
"Alasan langit hujan dan singgah nya pelangi di bumi adalah untuk menggambarkan kehidupan.
Bahwa yang kuat bisa menangis dan yang indah bisa hilang.
Jalani, pahami, dan coba untuk mengerti.
Revi.m.n.
*****
Hujan yang melanda bumi beberapa menit lalu, kini kian menyusut. Kresy langsung mengajak Reno untuk melanjutkan perjalanannya mencari Arcyla. Saat Kresy dan Reno menyusuri taman kota, mereka melihat Arcyla bersama Arga sedang duduk menikmati indahnya air mancur di tengah-tengah taman.
"Arcyla!!" panggil Kresy, lalu memeluk Arcyla.
"Lo kenapa, Kresy?" tanya Arcyla.
"Kenapa lo main cabut kek tadi gitu, gue khawatir tau!" kesal Kresy.
"Ya gue bisa apa?" balas Arcyla lalu menatap Reno, "Reno, kenapa lo ada disini?" tanya Arcya.
"Gue juga nyariin elo!" kata Reno khawatir lalu matanya beralih menatap sinis Arga.
"Gue nggak papa," sahut Arcyla sambil mengesampingkan bunga putih yang dipegangnya.
"Yaudah, bentar ya, gue telpon dulu Bagas sama Indra. Tadi mereka juga ikut nyari lo." ucap Reno menjauh dari tempat Arcyla.
"Hmm" balas Arcyla.
"Reno, Indra, Bagas, sama Kresy aja ngekhawatirin gue sampe nyari. Tapi mama sama Zio? mereka benar-benar nggak pernah perduli sama gue." batin Arcyla kecewa.
"Lo kok bisa sama Arcyla?" tanya Kresy.
"Gue ngikutin Arcyla." jelas Arga sambil memainkan ponselnya.
"Sejak kapan lo ngikutin Arcyla?" tanya Kresy.
"Pas lo bilang, 'ikutin Arcyla'. Ya, gue ikutin aja ke taman. Terus, sampe deh kerumahnya." terang Arga.
"Jadi, dari tadi lo ngikutin gue?" pekik Arcyla menatap elang Arga.
"Yah, kumat lagi deh galaknya. Gue balik aja, lah!" ucap Arga langsung berlari terbirit-birit.
"Ihh, si Arga nyebelin!!" kesal Arcyla.
"Tapi elo seneng kan jalan bareng sama Arga?" goda Kresy.
"Gue?" tunjuk Arcyla, "sorry ya, gue kagak jalan bareng sama Arga. Yang ada, si Arga nya aja yang ngajak-ngajak gue" tukas Arcyla.
"Tapi lo mau juga, kan?" goda Kresy lagi.
"Ih, apaan sih lo!! muka udah kayak jelangkung juga," cibir Arcyla.
"Muka elo kali yang udah kayak tomat, merah!!" ucap Kresy saat melihat pipi Arcyla memerah.
"Kresy!! Gue nggak mau bercanda, mending balik aja yuk, gue cape nih." ajak Arcyla.
"Balik kerumah gue?" tanya Kresy.
"Ya iyalah, kemana lagi? Gue cuma punya lo, Kresy." jelas Arcyla.
Akhirnya setelah Reno selesai mengabari teman-temannya termasuk Zio, Bagas dan Indra menyusul ke taman kota. Arcyla di antar pulang oleh Bagas kerumah Kresy. Sedangkan Kresy sendiri bersama Reno.
"Makasih, Ren." ucap Kresy tersenyum.
"Sama-sama," balas Reno.
"Oh iya Ren, aku harap kamu nggak salah paham sama Arga, ya. Dia sepupu aku, aku tau kok dia nggak ngerebut Anita dari kamu." ucap Kresy sebelum masuk kedalam rumah.
"Oke santai aja, lagian kayaknya gue udah punya pengganti Anita deh." balas Reno menatap Kresy seolah Reno telah memilih Kresy sebagai pengganti Anita.
"Ehem... " dehem Bagas dan Indra yang dari tadi masih ada di TKP.
Kresy salah tingkah, lalu bergegas pamit masuk kedalam rumah. Reno menatap Bagas dan Indra kesal, kenapa tidak coba? mereka sudah mengganggu pendekatannya dengan Kresy.
"Lu kenapa dehem-deheman gitu?" tanya Reno sinis.
