The Fucking Mafia

The Fucking Mafia
Episode 3


Anna pov


Malam ini malam ke tiga aku berada di rumah di apartemen. Malam terakhir yang ku janjikan pada daddy. Aku bilang akan menjawab lamaran om jack untukku.


Aku masih bingung apa jawaban yang akan ku berikan pada daddy. Pusing karena tak menemukan jawaban apa yang akan mu berikan pada daddy. Aku memilih untuk mengganti baju dan pergi ke club.


Mungkin dengan mencari partner ONS aku bisa mendapat sedikit pencerahan hahaha. Setelah mengganti pakaian ku aku bergegas keluar menuju basement apartemen.


Begitu sampai aku menghampiri si merah kesayangan ku. Ku hidupkan mesin dan music. Kuputar lagu ariana grande side to side. Kebetulan aku sedang suka lagu ini walaupun sudah lama.


Ketika sampai reff aku teringat pria yang menabrak ku di lorong kampus.


"Ah pria itu menggetarkan ku. Hanya mengingat nya saja aku sudah lemas. Apalagi saat aku berada di bawah nya. Oh.. Apa yang ku pikirkan?kenapa aku jadi cabul sekali. Aku memang butuh hiburan" ucapku pada diri sendiri dengan rona merah menghiasi pipi ku.


Tak butuh waktu lama aku sampai di club yang biasa aku datangi. Aku turun setelah memarkirkan si merah. Kemudian aku masuk ke club. Dom sang bartender sedang membuat pesanan pelanggan.


"Hey cantik. Apa yang membuat mu frustasi sampai kau datang kemari? Apa segitu berat nya masalah mu sampai kau datang kemari?" tanya dom pada ku.


"Yahh.. Kau selalu tau kebiasaan ku dom" jawab ku terkekeh.


"Tentu saja. Kau sudah seperti adikku. Bagaimana mungkin aku tak mengenal adikku" jawab nya membuat ku tersenyum.


"Yaa andai saja kita serumah sudah pasti aku puas setiap malam hahaha" goda ku pada nya.


Kuberitahu satu fakta. Sebenarnya aku dan dom adalah mantan ONS. Dulu ketika aku baru datang pertama kali ke club ini aku langsung mendapat tom sebagai partner ONS ku.


Ku akui dia memang hebat di ranjang. Dia pun mengatakan bahwa aku yanv terbaik di ranjang saat bersama nya. Tapi dia tak ingin mengulangi nya lagi bersama ku. Entah apa alasan nya. Aku pun juga tidak tau.


"Haha jangan menggoda ku cantik. Aku sudah hampir satu minggu tak menyentuh wanita. Jadi jangan salah kan aku jika kau berakhir di ranjang kalau terus menggoda ku" jawab nya mengerlingkan sebelah matanya.


"Wow.. Itu jawaban yang ku tunggu dom. Jadi? Tunggu apa lagi? Kalau begitu ayo kita naik ke ke kamar VIP di lantai atas" ku julurkan lidah ku pada nya.


"Sudah cantik aku tak ingin meladeni mu adik kecil" balas nya mengusap-usap kepalaku.


"Baiklah kalau kau tidak mau aku akan turun ke lantai panas itu untuk mencari mangsa. Padahal aku ingin mengulangi nya lagi dengan mu" ucapku kemudian mencium pipi kanan nya dan berlalu pergi.


>>>>>>>>>>>


Aku sedang berjalan menuju lantai panas tapi pandangan ku tak sengaja menemukan siluet laki-laki yang beberapa hari ini menghantui ku.


Ku hampiri dia tapi baru beberapa langkah aku ingin menghampirinya dia sudah berdiri kemudian pergi bersama teman nya. Aku mencoba mengikuti nya tapi tiba-tiba ada yang menahan tangan ku.


"Mau kemana cantik?" tanya luck.


"Aku ingin menghampiri teman ku luck. Lepaskan tangan ku" jawab ku sambil mencari cari keberadaan lelaki itu.


"Hey teman siapa yang kau maksud cantik? Apa teman ranjang mu?" tanya nya menggoda ku kemudian dia menyeringai.


"Hahaha kau tau saja luck" sambil berkata dalam hati "andai saja itu terjadi" aku terkekeh kecil.


"Sudahlah ayo minum. Sepertinya kau sedang dalam kondisi hati yang buruk" tebak nya


"Ya kau selalu aja menebak dengan benar. Mungkin setelah minum aku mendapat jawaban nya" balas ku.


