I AM HERE

I AM HERE
15.Bertemu ayah?


***


Kebahagiaan,


kadang datang tak terduga.


Begitu pun dengan duka,


yang datang tak terkira.


***


Arcyla terbangun ... lalu yang pertama dilihatnya adalah Arga yang sedang sibuk menutupi luka ditubuhnya dengan plester. Teman-temannya, seperti, Kresy, Reno, Bagas, dan Indra mereka pun ada di sana. Arcyla tidak tahu lagi apa yang akan dia katakan nanti kepada Arga. Untuk kedua kalinya, Arcyla ditolong Arga dan untuk kedua kalinya juga ia merasa nyaman didekat Arga.


"Arcyla sadar!" sahut Indra saat melihat mata Arcyla yang terbuka.


"Lo nggak papa?" tanya Kresy, Arcyla tersenyum.


"Arga," lirih Arcyla.


Arga menoleh lalu tersenyum, "gue kira lo itu cewe kuat, ternyata sama aja kayak cewe lain, lemah!"


"Gue nggak lemah, gue cuma cape aja." keluh Arcyla.


"Kalo cape kenapa harus teriak-teriak kayak tadi? Ngelukai diri sendiri lagi!" protes Arga.


"Tau nih, Arcyla bikin panik aja." protes Reno.


Zio, Serina dan mamanya masuk kedalam uks. Dengan wajah yang khawatir, mamanya langsung menghampiri anaknya dan mengelus rambut Arcyla lembut. Arcyla menepis pelan tangan mamanya, lalu memalingkan wajahnya.


"Kamu kenapa, sayang?" tanya Audi.


"Tante, berhubung Arcyla sudah siuman. kami pamit keluar." pamit Bagas diikuti dengan yang lain


Arga yang merasa tidak ingin ikut campur dengan masalah Arcyla pun langsung saja pamit untuk keluar juga. Dengan cepat, Arcyla menahan tangan Arga dan tidak membiarkan Arga meninggalkannya.


"Lo di sini aja," pinta Arcyla.


"Arcyla, sebaiknya kamu kontrol emosi. Jangan kayak tadi gitu." ucap Zio tiba-tiba membuat Arcyla mual.


"Aku minta, kalian bertiga keluar sekarang juga!! Aku tidak butuh ceramahan atau pun belas kasihan dari kalian." tegas Arcyla dengan nada menekan.


"Kak, kakak nggak boleh gitu sama mama kakak." balas Serina.


"GUE BILANG KELUAR!!!" teriak Arcyla sambil menyumbat kedua telinganya.


"Tante, sebaiknya tante kasih waktu untuk Arcyla. Dia masih belum bisa mengontrol emosinya." tutur Arga.


"Baiklah, tante titip Arcyla ke kamu ya." pinta Audi.


Mereka bertiga pun langsung keluar dari ruang uks. Arcyla mengusap kasar wajahnya. Arga mengelus lengan Arcyla dan memintanya untuk meminum air hangat yang sudah disiapkan olehnya. Setelah itu, hati Arcyla pun sudah merasa lebih baik dan ia meminta Arga untuk mengantarnya ke kelas. Setelah Arga mengantar Arcyla ke kelas, di keluar lagi membeli makanan untuk Arcyla yang dari pagi belum sarapan. Anita masuk kedalam kelas Arcyla, lalu menyuruh Arcyla keluar sebentar.


"Ada apa?" tanya Arcyla.


"Sepertinya lo butuh bantuan gue," tawarnya.


"Bantuan apa?" tanya Arcyla.


"Lo pasti sangat cinta kan sama Zio? Gue bisa ngebantuin lo." usul Anita.


"Meskipun gue butuh bantuan, gue bakal minta bantuan ke Kresy atau mungkin Reno. Nggak perlu jauh-jauh ke elo." ucap Arcyla.


"Iya, apaan sih lo, sok kenal sok dekat banget. Lagi pula, Arcyla udah sama Arga kok, ya kan, Cyl" timpal Kresy yang sebenarnya menguntit dari tadi.


"Apaan sih lo!" balas Arcyla masuk kedalam kelas sambil senyum-senyum sendiri.


Anita mengepalkan kedua tangannya,"Hari ini, lo berdua boleh tertawa. Esok, lusa, lihat saja." ancam Anita dalam hati.


*****


Audi menghampiri Bayu yang kebetulan juga ada di sekolah untuk menjenguk anaknya. Ada satu hal yang harus kalian ketahui dari sepasang kekasih itu ... oh, tidak!! Maksudnya seorang ibu dan ayah. Sebenarnya, mereka tidak benar-benar menikah. Mereka hanya membuatnya seolah-olah sudah menikah, padahal semua itu hanya untuk membuat Serina mendapati perhatian dari seorang ibu. Karna dari dulu, ia tak pernah mendapatkan perhatian itu.