"Suasananya dingin ya," sela Indra cengo.
"Ya kali hujan batu es!" ketus Reno berlalu dari kedua sahabatnya.
"Cinta mekar dimasa sma nih?" teriak Indra.
"Dra, lo bisa diem nggak sih? Cape gue liat lo!!" protes Bagas berlalu dari Indra.
"Lah, semua orang pada kenapa sih? Kok ninggalin gue gitu aja." heran Indra.
****
Cahaya bulan menembus
kedinginan malam, tapi masih ada yang enggan memejam. Matanya masih menatap bulan di luar rumah. Sesekali ia meneteskan air matanya. Sepertinya, sekarang ini ia bisa menangis dikeheningan malam tanpa hujan. Arcyla, dia sudah sangat lama diluar. Tubuhnya hanya dibalut dengan sweeter tipis.
Air mata Arcyla berhenti, ketika ia melihat seseorang di balkon atas rumah Kresy. Ia mengernyit, berharap yang dilihatnya bisa terlihat jelas. Namun sayang, penglihatannya tidak bisa menembus orang itu, karena terhalang oleh pagar besi yang melindung di atasnya. Karna Arcyla penasaran, iapun pergi ke atas dan melihat siapa yang ada di sana.
Setelah Arcyla sampai dibalkon atas, ia melihat Arga sedang bernyanyi dengan alat musik gitar. Arcyla melangkah maju menghampiri Arga. sedangkan, Arganya sendiri tidak menyadari dengan kehadiran Arcyla.
"Akanku lakukan... apa yang kau mauu... Akanku.. berikan seluruh... hidupkuuu_"
"Suara lo bagus juga, ya." ucap Arcyla membuat Arga berhenti bernyanyi.
"Lo belum tidur?" tanya Arga, Arcyla menggeleng.
"Lo abis nangis ya?" tanya Arga sambil melihat wajah Arcyla yang sembab, Arcyla mengangguk.
"Kenapa lo nangis? Sini duduk di sebelah gue." suruh Arga.
Arcyla duduk di samping Arga dengan melipat kedua kakinya. Arga menatap Arcyla kasihan, ia langsung menghadapkan tubuhnya ke hadapan Arcyla dan beracang-ancang memetik gitarnya kembali.
"Lo mau nggak dengerin gue nyanyi?" tanya Arga.
"Boleh, tapi sambil nyender bahu lo boleh?" tanya Arcyla sambil menatap Arga.
"Pundak kiri gua aja ya, biar gue juga enak mainin gitarnya." suruh Arga.
Arga mulai bernyanyi dan Arcyla pun mulai menikmati lirik disetiap baitnya.
🎵 Langit Bumi 🎵
"Semalam kau datang kepadaku, kisahkan dirimu"
"Kau kan pergi jauh tinggalkan aku dan semua mimpi..."
"Sadarkah dirimu ku tak sanggup hidup tanpamu...."
Reff:
"Akan ku lakukan apa yang kau mau"
"Akan ku berikan seluruh hidupku"
"Ku mohon padamu!"
"Sadarkah dirimu, kau langit bumiku"
"Bukalah matamu, kau semuanya bagiku"
"Tolong jangan kau pergi tinggalkan aku"
"Ku mohon padamuuu"
"Jangan kau tanyakan kepadakuuu"
"ikhlaskah diriku"
"Tanyakanlah akuuu, kuatkah dirikuuu"
"tuk hidup tanpamu"
"Tanpa belaianmu, tanpa kasih dan sayang....darimu"
"Akan ku lakukan apa yang kau mau"
"Akan ku berikan seluruh hidupku"
"Asal jangan kau pergi tinggalkanku
Ku mohon padamu"
🎵 Wali Band 🎵
Yang mau baca sambil dengerin musik, bisa putar saja di atas ya!!!!😉
Tanpa sadar, lirik lagu yang dinyanyikan Arga itu membuat Arcyla terlelap tidur dipundak Arga.
Arga menyimpan gitar disampingnya, lalu ia menatap Arcyla dan menyelipkan sehelai rambut kedaun telinga Arcyla.
"AR_" panggil Kresy yang langsung disela oleh Arga.
"Brisik!!"
"Ngapain Arcyla ada disitu?" tanya Kresy pelan.