"Jawaban apa yang kau perlu aku akan menjawab nya untuk mu?"


"Hahaha seperti kau punya jawaban untuk kisah cinta mu saja luck. Sombong sekali ingin menjawab persoalan hidup ku" balas ku dengan meledek nya.


Ya Luck parson. Seorang gay yang tertangkap basah oleh mama nya. Hahaha aku tertawa saat dia di paksa menikah dengan anak sahabat orang tuanya dari desa.


Luck tidak mau bukan karena wanita itu jelek. Tapi katanya dia bahkan sangat cantik. Dia hanya terlalu mencintai pasangan nya saat ini. Sekarang dia sedang di desak untuk segera menikah dengan gadis desa itu.


"Hey kenapa kau sudah kembali cantik?" tanya dom ketika aku duduk di kursi yang ku duduki tadi.


"Baiklah. Apa kau mau minum seperti biasa?" tanya dom.


"Ya aku seperti biasa" suara luck memyahut pertanyaan dom.


"Aku tak tanya kau dasar lelaki tak tau diri hahaha" ledek dom


"Sialan kau dom" ucap luck sambil mengacungkan tinju nya.


"Ahahahahahaha" aku hanya tertawa mendengar perdebatan mereka


>>>>>>>>>>>


Aaron pov


"Sekarang jelaskan Aar. Apa maksud dari kakak ipar yang kau maksud?". Todong alan.


"Ya kakak ipar. Istriku. Memang apa lagi?" Sahut ku enteng.


"Ta..tapi" alan seakan ingin menyanggah.


"Sudahlah cari saja apa susah nya. Kau akan tau semua nya jika sudah waktunya". Sergahku cepat.


"Baiklah. Tapi apa ini yang di bicarakan papa waktu itu Aar?". Tanya alan penasaran.


"Ya kau benar. Maka dari itu cari tahu lah tentang nya. Jika sudah dapat cepat kabarkan padaku" suruh ku.


"Secepat nya akan kau dapat kan Aar. Kalau begitu aku pergi dulu". Pamit alan.


"Baiklah. Aku juga akan ke club" jawab ku.


>>>>>>>>>>>>>>>>


Setelah sampai di club aku langsung naik ke lantai atas aku hanya ingin minum dan bersantai.


Susah sekali mendapat waktu santai setelah permasalahan yang terjadi. Aku harus bekerja keras menyingkirkan halangan yang menghalangi jalan ku.


Saat aku masuk ruangan ada beberapa botol minuman tapi dengan kadar alkohol rendah.


Aku sudah menghabiskan hampir 4 botol akhir nya aku berhenti dan beranjak pulang.


Saat di jalan pulang aku melihat perempuan duduk di pinggir jalan. Aku bertanya-tanya dalam hati "apa dia gila?kenapa dia duduk di pinggir jalan?dari penampilan nya tak mungkin dia gila. Dia seperti wanita berkelas" kataku dalam hati.


Akhirnya aku menghampiri nya. Tapi saat aku melihat nya aku terkejut. Rupanya dia gadis yang aku tabrak di lorong kampus yang mengundang ku mengisi acara di kampus itu.


"Apa yang kau lakukan di sini dengan keadaan mabuk nona?" Ku ulurkan tangan ku untuk membantu nya berdiri.


"Apa aku bermimpi?" Dia mengelus rahang ku kemudian dia kecup rahang ku yang di tumbuhi rambut tipis-tipis.


    "Kau menggodaku nona?" tanyaku kemudian menyeringai. "Welcome to my life, baby"


Sepertinya dia  tak paham apa yang ku maksud  tapi aku tak peduli. Ku tuntun dia masuk ke dalam mobil ku.


Setelah masuk mobil tiba-tiba dia menarik leherku dan mengecup bibirku. Aku terkejut dengan apa yang di lakukan nya.


Dia bergumam "Akhir nya aku menemukan mu" setelah itu dia menyandarkan kepalanya di bahuku dan tertidur.


Aku masih bertanya-tanya aku masih bingung dengan apa yang dia katakan. Akan ku tanyakan saat dia sadar nanti.


"Aku selalu memikirkan mu, memimpikan mu, mengharap kan mu menghangat kan ku saat tidur" gumam nya.


"Apa maksud mu??" Tanya ku tapi dia sudah kembali tak sadar.