
*****
Kamu percaya tidak, kalo hati kita itu sangat cepat berubahnya?
Huft... labil!!
*****
Sudah beberapa kali aku menelponnya, tapi tak ada jawaban dari kak Zio. Begitu pun dengan kak Arga. Baiklah, aku harus pergi ke sekolah sendirian.
Setelah di sekolah, aku menunggu kedatangan kak Zio di gerbang sekolah. Kemana dia? Sudah bel masuk, tetap saja dia tidak datang.
"Lo lagi nunggu Arga atau Zio?"
Tanya seseorang itu membuatku menoleh dan tiba-tiba dia menarik tanganku menjauh dari kerumunan. Setelah berada di belakang sekolah, kak Anita menyuruhku untuk duduk dikursi panjang itu.
"Dengarin gue baik-baik! kalo elo nggak mau kehilangan Zio, lo harus bantu gue nyingkirin Arcyla." ucapnya.
"Kenapa harus menyingkirkan kak Arcyla?" tanyaku heran.
"Jika tidak, Zio akan menjadi milik Arcyla. Dan bukan itu saja, semua yang lo miliki termasuk kasih sayang mama tiri lo itu akan hilang di ambil Arcyla." jelasnya membuat hatiku sakit mendengarnya.
Meskipun aku merasa khawatir orang terdekatku akan lebih menyanyangi kak Arcyla, tapi aku tetap harus mengingat perkataan kak Arga.
"Baiklah, kakak akan merahasiakan ini. Tapi kakak tidak ingin siapapun terluka, termasuk Arcyla."
Bagaimana pun juga, kak Arcyla pun sudah berjuang dan merelakan semuanya untukku.
"Dengar ya kak, aku tidak perduli. Karna bukan dia yang merebut segalanya dari aku. Tapi aku yang merebut segalanya dari kak Arcyla." tegasku.
"Gue rasa ... lo belum merebut apapun dari Arcyla. Lo harus tau, Zio masih sangat perduli dengan Arcyla. Ya, meski dia bersama lo, tapi hatinya tetap untuk Arcyla. Dia masih sangat perduli, Serina!!! Jika lo masih nggak mau nyingkirin Arcyla dari sekarang, kemungkinan besar Zio akan kembali ketangan Arcyla." jelas Anita panjang lebar.
"Dan ... Kakak lo Arga, sepertinya dia mempunyai perasaan pada Arcyla. Meskipun nanti Arga mengejar Arcyla, tetap saja Arcyla akan memilih Zio. Dan lo, lo cuma dapet kakak lo aja." ancamnya.
"Kenapa kamu tahu semuanya?" tanyaku.
"Apa sih yang belum gue tahu dari lo? Apa perlu gue kasih tahu ke Zio biar perjodohan lo dengan dia dibatalkan karena bokap lo udah pura-pura nikah sama nyokapnya Arcyla? Bukannya udah jelas ya, apa yang dilakukan Zio itu hanya untuk Arcyla!! Masih aja kepedean disayang sama Zio." ucap Anita sedikit mengancam.
"Oke, tidak masalah. Silahkan saja beri tahu semua orang. Dengan begitu, kamu juga tidak akan mendapatkan kak Arga. Kenapa? Karna dia memiliki keluarga." jelasku.
"Ternyata, dia tidak semudah itu dilabui." batin Anita.
"Apa perlu bukti untuk memastikan bahwa Arga dan Zio lebih perduli dengan Arcyla? Jika begitu, tunggu saja kabar baiknya. Kalau lo berubah pikiran untuk kerja sama dengan gue, lo tinggal panggil gue kapanpun. Jika kita sudah bekerja sama, lo akan mendapatkan Zio sepenuhnya dan dendam gue telah terbalaskan. Meski akhirnya gue pun tidak bisa mendapatkan hati Arga. Lo akan dapat semuanya!!! Menarik bukan?" tanyanya.
Ucapan terakhirnya membuatku semakin gelisah, ternyata dia tahu semuanya tentang aku dan kak Arga. Tapi bagiku tak masalah jika dia tahu, memangnya apa yang akan dia lakukan dengan ini? Jika memang cinta sama kak Arga kenapa harus mengomporin aku dengan kak Arcyla!! Jika tidak mampu, lebih baik tidak usah.
"Gimanapun juga, aku akan tetap melindungi semua yang aku sayangi kak. Aku tidak ingin ada perpecahan diantara kami." balasku.
"Kau ini terlalu polos, lihatlah apa yang sedang terjadi sekarang? Zio tidak masuk sekolah, begitupun dengan Arcyla. Apakah ini sebuah kebetulan? Gue rasa tidak, pasti mereka sedang menghabiskan waktu berduaan. Dan lihat kesana, Arga sangat mencemaskan kabar Arcyla." ucap Anita, sengaja mengomporiku.
