
"Hallo aar. Ada apa?. Dimana kamu sekarang nak?"
"Hallo papa. Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting. Aku sedang ada urusan bisnis di china"
"Pulanglah nak. Lusa kau akan menikah. Kenapa masih melakukan perjalan jauh. Apa anna bersamamu?"
"Itulah yang ingin aku bahas papa. Ya. Anna bersamaku. Di depanku. Aku ingin pernikahan ku di batalkan pa"
"Apa?!!!. Apa kau bercanda?!"
----------------------------------------------------------------------
Setelah penerbangan tengah malam hampir dini hari. Pagi ini mereka semua sekarang sudah berkumpul di ruang tamu rumah aar.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?" Tanya daddy anna.
"Tak apa dad hanya saja aar merasa tidak bisa membimbing anna"
"Apa maksudmu sebenarnya aar?" Tanya papa aar.
"Tanya saja pada anna. Dia yang lebih tau penyebab nya" jawab aar sambil melirik anna.
Anna hanya mengepalkan tangan nya. Menahan gugup saat diintimidasi oleh semua orang. Bahkan daddy dan mommy nya pun sama.
Semua nya menunggu anna bicara. Tapi yang tak ada suara sedikit pun yang keluar dari mulut anna. Hingga daddy anna geram melihat anna hanya diam saja.
"Anna jelaskan semua nya pada daddy dan mommy sekarang !" Daddy anna membentak anna.
Anna tersentak kaget mendengar daddy nya membentaknya.
"Emm sebenarnya anna membangkang pada aar. Anna mengatakan bahwa aar tidak mempunyai hak apa pun atas anna. anna tidak mau menuruti permintaan aar.
Jadi aar marah besar pada anna"
"Kenapa kau mengatakan itu?! Dia itu calon suami mu. Yang akan memimpin mu! Sekarang apa kau puas?!" Tanya mommy anna berkaca-kaca.
"Anna tidak bermaksud seperti itu mom. Saat itu anna sedang kesal karena aar menemui mantan pacar nya tanpa sepengetahuan ku. Jadi aku membangkang pada nya. Sekarang aku menyesal" ucap anna dengan nada penuh penyesalan kemudian menundukkan kepalanya.
"Sebenarnya bukan itu masalah nya. Masalah nya adalah anna tidak ingin keluar dari organisasi temannya" anna langsung mendongak menatap aar dan melebarkan matanya.
Anna langsung pindah duduk ke samping aar dan berbisik.
"Kumohon jangan beritahu mereka" pinta anna memelas.
"Tidak. Mereka harus tau tentangmu. Begitu juga tentangku. Karena kita akan menikah jika mereka setuju. Ini semua salah mu. Jika mau menuruti ku mereka tak perlu tau" jawab aar.
"Sebenarnya ada apa ini. Bicaralah yang jelas. Tentang mu dan tentang anna?. Apa yang kami tidak tau tentang kalian. Kami adalah orang tua kalian. Kami tau semua tentang kalian"
"Maaf pa. Tapi sebenarnya aar memilki rahasia terbesar yang papa sendiri tidak tau. Hanya alan yang tau dan anna baru tau tadi malam"
"Jelaskan sekarang !" Perintah papa aar dingin.
Papa aar tidak pernah bersikap sedingin ini. Dia selalu lembut dengan orang-orang terdekat nya. Beda dengan orang lain dia akan sangat dingin. Dan saat ini papa nya sedang marah besar sehingga berubah sedingin itu. Setelah semua yang dia lakukan. Beraninya aar merahasiakan sesuatu terhadapnya?pikir papa aar.
"Sebenarnya aar adalah seorang mafia" ucap aar tegas.
"APA?!" Semua orang berteriak kecuali alan dan anna.
"Bagaimana bisa?!" Bentak papa aar.
"Aar sudah lama menjalani profesi itu pa. Mungkin hampir 10 tahun lama nya"
"Apa yang kau lakukan?! Apa kau tak sadar jika kau membahayakan dirimu sendiri dan orang-orang di sekitarmu?!"
"Aar tau tapi hati aar sudah terlalu nyaman untuk meninggalkan kesenangan itu pa"
"Apa yang akan mama mu katakan jika dia melihatmu jadi seperti ini?" Ucap papa aar penuh kesedihan.
"Sebenarnya aku sedang mencari otak dari pembunuh mama pa. Itulah yang membuatku menjadi seperti ini. Dan aar menemukan fakta baru. Ternyata anna salah satu anggota dari pembunuh mama"
"A-APA?!" Daddy dan mommy anna lemas begitu juga anna. Anna tidak mengetahui nya.
"Apa yang kau katakan itu benar aar? Kau tidak bercanda kan?!" Tanya papa aar.
"Ya. Pimpinan organisasi itu dulu nya lawan bisnis papa dan juga daddy. Tapi sekarang sudah tergantikan oleh anak nya. Dan sekarang anak nya mencari gara-gara dengan aar. Apa kau masih tak ingin keluar dari organisasi itu anna?" Tanya aar sinis.
"Apa yang sebenarnya kau fikirkan anna?! Kau perempuan kenapa bisa jadi seperti ini?" Tanya mommy anna dengan sesenggukan karena menangis.
"Anna benar-benar tidak tau mom. Sungguh. Aku akan keluar saat ini juga mom. Tapi jangan marahi anna" pinta anna memelas.
"Telfon sekarang juga pimpinan mu. Daddy ingin mendengar semuanya" perintah daddy anna tegas.