"Mas Bayu, sepertinya saya tidak bisa melanjutkan semua ini!" ucap Audi sambil menangis.


"Kenapa tiba-tiba?" tanyanya heran.


"Anakku, dia menderita karna aku mas. Aku tidak tahan lagi melihatnya. Jika bukan karna mas Anto, aku tidak akan melakukan semua ini." lirih Audi.


Dari kejauhan, Arga yang kebetulan lewat pun tidak sengaja mendengarkan percakapan itu. Ia bersembunyi dibalik dinding, dan melihat mereka dari belakang.


"Jika kamu ingin mengakhiri kontrak ini, bagaimana dengan penyembuhan suamimu dan anakku? Bukankah perjodohan dengan Zio atas dasar keterpaksaan! Jika Zio kembali kepada Arcyla, bagaimana dengan anakku?" tanya Bayu.


"Jadi, mereka itu nggak benar-benar menikah?" gumam Arga.


"Aku akan memutuskan kontrak itu," ucap Audi.


"Kamu tidak bisa segampang itu, dong. Jika kamu membatalkan kontrak itu, maka semua yang pernah aku berikan untuk pengobatan suamimu harus dibayar!! Berapa juta? Tidak Audi, uang yang sudah aku berikan itu miliaran. Apa kamu sanggup dengan semua ini? Meskipun sanggup, kamu tidak akan bisa mengobati penyakit suamimu itu dan menggajih pembantumu." jelas Bayu panjang lebar.


"Tapi mas, anakku menderita." jawab Audi.


"Terserah kamu, keputusan semuanya ada ditanganmu. Jika kamu ingin kehilangan suamimu dan anakmu karna rahasia ini, silahkan. Karna jika anakku, dia memang benar-benar akan mati. Aku melakukan ini hanya agar anakku tersenyum kembali." ucap Bayu beranjak dari duduknya, lalu meninggalkan Audi yang masih merenung.


Arga terkejut saat mendapati wajah itu, wajah yang sangat mirip sekali dengan ayahnya. Tidak!! Dia memang benar-benar ayahnya Arga yang sudah lama tidak terlihat. Arga berlari menghampiri Bayu, lalu menahannya. Bayu berbalik dan merasa heran, kenapa tiba-tiba anak ini menahannya.


"Pah ... ini, Arga."


Sebelumnya, Bayu terlihat bingung tapi setelah Arga menunjukkan foto ibunya, Bayu pun tersadar dan memeluk Arga dengan erat. Untuk pertama kalinya, Arga mendapat pelukan dari ayahnya setelah lama terpisah.


"Sungguh, papa berharap bisa bertemu denganmu, dan akhirnya kamu ada didepan papa." ucap Bayu.


"Pah, berarti Serina adalah adik aku, Riri?" tanya Arga.


"Iya, Serina sudah tumbuh menjadi gadis cantik. Tapi dia sedang berjuang melawan sakit, Arga. Dia butuh pendonor hati." jelas Bayu.


"Lalu, tante Audi. Dia tidak benar-benar istri papa?" tanya Arga.


"Tidak, papa hanya menbuat kon_"


"Arga sudah tahu semuanya, pa." potong Arga.


"Papa!" panggil Serina, lalu memeluk Bayu.


"Serina, kamu tahu siapa yang ada di depanmu?" tanya Bayu.


"Kak Arga, temannya kak Cyla?" ragu Serina.


"Lebih tepatnya, dia adalah kakak kamu." ucap Bayu, penuh dengan kegembiraan.


Serina terkejut, lalu dengan senang ia memeluk tubuh Arga. Begitupun dengan Arga yang membalas pelukan dari adiknya.


"Papa ingin, nanti kamu kembali kepada papa, ya." suruh Bayu.


"Aku akan pulang, pah. Tapi Serina, kakak harap kamu jangan bilang siapa-siapa tentang ini, ya." pinta Arga.


"Baiklah kak Gaga, aku tidak akan memberi tahu siapapun. Hanya kita bertiga." setuju Serina bahagia.


"Oh, jadi Arga dan Serina itu adik-kakak? Menarik sekali. Ini akan membuatku dengan mudahnya menghancurkan Arcyla dan mendapatkan Arga. Lihat saja kau, Arcyla. Sebentar lagi lo bakal hancur di tangan gue!! Lo nggak bakal bisa dekat dengan Arga dan juga Zio." sinis Anita, masih menguping dibalik pohon.


*****