"Dia lagi tidur, udah lo balik aja ke kamar. Cyla biar gue yang jaga." suruh Arga.
"Tapi, kenapa ada dibahu lo?" bisik Kresy menyelidiki.
"Ribet banget sih, gue bilang sana." suruh Arga tanpa suara, hanya ucap dari mulutnya saja yang terlihat.
"Yaudah, awas ya jangan diapa-apain." himbau Kresy.
"Kagak bakal elah!!" sahut Arga.
"Oke," setuju Kresy.
****
Arcyla membuka matanya malas, lalu mengeliat sambil memincingkan matanya. Yang pertama kali dilihat olehnya adalah wajah Arga dan tubuh Arga yang masih berada di posisi terduduk sambil tidur. Sedangkan dirinya tidur di paha Arga.
"Dia tidur semaleman di sini?" batin Arcyla bertanya, "Muka gue?" khawatir Arcyla sambil meraba wajahnya.
"Huft...sukurlah dia nggak ngiler lagi," ucap Arcyla lalu terduduk di sebelah Arga.
"Arga?" panggil Arcyla.
"Hmm," Arga mengeliat.
"Lo semaleman tidur di sini?" tanya Arcyla.
"Lo nanya apa sih? Jelas-jelas gue jagain lo di sini! Masih aja nanya," sahut Arga sambil mengucek matanya.
"Ga, kita kesiangan!!" panik Arcyla saat jam dinding menunjukkan pukul 07.26 menit.
Arcyla terlonjak, lalu bergegas kekamar Kresy. Sedangkan Arga, ia biasa-biasa saja. Mungkin dia sudah terbiasa bolos, jadi tidak sekolah satu haripun tidak masalah.
Arcyla menggrutu kesal karna Kresy tidak membangunkannya. Saat Arcyla masuk kedalam kamar, Kresy sudah tidak ada dan hanya meninggalkan pesan di ponselnya.
Crackers
'Kresy kupers'
Arcyla sorry ya gue sengaja nggak ngebangunin lo sama Arga. Biar kalian berdua akrab gitu ya hehe.lagi pula gue brangkat sekolah bareng Reno kok, gue di jemput pagi2 buta jadi nggak sempat ngebangunin lo😆
"Niat banget sih nih orang!!" kesal Arcyla lalu bergegas kekamar mandi.
"Cyl, seragam gue belum disetrika nih." cetus Arga di balik pintu kamar mandi.
"Ish, lo ngapain bilang gue? Ya setrika aja sendiri." jawab Arcyla.
"Bi inem nya kepasar, gue nggak bisa nyetrika." jelas Arga sambil duduk di kursi rias.
"Jadi maksud lo, gue yang harus nyetrika baju lo?" tanya Arcyla sedikit berteriak.
"Iyaaa" jawab Arga.
"Udah telat nih, nggak usah disetrika aja." usul Arcyla.
Meski menolak, tetap saja Arcyla harus melaksanakan keinginan Arga. Kalau tidak, kemungkin besarnya ia tidak akan bisa sampai di sekolah. setelah ritual mandinya, Arcyla mulai menyetrika seragam Arga. Sedangkan Arga sendiri berleha-leha ditempat tidur Kresy.
"Enak ya jadi cowo, kerjaan rumah sama cewe semua." sindir Arcyla.
"Ya iyalah, nanti kalo lo nikah ya pasti kayak gini. Belajar dulu aja siapa tau nanti kita nikah." gurau Arga membuat isi perut Arcyla ingin keluar semuanya.
"Gue emang bakal nikah!! tapi sorry ya, bukan sama lo!!!" timpal Arcyla
"Perasaan, gue nggak bilang bakal jadi suami lo deh?" tanya Arga.
"Lah, barusan yang katanya siapa tau nanti kita nikah itu apa?" balas Arcyla tak mau kalah
"Gue kan cuma bilang kita!! nggak sampe bilang kita berdua." tekan Arga sedikit menggoda Arcyla.
"Tapikan kesannya sama aja. Gue sama lo nikah!" timpal Arcyla.
"Yaudah, kalo gitu nikah aja." balas Arga.
"Udah ah, nih bajunya. Gue udah telat," ucap Arcyla meraih tasnya lalu keluar kamar.
"Tunggu Cyl, gue juga telat." panggil Arga bergegas memakai seragamnya.
BERSAMBUNG..
.