
Perawakan tinggi gagah itu tidak terlihat wajah nya. Karena posisi nya membelakangi mereka.
"Tunjukkan wajah mu" ucap aar.
"K-KAU?" teriak aar kaget
Berbeda dengan aar yang berteriak kaget anna malah mengagumi sosok tampan di depan nya itu.
----------------------------------------------------------------------
"How are you brother?" Ucap pria itu membuka tangan meminta pelukan.
"**** you" aar mengacungkan jari tengah nya.
"Hei apa kau masih pemarah seperti dulu? Ayolah kau tak asik lagi. Apa kau masih ingat kejadian dulu? Sudah kubilang ****** itu yang menggodaku" ucap pria itu menjelaskan.
"Sudah kubilang juga bukan itu masalah nya"
"Lalu apa? Dari dulu kau tidak mau menjelaskan pada ku" ucap pria itu frustasi.
Saat mereka sibuk berdebat lain halnya dengan anna,sonny dan alan. Mereka hanya menatap bingung dua orang di depan nya.
"Ehem. Bos sebenarnya siapa dia?" Tanya alan karena sudah penasaran.
Alan baru tau ada orang yang berani berdebat sengit dengan tuan nya itu.
"Oh hai. Perkenalkan aku sahabat bos mu yang keras nya sama dengan batu itu. Dan siapa wanita cantik ini" pria itu melangkah ke arah anna dan mencolek dagu nya.
Tapi sebelum menyentuh dagu anna tangan pria itu sudah di singkirkan oleh aar.
"Berani menyentuh nya ku bunuh kau di sini" aar melotot ke arah pria itu.
"Hei hei kenapa kau ini? Menyeramkan sekali. Berubahlah sedikit. Kau ini sama sekali tak asik" ucap pria itu mencebikkan bibir.
Saat aar ingin menjawab perkataan pria itu anna menyela.
"Aar siapa dia?" Tanya anna memeluk tangan kanan aar.
"Dia ini cecunguk yang meninggalkan ku pergi ke luar negri tanpa pamit" ucap aar sinis.
"Sudah kubilang aku mencarimu ke rumah mu tapi kau tidak ada"
"Alasan"
"Apa kau Adam stamford?" Tanya sonny menyela.
"Ya. Siapa kau? Dari mana kau tau nama ku?"
"Kau tak ingat pada ku?" Tanya sonny menaikkan sebelah alis nya.
"Hmm seperti nya familiar. Tapi aku lupa" adam mendekati sonny. Memasang tampang berpikir dan mengetukkan jari di dagu nya dengan tangan di lipat di dada.
"Benarkah kau melupakan adik kecilmu?"
"Adik kecil?" Adam membeo.
Sonny mengangguk.
"S-sonny?k-kau sonny?"
Sonny tersenyum. Adam menubruk sonny dan memeluk nya erat.
"Benarkah ini my little brother? Dulu kau masih setinggi pinggangku. Siapa kira kau sekarang hampir sama tinggi dengan ku?" Ucap adam terkekeh.
"Sudahlah jangan banyak bicara. Apa maksud mu membuat kekacauan di markas ku?"
"Tidak ada. Anggap saja itu hanya pesta sambutan kedatangan ku" ucap adam terkekeh.
"Apa kau gila? Apa kau tidak memikirkan keluarga mereka? Akan ku bunuh kau !" Teriak anna dan melemparkan pisau lipat yang dia taruh di balil dres nya.
Semua orang terkejut tak terkecuali aar. Dia tak mengira anna membawa pisau lipat.
Beruntung adam bisa menghindari pisau yang di lempar anna.
Suasana terasa begitu tegang.
"Kenapa kalian melotot? Mau ku congkel satu persatu mata kalian hah?!" Tanya anna marah.
"Sayang jangan begitu ingat mereka" aar mengusap perut anna.
"Ayo pergi pergi dari sini" anna menarik aar keluar ruangan meninggalkan anna, sonny dan alan.
Begitu aar dan anna keluar mereka bertiga saling pandang.
"Apa aku baru saja di ancam seorang wanita peliharaan aar?"
