
Bandara
Saat ini anna sedang bergelayut manja di lengan aar. Anna tidak melepaskan lengan aar sejak 2jam yang lalu.
Rencana nya aar akan pergi ke paris untuk mengatasi masalah yang timbul di perusahaan nya.
"Sayang lepaskan" aar mengusap lembut kepala istrinya.
"Tidak mau" anna menggeleng keras semakin mengeratkan pelukannya.
Aar menghela nafas berat. Dia bahkan sudah menunda penerbangan nya 2jam hanya demi anna. Tapi tidak mungkin akan seperti ini terus.
"Sayang" panggil aar lembut meski tetap dengan raut muka datar dan nada sedikit dingin. Anna sudah tak tau lagi harus bagaimana untuk merubah aar. Bahkan anna mengajak aar untuk senam wajah tapi tak ada perkembangan dengan muka datar sedatar tembok itu.
"Hmm" anna hanya bergumam dan menyerukkan wajahnya di ketiak suaminya.
"Aku harus berangkat. Sampai kapan kau mau seperti ini hm?" Aar menarik anna ke pangkuannya.
Saat ini aar dan anna berada di dalam jet pribadi aar.
"Aku ingin ikut" anna memeluk leher aar.
"Tidak bisa. Kau sekarang sedang hamil tua sayang" ucap aar memberi pengertian pada istri tecinta nya. Aar mengusap pelan perut anna.
Anna cemberut mendengar penjelasan aar.
"One shoot?" Ucap aar menyeringai nakal.
"Kau ini!. Sempat-sempatnya" ucap anna memukul dada aar.
"Mau atau tidak hm?" tanya aar mencolek dagu anna.
Anna terdiam sejenak kemudian mengangguk malu.
Aar mencium bibir anna dan membopong ana ke salah satu kamar yang ada di jet itu.
Skip
Di suatu tempat.
"Bagaimana?kau sudah mengacaukan nya?"
"Ya bos. Bisa di pastikan dia tak akan sampai ke Paris"
"kerja bagus"
"Bagaimana keluarga nya?"
"seperti biasa tidak ada yang mencurigakan"
"kau habisi keluarga nya"
"maksud bos ayah dan adiknya?"
laki-laki yang duduk di kursi kebesarannya menoleh menghadap anak buahnya heran.
"aku bilang semua nya. kenapa cuma ayah dan adiknya kau menyisakan ibunya?"
"tapi hanya mereka yang tersisa di keluarganya. ibunya sudah lama meninggal"
"kenapa tak bilang dari tadi. sudah sana kerjakan tugasmu"
"baik bos. kalau begitu saya permisi"
laki-laki angkuh itu hanya mengibaskan tangan nya tanpa menoleh. setelah terdengar pintu tertutup dia menghembuskan nafasnya kasar.
"kenapa kau lebih memilih nya anna?. bahkan setelah sekian lama aku mencintaimu tapi saat aku kembali kau sudah tak disana lagi"
Kembali ke tempat anna dan aar
Saat ini Anna berbaring di atas dada aar mengatur nafas yang tidak teratur. Aar menyibakkan rambut anna ke belakang telinga.
"Istirahatlah kemudian berpakaian aku harus segera terbang kau sudah menahan ku selama 4jam sayang"
Kenyataan nya bukan one shoot tapi lebih yang mereka lakukan. Aar selalu saja tidak puas dengan istrinya. Semenjak hamil jika anna bilang sudah maka aar tak bisa membantah demi calon buah hatinya.
Sekarang anna dan aar berada di depan jet pribadi aar. Berdiri berhadapan terlihat kentara raut tidak rela di wajah anna.
"Aku ingin ikut aar. Kenapa aku tidak boleh ikut kita kan menggunakan jet pribadi" ucap anna masih merengek pada aar dengan bibir mengerucut.
"Kau tak mencemaskan mereka? Dokter bilang goncangan nya akan lebih berpengaruh saat kau hamil tua. Kau tidak menghawatirkan si kembar hem?" Aar mengusap lembut kepala istri nya.
Anna terdiam menunduk.
