat kan wajah datar nya itu.


Aku tak pernah melihat nya tersenyum. Andai saja dia tersenyum dengan wajah tampan nya itu. Aku yakin aku akan semakin meleleh di buat nya.


"Hey bukankah kau bilang akan tidur? Kenapa malah melihat ku dengan melamun?"


"Tak apa. Cepat peluk aku sampai aku tertidur"


Kemudian dia naik ke ranjang.


"Memang nya kau bayi yang harus di peluk saat tidur huh?"


"Ya aku bayi besar. Ada apa? Masalah?"


"Dasar tak tau malu bahkan bayi saja tak mau di panggil bayi"


"Huh dasar. Tak ingat kah kau kemarin memasuki bayi ini seharian bahkan tadi pagi pun kau mengulangi nya sampai siang. Kewanitaan ku benar benar ngilu akibat ulah mu"


"Tak ingat saat kamu bilang "yahh faster baby" huh? Tak ingat kah?" Ledek nya menyeringai.


"Itu karena situasinya mendukung coba saja saat ini aku akan menolak"


Tiba-tiba dia menunduk dan mencium ku ******* bibir ku sebentar.


"Sudahlah diam dan tidur atau kau mau tidur sendirian?" Tanya nya sedikit mengancam.


Karena tak mau di tinggal dan tidur sendirian akhir nya aku merapat kan tubuhku pada Aar. Aku menelusupkan wajah ku di dada nya. Tak lama kemudian rasa kantuk menderaku.


------


Pagi ini aku sudah siap dengan dress ku yang di belikan Aar kemarin. Aku hari ini akan pulang diantar Aar.


Daddy juga sudah menanyakan ku kemana saja aku 5 hari ini.


"Kau sudah siap?"


"Sebenarnya belum karena aku tak mau pulang. Tapi bagaimana lagi demi kejutan hehe" aku tertawa kecil.


"Dasar bayi" ejek Aar.


"Ya dan bayi ini lah yang memuaskan mu tuan" balas ku sinis.


"Sudahlah ayo keluar apa kau akan di sini terus?"


"Sebenar nya ya tapi kau memaksa mengantar ku pulang"


"Cepatlah"


Aku dan Aar berjalan keluar penthouse. Masuk lift menuju basement. Setelah sampai kami memasuki salah satu mobil sport koleksi Aar berwarna hitam. Aku menyukai nya. Sangat. Kemudian kami melaju menuju rumah ku.


Skip


2 hari kemudian.


Aku sedang berdiri di depan cermin. Memantaskan lagi gaun hadiah uncle jack. Ya, hari ini adalah ulang tahun uncle jack. Aku sudah berjanji akan datang. Dengan memakai hadiah yang dia berikan 1 minggu yang lalu.


Sebenar nya aku tak mau datang karena aku teringat dengan kejutan apa yang akan Aar berikan pada ku.


Aku sudah menunggu seharian ini tak ada yang spesial atau apapun itu.


"Huh awas saja kau Aar besok aku akan ke penthouse mu dan mengobrak abrik isi nya" gerutu ku masih di depan cermin.


"Sayang cepat turun kita akan terlambat kalau kau masih lama" teriak mommy.


"Sebentar mom aku sedang memilih tas"


"Cepat sayang jangan lama lama"


"Ya"


----


"Jangan lupa sayang. Malam ini adalah malam pertemuan mu dengan calon suamimu. Kau akan langsung bertunangan malam ini"


"Daddy.." Aku benar benar lupa tentang itu dan sekarang daddy mengingat kan ku.


"Sudah ayo berangkat nanti kita telat"


Skip


Kami sudah sampai di frederick hotels. Ya itu adalah hotel milik keluarga frederick. Orang nomor 1 di amerika. Jack frederick. Itulah nama lengkap om jack dan calon mertua ku. Sebentar lagi.


Kami turun dari mobil dan melangkahkan diri masuk ke ballroom. Saat kami masuk sudah ada banyak orang.


Kemudian om jack menghampiri kami.


"Hallo sayang" sapa nya kemudian memelukku.


"Hai uncle" aku balas memeluk nya.


"Kenapa masih memanggil uncle sekarang seharusnya kamu sudah memanggilku dengan sebutan papa"


"Emm" aku melirik kedua orang tua ku dan mereka mengangguk.


