
🌈🌈🌈
Nikmati selagi kau masih memandangnya
Jika sudah pergi, kau tidak bisa melihat keindahannya.
🌈🌈🌈
Akhir pekan ini, Arcyla membuat janji dengan Zio untuk bertemu di taman favorit mereka berdua dulu. Maka dari itu, pagi buta gini Arcyla menyiapkan penampilannya untuk lebih sempurna lagi dimata Zio.
Dari ujung rambut sampai ujung kaki ia rias sebaik mungkin dan akhirnya selesai.
"Udah cantik belum, Sy?" tanya Arcyla sambil menatap cermin.

"Jangan ditanya lagi, lo kan emang udah cantik dari lahir." puji Kresy.
Merasa penampilannya tidak dinilai meyeluruh oleh Kresy, Arcyla kembali bertanya,"Ih, bener dong!!! jangan bercanda, gue udah cocok belum pake baju ini?" ulang Arcyla.
"Yaampun Cyl, udah cocok banget kok." jawab Kresy memutar bola matanya malas.
"Pasti ada yang kurang, ya?" tanya Arcyla.
"Ih, lo bawel banget sih!! Cuma mau ketemuan biasa aja hebohnya kek mau kepelaminan." cibir Kresy.
"Ah, elo, kalo gue minta saran kagak pernah dijawab." kesal Arcyla sambil duduk didepan cermin rias.
"Trus, menurut lo tadi gue ngomong bukan ngejawab pertanyaan lo?" tanya Kresy yang masih ditempat tidur.
"Tau, ah. pusing gue." kata Arcyla merapikan rambutnya.
Arga masuk ke dalam kamar Kresy tanpa ijin, ia langsung duduk di kursi dan menatap Arcyla. Dari awal Arga memang sudah tahu hari ini Arcyla ada janji dengan seseorang dari ponsel Arcyla yang diretas oleh Arga tanpa sepengetahuan Arcyla.
"Pake BH doang juga udah cocok dan cantik, Cyl." canda Arga.

"Lo mau BH gue? Sini lo!!" pekik Arcyla berlari kearah Arga.
"Awas!!" himbau Kresy dan Arga.
Sayangnya, kaki Arcyla sudah tersandung karpet lantai yang terbuka, sehingga ia harus terjatuh di pangkuan Arga yang sedang duduk di kursi.
Arcyla terdiam sambil menatap Arga.
"Oh, jadi maksud lo gue harus buka bh lo langsung gitu?" tanya Arga sambil memiringkan kepalanya.
Sepertinya, dalam otak Arga saat ini hanya ada BH...BH...BH saja!! Arcyla langsung berdiri dan memukul kepala Arga dengan botol minum.
"Aww!" rintih Arga sambil mengusap kepalanya.
"Dasar, otak mesum!!" ketus Arcyla lalu pergi keluar kamar.
"Yaampun Arga!! lo kayaknya seneng banget ya bikin Cyla kesel." kata Kresy beranjak dari tempat tidurnya lalu membantingkan bantal kewajah Arga.
"Jangan nimpuk muka ganteng ini juga kali. Gue kan pengen aja buat Arcyla marah." ucap Arga.
"Udah sono lo susul Arcyla." suruh Kresy.
"Ngapain gue harus susul dia, bukannya mau ketemuan sama si Zio-Zio itu ya?" ucap Arga.
"Lo tau darimana Arcyla mau ketemuan sama Zio?" tanya Kresy heran.
"Ituuu_mm bukannya tadi lo lagi bahas itukan? tau ah, gue mau balik." ucap Arga melengos.
"Aneh." gumam Kresy.
..........
Taman kenangan
Tempat ini yang selalu Arcyla dan Zio datangi dulu, sebelum akhirnya mereka tak saling bertemu. Tapi untungnya, sekarang ini Arcyla dan Zio bisa bertemu lagi.
Arcyla duduk di bangku taman dengan hiasan bunga yang melingkar indah disampingnya. Ia tersenyum "Mekarmu indah, mawar." batin Arcyla. Tak lama setelah Arcyla menunggu, akhirnya yang ditunggupun sudah ada di depan mata dengan membawa sebuah buket bunga berwarna merah kesukaan Arcyla.
"Ini untuk kamu, Cyla." ucap Zio sambil duduk disamping Arcyla.
Arcyla tertawa malu," nggak usah repot-repot, tapi makasih loh." ucapnya.

