
"Apa kalian tidak tau?"
"Tau apa? Jangan bertele-tele dokter!" Sentak aar.
"Sabar nak. Kita dengarkan dokter bicara terlebih dahulu"
"Tolong dokter berbicara secara jelas. Kami masih di rundung perasaan khawatir jangan menambah beban kami dengan penasaran perkataan dokter" ucap papa aar menengahi.
"Jadi kalian benar-benar tidak tau. Sebenarnya operasi mengeluarkan peluru tidak akan selama ini jika tidak hambatan. Karena hanya dua peluru yang bersarang di badan nona anna. Hanya saja peluru yang berada di perut nona posisi nya sangat berbahaya. Karena posisi peluru dan janin nona anna sangat dekat. Salah sedikit saja akan berakibat fatal. Beruntung kami bisa mengeluarkan peluru itu tanpa melukai janin nona anna"
Semua orang terdiam mendengar penjelasan dokter.
"Maksud dokter anna hamil?" Tanya aar memastikan.
"Benar tuan. Dan seperti nya janin nona anna kembar"
"A-APA?!K-KEMBAR??!" teriak semua orang yang ada disana. Antara kaget,bahagia, dan terharu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah aar berbicara dengan dokter tadi tentang keadaan janin kembar nya aar saat ini sedang menunggui anna.
Dokter bilang kemungkinan anna besok pagi sudah sadar. Anna harus di rawat di rumah sakit selama tiga hari atau mungkin lebih itu semua tergantung luka nya. Jika sudah kering maka anna boleh pulang secepat nya.
saat masih menunggui anna tiba-tiba saja hand phone aar berbunyi.
"ada apa alan?"
"markas A1 di serang bos"
"apa?!"
"sebaik nya bos kemari sekarang"
"baiklah aku akan kesana sekarang"
Skip
Tak butuh waktu lama karena hanya membutuhkan waktu 35 menit dari rumah sakit ke markas A1. Begitu memasuki markas aar mulai emosi. Bagaimana tidak anak buahnya banyak yang terluka entah ringan atau pun parah sama banyak nya.
Tapi hebatnya anak buahnya tidak ada yang terkena tembakan. Semua luka yang di derita oleh anak buahnya adalah hasil sayatan.
Siapa psikopat yang berani menantang aar. Sepertinya dia belum pernah melihat sisi psikopat aar. Sekilas info dulu aar pernah menyiksa lawan sesama mafia yang berani mengusik keluarga anak buahnya yang bernama anton. Dengan berani nya musuh aar memutilasi anak perempuan anton. Padahal anak anton masih berusia bulan.
Aar awalnya tidak tau siapa yang melakukan itu. Tapi tak butuh waktu lama dalam dua hari. Aar sudah menemukan pelaku nya.
Untuk membalaskan kematian anak anton. Aar melakukan hal yang sama yaitu memutilasi anak musuhnya begitu juga istri nya. Hanya saja aar tidak sampai mebunuhnya. Karena aar ingin melhat musuhnya menderita melihat istri dan anak nya cacat seumur hidup. Jika kalian ingin tahu kondisi anak itu mata nya tinggal satu sedang istri nya di cabuti kuku tangan dan kaki nya. Aar merekam semua kejadian yang dia lakukan dan mengirimkan pada musuh nya. Sejak saat itu tak ada yang berani mengusik kelompok mafia aar.
Tapi seperti nya aar memiliki mainan baru. Kembali saat ini.
"bos kau sudah sampai"
"ya. Bagaimana keadaan mereka?"
"10 tewas 15 menderita sayatan parah 20 sayatan ringan dan 50 tanpa gores sedikit pun"
"suruh anak buah mu cari keluarga mereka dan pindahkan di red house 1"
"baik bos. Apa yang akan kita lakukan sekarang bos?"
"saat ini lebih fokuskan saja merawat mereka. Besok kau cari semua informasi. Sistem keaman disini tidak bisa di hack oleh siapa pun. Aku menciptakan cctv pengecoh mereka yang ingin meng-hack merasa berhasil tapi sebenarnya mereka tak berhasil. Jadi pasti ada rekaman nya"
"siap bos. Lalu bagaimana keadaan kakak ipar?"
"dia belum sadarkan diri. Dan ada kabar gembira anna sedang mengandung dan perkiraan dokter anna mengandung bayi kembar"
"wah selamat bos" alan menyalami bosnya itu.
"tapi aku sedikit khawatir karena sekarang musuh sudah berani menyerang markas. Aku khawatir mereka sudah mengetahui identitas ku sebagai pemimpin black tiger. Terlebih searang aku sudah mempunyai istri dan sebentar lagi anak"
"tenang saja bos. Identitas mu masih aman. Lagi pula anggota kita tidak memiliki ciri khas jadi tidak akan mudah melacak mereka apalagi kau bos"
Tring tring tring
"sebentar" ucap aar.
Kemudian aar mengangkat telepon dari mertua nya.
"hallo mom. Ada apa?"
"hiks..hiks..hiks k-kau di mana a-aar hiks"
"sayang kenapa kamu menangis?"
