The Fucking Mafia

The Fucking Mafia
12


Setelah ketegangan yang sempat terjadi ketegangan yang sangat menghebohkan jantung kemarin pagi. Kini semua orang sedang sibuk menyiapkan acara pengucapan janji suci aar dan anna.


Ya !


Hari ini adalah hari pernikahan mereka. Semua orang sibuk hilir mudik dengan peran masing-masing.


Kemeriahan dan kemewahan adalah tema pernikahan mereka. Tak tanggung-tanggung bahkan gedung yang di gunakan pun mampu memuat 1000 orang lebih.


Semua kerabat,keluarga,sahabat dan semua orang-orang terdekat datang hari ini. Dari yang berbeda kota bahkan negara atau benua. Mereka berkumpul bersatu di sini hari ini. Mereka semua akan mengenakan baju dengan warna senada dengan pasangan utama hari ini. Putih di pagi hari untuk pengucapan janji suci dan maroon di malam hari untuk resepsi.


Saat ini anna sedang di rias di ruangan nya. Sahabat nya ashleen pun turut datang untuk menemani sahabat nya di hari spesial nya. Walau sempat terkejut saat mendengar cerita anna. Ini bahkan tidak ada 2minggu dari terakhir mereka bersama. Lalu tiba-tiba anna datang membawa berita bahagia.


"Kau sangat cantik anna. Calon suami mu sangat beruntung bisa mendapatkan mu" ashleen menepuk bahu anna dan menatap pantulan wajah anna.


"Tidak ashleen" anna menggeleng. Kemudian melanjutkan "Sebenarnya akulah yang beruntung mendapatkan calon suami ku. Dia pria yang sangat istimewa. Kemana saja aku baru bertemu dengan nya?" tanya anna entah pada dirinya atau pada sahabat nya.


"Hm. Semoga kalian selalu bahagia anna. Aku sangat menyukai ekspresi mu saat kau membicarakannya. Sangat berseri-seri"


Anna terkekeh.


"Kau harus menemukan belahan jiwa mu agar kau mersakan apa yang kurasakan saat ini. Dan juga aku akan selalu bahagia. Bahkan jika ada yang mengancam kebahagiaan ku. Aku akan menyingkirkannya dan menggiling nya menjadi debu"


"Emm sepertinya aku sudah menemukannya. Hanya saja dia seperti gak tertarik padaku. Dan juga jangan bicara seperti itu. Kau tau? Aku saja yang sahabat mu merinding mendengar nada bicara mu apalagi orang lain huh"


"Mana mungkin ada pria yang tidak tertarik padamu?. Apa mata pria itu buta?!. Baiklah-baiklah aku takkan berbicara seperti itu lagi"


"Bukan buta anna tapi sepertinya dia lain dari pria yang lain. Aku sangat tertarik padanya. Dan aku akan terus mengejarnya"


Saat anna akan menjawab ucapan ashleen salah seorang perias menginterupsi mereka berdua.


"Baiklah nona-nona kita berhenti disini dulu perbincangan nya. Nona anna harus memakai gaun nya dahulu"


"Baiklah chris. Mana gaun ku?"


"Sudah di ruang ganti nona bersama dengan para pelayan yang akan membantu anda nona"


Kemudian anna menuju ruang ganti setelah ashleen pamit keluar untuk melihat semua persiapan.



(Ini gaun yang anna pakai)


Di ruangan lain aar ditemani alan sedang mematut diri di depan cermin. Merapikan lagi tuxedo yang di kenakan nya.



"Apa aku sudah tampan al?"


Tiba-tiba alan merinding dengan pertanyaan aar.


"Pertanyaan macam apa itu. Kau seolah-olah sedang menggoda istrimu. Menjijikan"


Aar terkejut dengan jawaban alan.


"Apa maksudmu sialan!"


Aar mengambil botol parfum dan melemparnya ke arah alan yang langsung di tangkap alan.


