
Aku melihatmu dan kau melihatnya...
Aku paham dan aku mengerti...
Hatimu dan hatiku tak pernah menyatu.
Arga Mahendra
****
Anita menghampiri Serina yang tengah duduk manis di uks. Dia menatap Anita sekilas, lalu kembali memainkan ponselnya.
"Gue salah menilai lo, ternyata lo lebih licik dari si kancil." ucap Anita.
"Lo benar, gue terlalu polos untuk ini. Tapi, gimana drama gue tadi, keren bukan?" tanya Serina sambil menyunggingkan senyumannya.
"Boleh juga, seharusnya sekarang ini lo ada dipihak gue dong?" tanya Anita.
"Oke, lo mau gue ngapain?" tanya Serina.
"Lo ikuti aja alurnya, kita akan membuat suatu tragedi di perpisahan kelas 3 nanti, dan satu-satunya orang yang akan disalahkan adalah Arcyla. Acaranya juga sebentar lagi, tapi lo jangan sampai ketahuan siapapun. Dan gue saranin lo untuk dekat terus dengan Arga. Karna gue yakin, hatinya untuk Zio perlahan hilang." jelas Anita.
"Ya, gue juga tahu. Gue denger, sekarang ini kakak gue dan Cyla bolos sekolah bareng." ucap Serina.
"Berani banget tuh si Cyla, coba aja dulu gue nggak lambat pasti Arga udah jadi milik gue." grutu Anita.
"Kita buat kak Arga dan Zio membenci dia, simpelkan," sahut Serina.
"Oke, gue setuju." balas Anita.
Tidak heran jika Anita bersikeras menjauhkan Arcyla dari Arga. Karena sebelum Arga bersama Arcyla, Dia lebih dahulu mendapatkan perhatian dari Arga. Hanya sedikit lagi, tapi sayang ... Arcyla masuk dikehidupannya. Serina, dia pun sepertinya sangat posesif dengan Zio yang selalu dekat sama Arcyla. Tadinya dia tidak ingin mempermasalahkan itu, tapi akhirnya dia pikir-pikir kembali, kenapa harus membiarkan Arcyla denganArga jika kakak dan kekasihnya terus saja memperdulikan Arcyla saja.
****
Arcyla mengajak Arga untuk kembali ke rumahnya Kresy karena dia harus mengambil barang-barang miliknya. Mungkin dia tidak harus selamanya kecewa terhadap mamanya karena bagaimanapun Audi itu adalah orang yang melahirkannya. Saat Arcyla dan Arga masuk ke dalam rumah, mereka disambut dengan semburan air se-ember kepada kedua sahabatnya itu.
"Astaga! Sy, lo kenapa nyiram gue pake air? Di dalam rumah lagi." protes Arcyla.
"Tau nih, kagak ada kerjaan aja! Jadi Cyla kedinginan deh," kesal Arga sambil mendekap tubuh Arcyla dari belakang.
Dengan sorot tajam, Arcyla menolak perlakuan Arga. Dengan cepat Arga melepaskan pelukannya.
"Kalian tau nggak, apa yang kalian berdua lakuin itu bikin satu kelas di hukum sama pak tuyul!" kesal Kresy melipat kedua tangannya.
Arcyla dan Arga saling bertatapan lalu tertawa bersamaan. Mereka sepertinya sangat-sangat puas dengan kelakuannya yang membuat guru legend itu murka. Wkwk, tapi tetap saja mereka tidak akan bisa lepas dari hukuman pak Budi. Maaf ya pak Budi, anak-anak bapak emang pada gak ada akhlaknya.
"Oke, lo berdua boleh tertawa, gue nggak bakal marah. Tapi, ngomong-ngomong lo berdua jadian nggak sih?" tanya Kresy.
"Jadian dari Hongkong! Mana ada sejarahnya Kucing pacaran sama Anjing." balas Arcyla.
"Ya iyalah nggak bakal ada sejarahnya, kalo aku sama kamu menjadi kita baru ada sejarahnya." jawab Arga sambil menatap Arcyla sangat- sangat dekat.
"Gombal lo, sana pergi!" dorong Arcyla, Arga pun berlari ke kamarnya setelah ia meninggalkan kecupan dikening Arcyla.
Arcyla melongo, "Hayo lo baper ya?" goda Kresy.
"Udah ah, Sy, gue ke sini mau ngambil pakaian. elu malah nyiram gue, jadi basahkan," kesal Arcyla.
"Lo mau balik kerumah?" tanya Kresy.
"Iya, lagi pula bener apa yang di bilang Arga tadi. Gue nggak perlu terus menerus marah sama mama gue." ucap Arcyla sambil mengingat ucapan Arga setelah mereka bolos tadi.
"Cieee sekarang lu mau dengerin pesan dari Arga pula." goda Kresy lagi.