"Aku tidak akan lama. Bahkan kalau ini mudah lusa aku sudah kembali kemari. Jangan seperti ini. Ini juga demimu dan si kembar. Dan juga karyawan ku bergantung padaku jika kau tidak mengijinkan ku pergi lalu bagaimana dengan mereka?" aar memberika pengertian lebih pada anna.
Anna masih menunduk. Mencerna perkataan aar. Benar apa yang dikatakan suaminya. Begitu banyak orang yang menggantungkan hidup di tangan suami nya. Harusnya dia tak boleh egois. Seperti inilah kehidupan seorang pengusaha. Apalagi suaminya pengusaha sukses dengan cabang perusahaan dimana-mana.
"Baiklah. Aku akan pulang" ucap anna tertunduk lesu.
"Jangan memasang ekspresi seperti itu. Kau tau aku tidak bisa meninggalkan mu jika kau seperti ini. Kau tidak kasihan padaku disana akan selalu terbayang eksprimu barusan?"
Anna memaksakan senyum manis untuk suaminya.
"Cepatlah kembali. Si kembar sebentar lagi akan hadir" ucap anna mencium lembut bibir suaminya. Entah kenapa anna merasa akan berpisah untuk sekian lama dengan suaminya. Dia tidak rela melepaskan suaminya pergi. Baru kali ini anna merasakan perasaan seperti ini takut dan cemas.
"Aku hanya pergi dua hari. Kenapa seolah-olah aku akan pergi lama sekali?" Aar memeluk anna sedikit lama kemudian melepasnya.
Anna merasa tidak rela melepas kehangatan pelukan aar.
"Masuklah ke mobil aku akan berangkat jika kau sudah pulang" aar menuntun anna menuju mobil.
"Aku ingin melihatmu pergi" pinta anna.
"Tidak. Kau akan menangis nanti dan aku tidak akan tega" aar menolak keras permintaan anna.
"Baiklah aku akan pulang" anna memeluk aar kembali. Mencengkeram baju belakang aar.
"Tunggu aku pulang. Apapun yang terjadi tunggu aku" bisik aar di telinga anna.
"Tentu saja. Cepat selesaikan pekerjaan mu dan kembali lah"
Aar melepas pelukan mereka. Mencium kening istrinya lama.
"Masuklah sekarang" dorong aar.
Anna masuk kedalam mobil. Menurunkan kaca mobil untuk melihat suaminya.
Aar tersenyum untuk anna. Senyum yang terlihat manis bagi anna tapi mengerikan bagi orang lain.
Tak peduli semengerikan apa pasangan mu dia akan terlihat sempurna dimatamu. Karena jika cinta berkuasa mata tak akan berguna karena hatilah yang melihatnya.
"Jalan pak" perintah anna pada supirnya.
"Baik nyonya".
Aar melambaikan tangan dengan senyum masih bertengger di bibir nya. Dalam hati tidak rela rasanya meninggalkan istrinya tercinta. Apalagi buah hati nya akan segera lahir didunia ini.
Anna melihat suaminya dengan berderai air mata dipipinya. Entah ketakutan macam apa yang dirasakannya.
Begitu mobil istrinya tidak terlihat aar membalikkan badannya. Berjalan meninggalkan jet pribadi nya.
"Kita berangkat sekarang john" perintah aar pada johanes tangan kanan nya atau john.
"baik bos. Semua sudah siap"
Aar masuk ke dalam jet dan langsung lepas landas.
Di rumah
Anna mondar mandir di tempat nya ditemani adik ipar nya sonny. Setelah mendengar kakak nya pergi perjalanan bisnis dia pulang kuliah langsung kemari untuk menemani kakak ipar nya.
Sonny sendiri pusing melihat tingkah laku kakak iparnya namun tidak berani menegurnya.
Posisi sonny duduk menghadap layar pipih besar di depan nya yang sedang menampilkan acara gosip seputar artis. Tiba-tiba layar berganti menampilkan presenter membawakan berita terkini.
"Breaking news. Sebuah jet pribadi meledak di udara. Di duga kesalahan teknis menyebabkan jet terbakar dan meledak di udara. Saat ini saya berada di tempat jatuhnya bangkai jet tersebut. Tercatat ada 7 korban tewas. Jet tersebut memiliki jalur penerbangan menuju paris. Sekian berita yang bisa kami sampaikan sampai jumpa lagi"
----------------------------------------------------------------------------------