"Coba kau ulangi pertanyaan mu. Kau seolah sedang bertanya menggoda istrimu di pagi hari saat kau akan berangkat kerja setelah istrimu membenarkan dasimu"


Kemudian aar tersadar. Benar juga pikir aar. Kenapa dia bisa bertanya hal menjijikan seperti itu. Tanya nya pada diri sendiri.


Mungkin karena dia sudah tidak sabar.


Tiba-tiba terdengar interupsi dari sonny.


"Kak. Mari turun semua sudah menunggu"


"Ya ayo. Apa anna sudah siap?"


"Tidak tau. Sekarang ayo turun. Tak usah banyak tanya. Acara akan segera dimulai"


"Yaya crewet"


Aar langsung turun. Semua tamu undangan sudah menunggu. Saat aar sampai acara langsung dimulai.


Kini aar sedang menunggu anna. Aar berdiri tegap di altar menengok ke pintu masuk.


Terdengar musik iringan pertanda mempelai wanita memasuki ruangan.


(Anggap saja itu temanya berwarna maroon 😂 nyari yang sesuai gak ada 😅)


Anna berjalan pelan menuju aar dengan di gandeng daddy nya. Aar tersenyum meski terlihat menyeringai. Tapi anna tau aar sedang tersenyum padanya.


Sampai anna berada di hadapan aar, aar masih menatap nya dengan tersenyum. Kemudian daddy anna mengambil tangan anna dan memberikannya pada aar. Kemudian berucap.


"Jaga anna untuk daddy"


"Baik daddy. Aku akan menjaga nya untuk diriku sendiri"


Kemudian daddy anna menepuk bahu aar tersenyum dan menghampiri istri nya. Istrinya terlihat berkaca-kaca.


Pendeta kemudian mengumumkan upacara sakral akan dimulai. Mulai dari pengucapan janji, pemberkatan, kemudian doa. Di tutup aar mencium bibir anna. Semua orang bertepuk tangan.


Setelah itu para tamu memakan makanan yang tersedia. Tamu yang hadir saat ino hanya orang terdekat saja sedangkan tamu seperti klien bisnis dan lainnya datang nanti malam saat resepsi.


4 jam berlalu. Kini semua sudah kembali ke kamar hotel masing-masing. Anna dan aar juga sedang di kamar. Mereka sudah membersihkan diri lalu bersantai ria. Ingin beristirahat menyiapkan tenaga untuk resepsi nanti malam.


Anna mengelus kepala aar pelan. Aar sedang berbaring dengan posisi kepala di paha anna. Sedangkan anna duduk menyenderkan punggungnya di kepala ranjang.


"Aar nanti kamu ingin anak berapa?"


Dahi aar mengerut bingung.


"Memang kenapa?"


"Hanya ingin tahu saja. Cepat jawab" rengek anna.


"Yang pasti aku ingin punya banyak anak" aar menyeringai.


"Umm kalau begitu kita satu pemikiran" ucap anna senang. Kemudian membungkukkan badan mengecup bibir aar.


"Memang kamu ingin berapa anak hm?" tanya aar membalikkan badan kesamping menghadapkan wajah nya ke perut anna mengusel gemas.


"Aku ingin 6 anak. Anak pertama dan kedua kembar cowok lalu anak ketiga dan keempat kembar sepasang lalu anak kelima dan terakhir kembar cewek. Pasti akan menggemaskan. Benar kan?"


"Ya jadi mari kita membuat kakak nya terlebih dahulu" aar menyeringai. Kemudian bangun dan ingin mencium anna.


"Tidak" tolak anna langsung dan mendorong wajah aar dengan tangan nya. "Kita harus istirahat. Ingat nanti malam kita akan berdiri sepanjang acara. Aku tak mau kalau aku sampai pingsan saat menyalami tamu karena ulah mu"


"Tapi--" aar ingin membantah.