"Ih, males gue ngomong sama lo" Arcyla bergegas pergi dari Kresy.
"Eh, tunggu! Reno ngajak kita kumpul di caffe nih." tahan Kresy.
"Ada apa?" tanya Arcyla heran.
"Lo ajak Arga aja ya biar kagak jomblo-jomblo amat." usul Kresy.
"Mau apa, nge-dathe?" tanya Arcyla.
"Kumpul-kumpul aja, lo jugakan temennya Reno." ucap Kresy.
"Oke, sekarangkan?" tanya Arcyla.
"Iya lo ganti baju ya, gue juga mau ganti baju sekalian ajak Arga." ucap Kresy.
Setelah mereka bersiap-siap, akhirnya merekapun berangkat ke tempat tujuan. Kresy bersama Reno, sedangkan Arcyla bersama Arga. Saat Arcyla sampai, ia melihat Zio dan Serina juga ada Anita.
Arcyla berpura-pura tidak melihatnyan, begitupun dengan Zio yang tidak ingin menatapnya. Suasana ini sepertinya sangat-sangat dibenci Arcyla. Tapi ya mau gimana lagi, kalo dia udah ada di sini, mau balik pun percuma. Reno mulai berbicara ketika menyadari bahwa Bagas tidak ada di sini.
"Bagas kemana?" tanya Reno.
"Dia kagak punya pasangan jadi nggak ikut," sahut Indra.
"Lo juga nggak punya pasangan, ngapain ikut?" sindir Reno.
"Bener tu," timpal Indra.
Sepertinya sebagian besar membenci kehadirannya Anita, terutama Reno mantan kekasihnya. Tapi ya mau gimana lagi? Dia kan ngajak temen-temennya buat ngerayain jadiannya sama Kresy.
Arga duduk berhadapan dengan Anita, karena disuruh Serina. Reno dan Kresy berhadapan, Serina dan Zio berdampingan, Bagas dan Anita sama. Hanya ada bangku kosong yang sejajar dengan Zio yaitu tempat Arcyla.
"Ini sengaja apa emang nggak di sengaja, sih? Bikin sakit aja." batin Arcyla meronta-ronta.
Meski Kresy menyuruh Arga berpindah tempat dengan Bagas, ia tetap berada di samping Serina sekaligus di depan Anita. Hal itulah semakin membuat Arcyla sebal kepada Arga, tadi di rumah gombalinnya setengah mati. Tapi di sini, acuhnya udah kayak nggak kenal aja.
Anita terus saja mendesak Arga untuk menyuapinya, sesekali Arcyla mendelik sebal. Dari sisi lain pun ia harus melihat Zio dan Serina suap-suapan. Sudah komplitlah penderitaannya sekarang. Arga yang menyadari Arcyla sedang kesal, ia langsung meminta Arcyla untuk ikut dengannya ke atas panggung. Sempat menolak, tapi Arga lagi-lagi selalu berhasil membuat Arcyla luluh.
Arcyla duduk di samping Arga, Anita dan Serina saling pandang. Zio, dia berusaha untuk tidak melihatnya. Sedangkan Kresy dan Reno, mereka terhibur dengan lagu yang dibawakan Arga.
*Motif band-
TUHAN JAGAKAN DIA
''Hanya dirimu yang kucinta...
Takkan membuat aku jatuh cinta lagi...
Aku merasa...
Kau yang terbaik untuk diriku*"
Arga menatap Arcyla,sedangkan yang dilihatnya terus pokus kepada Zio yang tidak meliriknya sama sekali. Arga melanjutkan nyanyinya.
"*Walau 'ku tau kau tak sempurna..
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya...
'Ku 'kan tetap setia kepadamu.
Tuhan... jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku....
Walau 'ku tau kau tak sempurna
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya
'Ku 'kan tetap setia kepadamu
Ho-o-o*"
Arga memegang tangan Arcyla, karna sepertinya ia sangat menghayati lagunya sampai-sampai air mata itu hampir jatuh.
"*Tuhan jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku*....
Lagu belum selesai, Arcyla sudah berlari keluar caffe. Arga tidak segera mengejarnya karena dia harus menyelesaikan lagunya dan menyapa para pentonton, setelah itu Arga mengejar Arcyla. Saat Arcyla pergi, Zio baru bisa menatapnya dan rasa ingin memeluknya hadir di hati.
"Drama baget!!" cibir Anita.
"Apaan sih lo, nit. Nggak ada yang ngundang juga." sewot Kresy.
"Ya suka-suka gue dong," balas Anita melenggang dari cafe itu. Begitupun dengan Zio dan Anita.
"Kacaw deh," kecewa Reno.
"Nggak papa, kitakan masih bisa berduaan." balas Kresy.
"Ampun dah, jomblo mati aja." pasrah Indra berlalu dari hadapan pasangan itu.
BERSAMBUNG....