"Jaga bicaramu. Dia adalah istri aar. Nyonya besar satu-satu nya di keluarga frederick" jelas alan.
"Apa nya yang bercanda. Dia mengatakan hal yang benar. Dan kau baru saja mengusik ketenangan singa yang akan beranak" ucap sonny mengingatkan.
"J-jangan bilang k-kalau d-dia-"
"Ya. Dia hamil !!!!" Potong alan dan sonny serentak.
Adam hanya membatu di tempat nya berdiri. Dia baru saja melakukan kesalahan. Kata mama nya dulu 'kau sebagai laki-laki jangan pernah mengusik ketenangan wanita apalagi wanita hamil atau kau akan merasakan neraka'. Dan dia benar-benar pernah mengalami neraka berkat orang hamil yang tak lain kakak perempuan nya sendiri. Dan sekarang dia mengulangi nya lagi.
---------------------------------------------------------------------
Di tempat lain.
"Bagaimana? Kau berhasil menemukan nya?"
"Tidak bos. Entah dimana mereka menyembunyikan nona"
"Apa?! Kau ini becus tidak?! Kalau tidak lebih baik aku memperkerjakan orang lain ! Mencari satu orang wanita saja tidak becus !"
"Maaf bos. Tapi bahkan sensor pendeteksi di cincin nona pun tidak bisa di lacak"
"Aku tidak mau tau caranya. Sekarang cepat cari queen !"
"Baik bos"
Setelah itu tinggal pria itu sendirian.
"Berani nya mereka menyembunyikan queen. Akan ku bunuh mereka semua" ucap pria itu percaya diri.
Pria itu tidak tau jika dia sedang menantang kematian nya sendiri dengan mengusik ketenangan seorang pemimpin mafia terbesar nomor dua.
----------------------------------------------------------------------
Tempat alan.
Queen sedang melamun di halaman belakang rumah alan.
Sudah beberapa hari sejak kejadian itu terjadi. Sekarang dia di penjara di rumah alan. Setelah di 'hukum' habis-habisan oleh alan hari itu queen di jaga ketat oleh anak buah aar. Tidak boleh melangkah keluar dari kediaman alan.
Di jaga ketat dalam artian di awasi. Tapi setiap sudut rumah aar ada cctv yang mengawasi. Dan anak buah aar hanya tinggal menonton. Memastikan keberadaan queen.
Pernah kemarin queen mencoba keluar dari kediaman alan. Yang terjadi malah alarm peringatan yang tak mau berhenti berbunyi sebelum mendapat konfirmasi dari detak jantung alan sendiri.
Setelah itu queen tidak berani mencoba kabur lagi.
"Melamunkan apa hm?" tanya alan.
Entah dari mana alan muncul dan sejak kapan queen tidak tau.
"Bukan apa-apa"
Queen mengalihkan pandangan nya dari alan.
"Jangan bilang kau merencanakan untuk kabur lagi?" tanya alan curiga.
"Tidak. Aku sudah jera"
"Baguslah kalau begitu. Mungkin jika kau berencana kabur lagi aku akan menempatkan penembak untuk menembak mu saat keluar dari area mansion ku" tantang alan pada queen.
"Tak usah repot-repot membuang uangmu untuk membayar mereka. Jika kau mau kau bisa menembak ku tak perlu membayar orang"
"Oo jadi kau ingin mati di tangan ku? Maka cobalah kabur tapi jangan harap kan kematian yang cepat" alan menyeringai.
"Apa lagi? Jangan memandang ku seperti itu"
Queen berdiri mulai waspada. Beberapa hari ini alan selalu mempunyai rencana di balik seringai nya yang mencurigakan.
Tiba-tiba saja queen sudah berada di pundak alan.
"Turunkan aku alan"
"Tidak akan. Sebelum aku bermain dengan mu" jawab alan terkekeh.
"Iya tapi tidak perlu menggendong ku seperti ini"
"Diamlah atau kita akan bermain disini dan jadi tontonan anak buah ku?" tanya alan dengan menampar pantat queen.
"Sakit alan. Awas kau"
"Biasanya saat marah wanita jadi lebih panas" bisik alan.
Queen hanya merona mendengar itu.
----------------------------------------------------------------------