"Tak ada tapi-tapi. Sekarang tidur nanti aku harus dirias lagi untuk acara nanti malam" anna menarik aar agar tidur disamping nya.


Tak sampai 10menit setelah berbincang sebentar mereka sudah terlelap.


2jam kemudian mommy anna mengetuk kamar hotel anna dan aar. Membangunkan untuk siap-siap resepsi nanti malam.


"Anna, aar bangun kalian harus bersiap" teriak mommy anna sambil mengetuk pintuk.


"Anna bangun!" Teriak mommy anna lebih keras.


Di dalam kamar anna menggeliat bangun mendengar gedoran pintu dan teriakan mommy nya.


"Iya mom. Kami sudah bangun" balas teriak anna.


"Hey ayo bangun. Kita harus siap-siap" ucap anna membangunkan aar dengan mengecup bibir aar.


"Hmm sebentar lagi"


Anna menggelengkan kepala kemudian bangun menuju kamar mandi.


15 menit kemudian anna keluar dari kamar mandi dengan handuk di lilitkan di dada nya. Anna melihat aar masih belum bangun.


"Dasar kerbau" anna menggelengkan kepala dan menuju almari untuk mengambil baju.


Setelah mengambil baju anna menghampiri aar yang masih tidur di ranjang.


"Hey. Ayo bangun. Apa kau tidak ingin menghadiri acara resepsi kita?"


Aar hanya menjawab gumaman saja.


"Aar. Apa kau mau aku berdiri sendiri di atad panggung dan menyalami semua tamu?. Apa kau tak mau menikmati malam pertama yang panas setelah resepsi?" Tanya anna nakal karena tak berhasil membangunkan aar.


"Hahh kau benar-benar menyebalkan sayang. Bagaimana bisa kau mengucapkan itu saat aku sangat ingin memakanmu sekarang" ucap aar mengerucutkan bibir nya.


Anna terkekeh "Mandi lah aku akan keruang rias terlebih dahulu" ucap anna mengecup bibir aar.


Setelah pintu tertutup dari luar. Aar menggerutu di tempatnya.


"Bagaimana bisa dia membangunkan singa tidur lalu meninggalkan nya" gerutu aar tak habis pikir.


Skip


Saat ini aar dan anna sudah berdiri di atas panggung menyalami dan melayani para tamu yang ingin berfoto bersama mereka.


"Hallo aar. Bagaimana bisa setelah lama kita tak bertemu saat aku kembali kemari kau sudah menikah" ucap seorang wanita dengan nada manja.


"Hmm. Aku menikah atau tidak itu tidak ada hubungan nya dengan mu. Lalu apa masalah mu?" Balas aar tajam.


Anna menggennggam tangan aar saat melihat aar mulai emosi.


"Hey tenanglah. Kita sedang jadi pusat perhatian. Emm nona jika kau ada yang perlu di katakan dengan aar mohon tunggu di bawah kau membuat antrian menjadi panjang"


"Hahh dasar sombong" ucap wanita itu sebelum berlalu dengan angkuh tanpa menyalami pasangan pengantin baru itu.


Anna hanya menggelengkan kepala.


"Siapa dia aar?"


"Hanya mantan ****** peliharaan ku" ucap aar dingin.


Anna tahu aar sedang memendam emosi nya. Kemudian mereka menyalami tamu lagi.


'Dor dor


"Ahhkkk" anna menjerit saat lengan nya tiba-tiba terkena timah panas itu.


Semua orang tua langsung panik tapi tidak dengan para tamu pengantin. Jangan heran karena mereka semua tentu saja sama dengan aar. Mafia.


"Bunuh siapa saja pelakunya. Ku berikan satu perusahaan ku jika kalian bisa menangkap dalangnya !!" teriak aar lantang.


'Dor


"Aahhkkk" teriak anna lagi.


----------------------------------------------------------------------