"kamu hiks tega meninggalkan ku hiks. Apa kamu menyesal menikahiku hiks"
"s-sayang apa maksudmu?"
"kenapa kamu meninggalkan ku?! cepat kemari atau aku akan minta cerai"
Tut-tut
"ada apa bos?"
"baik bos. Hati-hati"
Aar menganggukan kepala kemudian melesak dengan kecepatan tinggi dengan mobil nya.
Begitu sampai di rumah sakit aar langsung turun dari mobil nya. Aar berlari menuju ruang rawat anna. Tanpa mempedulikan jika dia menjadi pusat perhatian karena dia semakin tampan saat berkeringat.
Begitu sampai aar melihat anna sedang menangis sesenggukan dan memunggungi semua orang. Termasuk dokter yang ingin memeriksa keadaan anna setelah siuman.
"aar anna tidak mau berhenti menangis dari tadi" adu mama mertua nya.
"bujuklah dia nak. Dokter sudah disini dari tadi" ucap papa aar.
"baiklah pa"
Aar melangkahkan kaki menuju ranjang rumah sakit yang ditiduri anna.
"sayang" panggil aar.
"pergi mau apa kamu kemari. Aku mau cerai. Aku mau cari suami baru"
Aar tersentak kaget dengan ucapan anna. Tidak biasanya anna secengeng dan semanja ini.
Mommy kemudian mendekat kearah aar dan membisiki aar.
"hormon ibu hamil nak. Jangan kaget"
Aar mengangguk tanda mengerti.
"sayang kenapa kamu seperti ini? Apa kamu mau melepas suami mu ini untuk wanita yang mengantri di luar pintu?" tanya aar menggoda.
Memang sejak aar berlari tadi banyak wanita yang mengejar aar sampai depan kamar rawat anna. Mereka tidak bisa masuk karena di depan pintu sudah ada anak buah aar.
Anna kemudian sadar dengan teriakan-teriakan dari luar pintu. Anna terlalu fokus menangis hingga tidak menydari keberadaan wanita-wanita itu.
"bagaimana sayang? Kamu yakin mau cerai?"
"tidak ! tidak akan ! akan kubunuh mereka yang berani mengantri di depan pintu" ucap anna berapi-api.
Semua orang yang berada di sana tercengang dengan ucapan anna. Karena tidak menyangka semangat anna akan membara hanya dengan godaan kecil dari aar.
Lebih tercengang lagi sekarang semua orang melongo dengan kelincahan anna. Sekarang anna sudah berpindah di pangkuan aar.
Dokter tidak habis pikir dengan anna. Padahal anna sehabis melakukan operasi besar tapi lihatlah. Anna seakan seorang yang sehat tak melihat rasa sakit sedikitpun dari raut wajahnya.
"sayang jangan bergerak semaumu. Kamu baru saja melakukan operasi besar sayang" ucap mommy mengingatkan anna.
"operasi seperti itu tidak akan membuat ku kehabisan tenaga mom. Jadi jangan terlalu tegang begitu"
Daddy anna hanya menggeleng heran dengan anak perempuannya ini.
"kakak ipar kau harus hati-hati sekarang karena kau sedang hami kasian anak dalam kandungan mu" ucap sonny.
"A-APA?!"
"sayang telinga ku sakit" keluh aar karena anna berteriak tepat di sebalah telinga aar.
"maaf. Apa benar aku sedang mengandung aar?" tanya anna pada aar.
"iya sayang. Maka dari itu berbaringlah dan dokter akan memeriksa kedaan kalian. Dan kmau mengandung bayi kembar sayang sesuai harpan mu kan?"
Anna berbinar mendengar ucapan aar. Tanpa basa-basi anna langsung berbaring lagi di ranjang rumah sakit.
"dokter cepatlah periksa kedaan ku. Jika terjadi apa-apa dengan ku dan anakku akan ku bom rumah sakit ini"
Semua orang terkekeh mendengar uacapan anna.
"kakak jangan seperti itu kau sedang hami' peringat sonny.
"ups sorry"
Semua orang tertawa melihata kelakuan anna. Dokter kemudian mendekat kearah anna. Memeriksa keadaan anna dan keadaan janin anna.
"tenang saja. Semua baik-baik saja. Nona anna anda harus hati-hati dalam melakukan gerakan untuk sementara. Karena kemarin peluru bersarang di dekat rahim anad. Jadi saya sarankan untuk tidak banyak bergerak dulu. Yang saya takutkan jika nona anna bergerak terlalu lincah itu akan membuka jahitan di dalam"
"baiklah dokter" jawab anna semangat.
"jangan lupa rajin meminum obat anda jika anda tidak sabar untuk pulang kerumah nona"
"siap dokter. Lalu dokter berapa usia kandungan ku sekarang?"
"saya perkirakan masuk minggu ke empat nona. Untuk detailnya sebaiknya nona periksakan di dokter kandungan"
"baiklah dokter terimakasih"
"sama-sama nona. Saya undur diri semuanya"
Semua orang mengangguk menanggapi pamitan dokter.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------