"Tapi daddy itu---"
"Kau juga ingin membantah daddy?!" Bentak daddy anna.
"Kau tak perlu khawatir aku akan membereskan mereka untukmu" kata aar sambil memegang tangan kanan anna.
"Tapi ini tak semudah itu aar"
"Lakukan saja. Bahkan aku bisa menghancurkan markas mereka dalam satu jentikan jari"
"Jangan begitu. Kalau kau ingin melakukannya selamatkan rekan-rekan ku terlebih dahulu" mohon anna.
"Baiklah berikan daftar nya pada alan mereka akan hadir dalam pernikahan kita besok"
"Kau janji?" Tanya anna menyodorkan jari kelingking nya.
Aar pun mengaitkan jari kelingking nya dengan kelingking anna.
"Baiklah" kemudian anna mengambil handphone nya. Men-dial nomer romy.
Saat tersambung romy langsung bertanya pada anna.
"Hallo anna. Dimana kau? Kau bilang ingin kemari?"
"Maaf rom. Tapi aku sudah pulang dan juga aku ingin berbicara sesuatu yang penting" jawab anna sedikit gugup.
"Oh bicaralah. Aku ini teman mu jangan sungkan seperti itu anna"
Semua yang ada di ruangan itu menatap anna tajam.
"Emm sebenarnya..."
"Sebenarnya apa anna?tak biasanya kau seperti ini. Bicaralah"
"Sebenarnya aku akan menikah dan calon suami ku menginginkan aku keluar organisasi rom"
Tidak ada sahutan dari seberang sana.
"Rom"
"Ya"
"Bagaimana?"
"Ya kau bisa keluar dari organisasi. Dengan satu syarat"
"Apa syarat nya rom?" tanya anna sangat bersemangat. Semua orang juga mulai merasa lega.
Tapiii...
"Bunuh orang yang tadi malam kau temui"
'Deg
Anna langsung menatap aar. Aar tak menanggapi apa-apa. Ia ingin lihat bagaimana calon istri nya itu menghadapi masalah nya sendiri. Dia akan membantu jika anna sudah meminta.
Aar bukan tipe orang yang akan mengulurkan tangan tanpa diminta. Jadi dia menunggu anna meminta padanya.
"Tapi bagaimana mungkin aku bisa? Aku tidak bisa rom. Apa ada cara lain?"
"Tidak. Hanya itu syarat nya"
"Tapi rom aku tidak bisa"
"Kenapa anna?! . Kau biasanya selalu bisa melakukan nya !. Kenapa sekarang tidak bisa !" romy membentak anna dari seberang sana.
"Karna dia calon suami ku romy! Bagaimana bisa aku membunuh calon suamiku sendiri?!!"
"A-apa anna?"
"Ya. Aaron darrel frederick adalah calon suami ku. Jadi tidak mungkin aku membunuhnya"
"Kau pasti bercanda anna. Kau tak mungkin--"
"Itu benar aku adalah calon suami anna. Apa masalah mu romy?" aar menyahuti romy.
"Kenapa harus kau lagi aar?! . Apa yang harus ku lakukan dengan semua ini bahkan dendam masa lalu ku pun belum usai. Dan kini kau menambah nya lagi?!" romy membalas setengah berteriak.
"Sudah ku bilang rom. Itu bukan kesalahan ku. Itu pilihan ****** mu sendiri. Dia yang datang padaku. Tapi aku menolak nya dan dia akhirnya bunuh diri" jelas aar.
"Jika kau tidak menolak nya maka dia tidak akan bunuh diri !!!"
"Lalu aku harus pura-pura menerimanya?! Begitu maksudmu?! Aku sudah menganggap nya adikku sendiri tapi dia meminta lebih dan aku tidak bisa memenuhinya !!!"
"Itu sebabnya kau menberi harapan coba saja jika kau tak memberinya harapan pasti dia akan lebih memilihku!!"
"Hentikan ini" anna menengahi aar dan romy.
Ternyata ini adalah dendam pribadi. Ingatkan anna nanti untuk mengeksekusi aar.
"Baiklah anna. Jika itu pilihan mu aku tak akan menghalangi. Karena aku menganggapmu sebagai adikku. Tapi aku tidak akan melepaskan aar. Aku akan tetap mencampuri semua urusan aar. Tapi aku tak akan pernah menyentuhmu sama sekali. Ini karena semua yang telah kau lakukan untukku. Setidaknya anggaplag ini adalah bukti balas budi ku"
"Terimakasih rom. Kau selalu mengerti aku"
"Tapi tidak dengan rekan satu tim mu anna" romy menyeringai iblis di seberang sana.
"A-apa?! Jangan sentuh mereka romy!!"
"Ups maaf aku tidak janji"
'Tut
"Aar kau harus menyelamatkan rekan ku aku tak mau tau !" anna menarik baju aar dan berteriak di telinga aar.
Semua orang menutup telinga nya karena teriakan anna.
Sungguh malang telinga aar.
"Baiklah. Sekarang kau pergi ke salon untuk melakukan perawatan bersama mommy. Karena besok kau akan menikah" tiba-tiba mommy anna angkat bicara.
Aar hanya menahan tawa saat mendengar itu. Sedikit tahu tentang calon istrinya. Aar tau anna tak suka berlama-lam disalon. Dia tak suka jika badan nya di sentuh orang lain. Anna lebih suka merawat dirinya sendiri. Paling hanya datang kesalon untuk mengganti model atau warna rambut dan cat kuku.
----------------------------------------------------------------------