Zio menatap Arcyla yang sedang tersenyum, iapun langsung tersenyum manis ke arah Arcyla.
"Aku senang kamu bisa tersenyum didepanku lagi." ucap Zio sambil mengelus rambut Aryla.
"Memangnya, aku nggak pernah tersenyum di depan kamu? Kayaknya, dulu kita selalu tertawa bersama." ucap Arcyla.
"Sepertinya begitu, tapi aku baru melihatnya lagi dan aku harap ini bukan senyuman terakhir kamu." ucap Zio.
"Maksud kamu apa ngomong gitu?" tanya Arcyla.
"Nggak papa," jawab Zio.
Arcyla dan Zio menghabiskan waktu seharian di taman, dari makan eskrim sampai main prosotan anak kecil yang ada di sana. Sampai akhirnya, aktivitas itu terhenti saat ponsel Zio berdering.
Zio mendapat panggilan dari Serina dan iapun terpaksa harus meninggalkan Arcyla, lagi. Padahal baru sebentar Zio bersama Arcyla dan Arcylapun begitu. Tapi karna ada hal lain, Zio harus bergegas pergi menuju rumah Serina.
"Sorry ya Cyl, lo harus gue tinggal lagi. Serina butuh gue." ucap Zio lalu pergi tanpa jawaban dari Arcyla.
"Baru aja aku kamu, dia udah bilang gue elo lagi." kecewa Arcyla sambil menatap bunganya.
"Lo balik aja Cyl, kata nyokap lo nanti di rumah ada jamuan keluarga." kata Kresy.
"Jamuan keluarga apanya? Guekan nggak punya keluarga." jawab Arcyla.
"Mending lo balik dulu aja, turuti mau nyokap lo. Setelah itu, lo bisa balik lagi kerumah gue." ucap Kresy.
"Males kalo balik sendiri, gimana kalo lo ikut aja?" usul Arcyla.
"Yaudah deh, lumayan makan gratis." ucap Kresy.
"Dasar, mata keranjang makanan!" cibir Arcyla, lalu mematikan ponselnya.
****
Arcyla Pov
Dengan langkah berat, aku memasuki rumah mama bersama Kresy. Di meja makan sudah dipenuhi dengan orang yang baru aku lihat. Mamaku menghampiriku dan menyuruhku untuk duduk di meja makan, disitupun ada Zio bersama wanita itu. Aku heran kenapa mereka berdua ada di jamuan makan keluargaku.
Mama mulai berbicara.
"Kresy, kamu juga ikut?" tanya mama.
"Iya tante," ucap Kresy.
"Yaudah kamu duduk ya. Mas Bayu, ini Arcyla anak aku. Dan Arcyla ini papa Bayu, papa baru kamu." ucap mama.
"Anak kamu cantik juga," puji Bayu.
"Anak mas juga cantik." ucap mama sambil mengelus rambut cewe itu.
"Oh iya, Serina ini Arcyla anaknya mama. Arcyla, Serina ini anak dari papa Bayu." kata mama.
Apa maksudnya ini? Kenapa bisa kebetulan begitu. Selama ini kan Zio dekat dengan Serina, dan sekarang Serina tiba-tiba menjadi saudara tiri aku.
"Ini acara apa mah?" tanyaku.
"Ini jamuan keluarga," jelas Mama.
"Lalu, Zio kenapa ada disini?" tanyaku.
"Jadi gini, mama dan papa kamu mau menjodohkan Serina dan Zio." jelas mama.
Aku terkejut sambil menatap Zio dan Serina bergantian. Dari wajah mereka, tak terlihat penolakan sama sekali. Sepertinya Zio pun menyetujui perjodohan itu.
"Perjodohan?" tanyaku
"Iya sayang, minggu depan kami menggelar acaranya." ucap Bayu.
Aku bergegas keluar rumah untuk menghindari apa yang akan terjadi. Mamaku mengikutiku, begitupun dengan Zio dan Kresy. Sedangkan Serina dan papanya tidak ikut keluar.
"Arcyla!!" seru mama.
Aku berhenti, lalu berbalik menatap mama.
"Rencana apa lagi ini, ma?" tanyaku
"Kamu harus bisa menerimanya!!" ucap mama.
"Iya Cyl, ini demi kebaikan kita bersama." ucap Zio.
Aku menghiraukan ucapan Zio, aku menatap mama kecewa.
"Menerima apa mah? Apa nggak cukup mama mengorbankan perasaan aku dan menyembunyikan pernikahan itu dari aku!!" ucapku kesal.
"Mama tahu ini berat untuk kamu. Tapi kamu sebagai wanita harus bisa mengerti bagaimana jika ada diposisi Serina. Sekarang dia sedang membutuhkan pendamping, karena dia sakit keras." jelas mama.
"Okey, aku bisa mengerti, ma! Aku bisa mengerti bagaimana perasaan aku kalau aku diposisi Serina. Tapi mama juga harus bisa mengerti apa yang aku rasakan sekarang!! Aku juga butuh pendamping mah. Mama juga wanitakan? Bukannya dari dulu mama tau aku dekat sama Zio, tapi kenapa mama harus menjodohkan Zio dengan Serina. Bukan aku?" ucapku meluapkan emosi.
"Karna tak ada pilihan lagi." ucap mama.
"Mama bilang, nggak ada pilihan. Memangnya cowo di dunia ini cuma Zio?" bentakku.
"Cyla, lo apa-apaan sih bentak mama lo gitu?" tanya Zio.
"Ini udah keterlaluan Zio!! Aku udah cape dengan semua ini. Mulai sekarang, terserah mama mau ngelakuin apapun. Buat nyawa aku hilang sekalipun, nggak papa kok. Dari dulu mama emang nggak pernah mengerti perasaan aku. Aku udah cukup menanggung beban ini, mah." ucapku berlari meninggalkan mereka.
"Cyl, tunggu!!" teriak Kresy.
"Tante, aku susul Arcyla." pamit Zio.
"Jangan! Biarkan dia pergi, lebih baik kamu masuk kedalam menemani Serina." suruh mama Arcyla.
"Tante!! Kenapa tante setega itu sama Arcyla. Dia udah banyak berkorban buat tante dan papanya. Kenapa tante harus mengorbankan perasaannya juga? Kenapa tante tidak membiarkan Arcyla bahagia sehari saja." ucap Kresy tak terima.
"Kamu tidak tahu apa-apa, Kresy." ucapnya masuk kedalam rumah.
"Zio!! lo mau kemana?" tanya Kresy.
"Gue harus nemenin Serina." ucap Zio.
"Lo bakal ngebiarin Arcyla pergi gitu aja? kalo ada apa-apa sama dia gimana!!" bentak Kresy.
"Gue cuma harus masuk ke dalam" kata Zio lalu bergegas masuk kedalam.
"Brengsek lo, Zio!!" teriak Kresy lalu berbalik dan mengejar Arcyla.
Bersambung....