"Ba..baiklah. Pa..pa" ucap ku terbata-bata canggung karena biasa aku memanggil uncle.


"Haha kenapa gugup sekali sayang. Sudah ayo ke depan aku sudah menyiapkan meja kalian di depan panggung"


"Ya ayo aku sudah capek berdiri dari tadi. Dan lagi kau hanya menyambut calon menantumu. Tapi tidak dengan calon besan mu" cibir daddy.


"Hahaha apa kau sedang cemburu dengan menantu ku ini thomas. Setidak nya malulah pada istrimu thom" uncle jack terus terbahak-bahak.


"Hentikanlah kalian sungguh tak punya malu jika sudah bertemu" ucap mommy menengahi.


Kemudian kami berjalan menuju meja yang sudah di sediakan. Tiba-tiba aku ingin buang air kecil.


"Mommy aku akan ke kamar kecil sebentar"


"Ya jangan lama-lama. Acara sebentar lagi akan mulai"


Aku mengangguk dan pergi dari hadapan mommy.


------


Aku sedang bercermin menata lagi tatanan rambutku. Aku tak boleh terlihat jelek di hadapan calon suami ku.


Walaupun aku tak menyukai nya setidak nya aku harus tetap cantik hehehe. Aku sedang berpikir seperti apa rupa calon suami ku. Tampankah? Atau sebaliknya?.


Saat sedang asik memikirkan rupa calon suami ku tiba-tiba pintu di belakang ku terbuka.


Aku terkejut sekali saat melihat siapa yang masuk.


"Sedang apa kau disini?"


"Menemui mu tentu saja"


"Cih. Untuk apa?. Kau bahkan membohongi ku. Kau bilang akan memberikan kejutan yang sangat aku sukai. Tapi dari kemarin aku tak mendapat ap...mmmpp"


Aku terbelalak saat dia menarik tengkukku secara tiba-tiba dan ******* bibirku. Aku diam saja tanpa berniat membalas.


Tak lama kemudian dia melepaskan bibir ku.


"Diamlah atau kau mau aku memasuki mu disini saat ini hm?" Tanya nya sambil mengelus pipiku.


Aku diam saja.


"Dan berani nya kau memamerkan kaki mu ini huh?"


"Memang kenapa? Apa salah nya?"


"Kau bilang apa salah nya? Ini salah nya" tiba-tiba tangan nya menyusup di belahan gaun ku.


"Ahhh.. Apa yang kau lakukan Aar?" Tanya ku setengah mendesah.


Aku terkejut sekali dengan apa yang dilakukan nya.


"Ini lah alasan nya. Semua yang melihat mu malam ini ingin merasakan kehangatan lembah ini kau tau?" Dia meremas kewanitaan ku !. Lagi !.


"Ohhh lepaskan Aar"


"Benarkan lipstick mu itu dan keluar lah kejutan mu sudah menunggu" kemudian dia mengecup bibir ku dan keluar.


Sungguh aku tak menyangka dengan apa yang di lakukan Aar tadi. Apa yang ada di pikiran nya sehingga dia meremasku?huh 😤.


Sudahlah sebaiknya aku membenarkan make up ku. Ini semua ulah Aar. Padahal aku sudah rapi tadi.


Aku keluar dari toilet aaat sudah selesai. Dan saat aku tiba di ballroom kembali aku di kagetkan dengan sambutan dan lampu sorot uang langsung menyorot wajah ku.


"Ini dia calon menatuku. Malam ini anak sulungku Aaron Darrel Frederick akan bertunangan dengan Anna Cassey Franklin" suara riuh tepuk tangan menggema di seluruh ballrom.


Aku masih shock dengan ucapan uncle jack. Dia bilang anak sulung nya Aaron Darrel Frederick?. Apa dia Aar yang ku kenal atau hanya kebetulan saja?.


Saat masih asik melamun tiba-tiba seseorang berbisik di telingaku.


"Apa yang kau fikirkan sayang?. Ayo naik ke atas panggung para tamu sudah menunggu kita"


Suara itu?!!!!! Aku menoleh.


"Kauu-------"


---------------------------++++++++++------------------------