Benar juga, kak Arga pun sepertinya sangat mencintai kak Arcyla. Tapi dengan begitukan kak Zio akan tetap menjadi milikku. Jadi tidak perlu ada pengkhianatan diantara kita.
Aku tidak perduli, lebih baik aku pergi saja dari nenek lampir ini. Tidak ada gunanya aku meladeni penjahat seperti dia. Dia kira aku akan mudah tergoda apa?
"Sebentar lagi lo bakal ada dipihak gue." gumam Anita, tersenyum sombong.
Pesan masuk dari orang misterius itu membuat Anita tersenyum puas saat mendapatkan momen dimana Zio dan Arcyla sedang berduaan.
Kalau lo mau Serina ada dipihak elo, gue bakal kasih sesuatu yang akan membuat lo bahagia. Simpan nomor gue, siapa tahu lo akan membutuhkannya. Gue dipihak lo.
Gue akan mengandalkan lo.
Meskipun gue nggak tau lo siapa, gue yakin lo adalah manusia bermuka dua seperti gue.
Anita sangat bahagia dengan pesan itu, sepertinya ia akan dengan mudahnya membolak-balikan keadaan ini sekarang.
*****
Saat Arcyla terbangun, rumahnya sudah kosong. Sepertinya, sejak pagi Audi sudah pergi ke rumahnya Bayu. Tidak heran jika setiap harinya Audi tidak ada dirumah. Ternyata, kontrak yang disepakati oleh dirinya dan Bayu masih berjalan seperti biasanya. Meski dalam hatinya ingin mengakhiri ini, ia tetap harus melanjutkannya demi menyembuhkan suaminya. Jika sudah, maka Audi akan memberitahu semuanya kepada Arcyla.
Sepertinya, hari ini Arcyla tidak akan masuk sekolah karena tubuhnya masih terasa nyeri. Mungkin, hari ini akan dia manfaatkan untuk berolahraga pagi. Saat dia keluar, tiba-tiba seseorang sudah menunggunya di depan rumah dengan seragam sekolah. Arcyla menghampiri pria itu, lalu menatap heran padanya.
"Muka lo kenapa?" tanyanya sambil mengusap wajah Arcyla.
Arcyla menjauhkan wajahnya, "Aww! jangan ditekan dong, Sakit!!!" protesnya.
"Gue nanya, lo kenapa bisa kayak gini? Berantakan banget wajah lo." cibirnya.
"Bukan urusan lo, Arga. Ngapain lagi lo disini? Seharusnya lo di sekolah." ucap Arcyla menatap Arga.
"Gue mau ngobatin luka lo!" ucap Arga menggendong paksa tubuh Arcyla ke dalam rumah.
Dengan keras Arcyla memukul punggung Arga, dengan terpaksa juga Arga memukul bokong Arcyla. Seketika itu juga seisi rumah hampir roboh karena teriakannya.
"BRENGSEK LO ARGAAA!" pekik Arcyla.
"Makannya diem," suruh Arga membantingkan tubuh Arcyla ke sofa.
"Lo itu mau ngobatin gue apa nyakitin gue sih?" kesal Arcyla menatap tajam Arga.
"Cuma dibanting gitu aja marah! Apakabar dengan Zio yang nabrak lo? Dan lebih parahnya, lo malah pengen ditabrak beribu-ribu kali sama dia." sindir Arga.
"Kok elo bisa tau sih?" tanya Arcyla.
"Nggak perlu tau. Yang gue mau, lo diem dan jangan memberontak kayak tadi. Kalo enggak, pantat lo gue pukul lagi." ancam Arga sambil mengganti perban Arcyla dengan kotakĀ P3K.
Arcyla pasrah dengan semua yang dikatakan Arga, bukan karna dia mendengarkan semua omongan itu. Hanya saja sekarang ini dia sedang tidak ingin berdebat.
Flashback on
Arga bergegas mencari Arcyla. 'Dia pasti tidak jauh dari rumah Kresy,' pikirnya. Tepat!! Tebaknya sangat benar. Ia menemukan Arcyla dengan kondisi tergeletak bersama Zio dan tak lama ambulance pun datang lalu mengangkat korban masuk ke dalam mobil. Arga mengikuti mobil tersebut dengan motornya. Setelah sampai di rumah sakit, bukan suster atau dokter yang memperbani luka Arcyla tapi Argalah yang dengan gesitnya menutupi luka itu. Sepanjang malam Arga terus saja berjaga, sampai akhirnya Zio tersadar dan Arga langsung bergegas pergi. Dirinya tidak ingin dilihat oleh Zio.
"Lebih baik gue pulang sekarang." ucapnya.
Flashback off...
****