Hold My Hands

Hold My Hands
tertarik?


"ia... aku tidak menyukai desain baju olahraga itu, tidak bisa menunjukkan kulitku yang indah ini".


'hm... dasar murahan, perempuan ini seperti dugaanku. tidak ad bedanya dengan semua model yang kutemani' batin Bryan yang tersenyum licik melihat tingkah theo. Bryan pun merencanakn sesuatu pada Theo, dan yang pasti hal tak baik.


" Nona Theo, sepertinya kau sangat mabuk, aku akan mengantarmu pulang ya" kata Bryan sambil meraih pinggang Theo yang mulai kehilangan kesadarannya dan memapahnya menuju pintu keluar.


"Tuan Bryan, aku pikir lebih baik aku yang akan mengantarnya pulang" entah dari mana datangnya Ray yang tiba-tiba muncul dan menatap tajam pada Bryan yang hendak membawa pergi Theo. "Ray, biar aku saja yang mengantarnya pulang, tadi Theo menyuruhku untuk menemaninya". ucap Bryan tersenyum sinis pada Ray.


" aku tidak mengijinkannya tuan Bryan, aku yang akan membawanya pulang" ucap Ray dengan penuh penekanan. " Ray, kau tau siapa aku, apa salahnya jika aku ingin bersenang-senang sebentar dengan orang bekerja padaku. aku sudah membayarnya mahal!" ucap Bryan sombong.


"apa maksud anda tuan? kontrak Theo hanya sebagai model pakaian perusahaan anda, bukan untuk menemani anda" dengan emosi Ray menarik Theo dari tangan Ray yang masih tak sadar dengan dirinya dan sibuk meracau tak jelas.


B : "ha! sombong sekali kau. berapa bayaran gadis ini?"


R : "maksud anda?"


B : "Hahahaha, kau tau maksudku Ray, tak udah menyembunyikan bisnis terselubung kalian"


R : "apa maksud anda tuan? jangan kurang ajar pada Theo. jika anda berpikir bahwa ia menyediakan layanan prostitusi maka dengan mohon maaf kami tak menyediakan layanan itu!


B : "hahahahha.... tak usah berkilah Ray, semua model yang pernah kukenal melakukan hal tersebut, sudahlah.. Theo pasti sering melakukannya.. aku akan menambah honornya 2 kali lipat dari bayarannya sebagai model."


*Bukk bukk bukk.. dengan emosi Ray memukul Bryan karena kesal dengan semua tuduhan yang diarahkan ke arah Theo.


"aku tak akan membiarkan kau mendekati Theo lagi!" ucapnya dengan segera membawa pulang Theo dari klub. ia tak mempedulikan tatapan mata pengunjung yang menatapnya hingga pergi dari tempat itu.


****


"argghhh.... kepalaku sakit. hueekkk..." Theo berlari ke kamar mandi dan langsung mengeluarkan isi perutnya. kepalanya sangat pusing dan badannya pun ikut panas karena minuman yang entah berapa gelas ia habiskan.


ia menuju dapur apartemennya yang gelap karena lampu tak ia nyalakan dan meminum sebotol air ketika sebuah bayangan melintas didepannya. "aahhhh.... siapa kau!!" buk buk buk... ia memukul dan menendang bayangan yang ia lihat itu dengan sekuat tenaga. theo khawatir ada perampok yang masuk ke rumahnya.


ray langsung menyalakan lampu sambil meringis kesakitan dibagian perut yang ditendang theo.


"ray.. apa yang kau lakukan disini?"


"ha! apa yang kulakukan?? aku baru saja mengantar pulang gadis yang mabuk dan hampir di bawa lari oleh pria di klub!" ucapnya tajam menatap theo.


... theo menatap ray dan melihat penampilannya yang masih memakai pakaian dari klub tadi dan mulai perlahan menyusun ingatannya saat di klub tadi... ia mulai sedikit mengingat Bryan yang menemaninya tadi. " ah... Bryan.. dimana dia? apa aku melakukan sesuatu yang buruk? pasti aku mengatakan hal yang buruk ray... ray apa yang aku lakukan tadi? cepat katakan...


" kau tak melakukan apa pun, hanya pingsan dan aku membawamu pulang"


"benarkah itu?" ucap theo, " ya.. istirahtlah.. Theo.. kau tau kan aku akan melindungimu apa pun yang terjadi, jaga sikapmu. aku pulang" ucap ray berlalu dan meninggalkan theo seorang diri dalam apartemennya itu.


pagi pun tiba dan theo mulai mengingat akan bryan yang menemaninya kemarin malam.. sbenarnya saat mengobrol dengan Bryan, ia merasakan getaran dalam hatinya, ia merasa bryan sosok pria yang ia cari. ia menyukai cara bryan berbicara dan menatapnya dengan lembut. apa theo sedang jatuh cinta? ia hanya tersenyum sendiri mengingat wajah bryan yang tersenyum ke arahnya.. ia bahkan tak tau jika bryan mengatakan hal yang buruk tentangnya.


"apa aku menyukainya? tidak mungkin.. selama ini aku bertemu dengannya tapi tak sedekat tadi malam.. atau aku hanya penasaran dengannya? ahh... ada apa denganku.


Theo menjalani harinya dengan terus tersenyum dan mengulum bibirnya setiap saat.. ray memperhatikan ada yang berbeda dengan theo dari yang biasanya.


"theo apa kau masih mabuk?" tanya ray menatap theo dari spion mobil sambil menyetir ke tempat pemotretan.


theo pun kaget dan menyadari ray memperhatikannya dari tadi. "ha.. tidak.. kenapa? apa aku kusut? tak segar? ah... aku harusnya tak mabuk tadi malam.. ray aku minta maaf.


"kau kenapa senyum-senyum?"


"memangnya kenapa? tak boleh?" jawabnya nyolot pada ray dan kembali menatap jalan yang seolah-olah berlari disamping kaca mobil.


'apa aku mencoba untuk mendekati Bryan? aku sepertinya tertarik padanya. dia sungguh membuatku penasaran.' batin theo yang terus tersipu mengingat bryan.