Hold My Hands

Hold My Hands
Sebuah rahasia


Setelah mendengar kabar itu. Neira akhirnya mengurungkan niat untuk pulang ke rumah. Neira pun akhirnya memutuskan untuk pergi kerumah pak Ahmad guna mencari tahu kebenaran.


Rumah pak Ahmad terletak di jalan Gangnam, yang membuat Neira harus berputar arah lumayan jauh.


Sesampainya dirumah pak Ahmad..


Tok.. tok.. tok..


"Asalamuallaikum," ucap Neira sembari mengetuk pintu rumah pak Ahmad.


"Iya waalaikumsallam, tunggu sebentar!" ucap seorang wanita dari dalam rumahnya.


"Kenapa lama sekali sih keluarnya?!" gerutu Neira didalam hati.


Tak lama kemudian, seorang wanita pun datang menghampiri Neira. Wanita itu adalah istri dari pak Ahmad.


"Neira? Ini benar kan Neira? ada apa nak? tumben kamu kemari?" tanya bu Ahmad.


"Iya Bu ini Neira, kedatangan Neira kesini mau bertemu sama bapak. Apa bapak ada dirumah?" tanya Neira balik.


"Oh ada, tunggu sebentar ya. Kamu masuk aja dulu, nanti ibu buatkan minum," ucap Bu Ahmad sembari mengajak Neira untuk segera masuk.


"Tidak usah repot-repot Bu, Neira hanya sebentar kok!" balas Neira kemudian.


Tiba-tiba pak Ahmad pun datang menghampiri Neira. Pak Ahmad sudah sangat tua sehingga hampir saja tidak mengenali Neira.


"Ini siapa Bu? Ko bapak kaya gak kenal?" tanya pak Ahmad kepada istrinya.


"Ini loh pak, ini Neira putrinya Hendru Atmaila," ucap bu Ahmad kemudian.


"Maaf ya pak, bu kedatangan Neira mengganggu waktu istirahat bapak dan ibu. Neira hanya ingin tahu, sebenarnya ayah Neira sekarang dimana?" tanya Neira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Loh bukannya dia sudah pulang? Saat itu bapak memang berangkat duluan, tapi bapak melihat dia sudah mengemasi barangnya. Jadi bapak pikir dia menyusul bapak," jelas pak Ahmad.


"Ayah terakhir menelpon Neira 3 bulan yang lalu, ayah bilang dia akan memperpanjang kontraknya selama 3 tahun," ucap Neira dengan lirih.


"Wah bapak tidak tau soal itu, yang bapak tau semua ABK dipulangkan karena cuaca memang sedang tidak baik disana," jelas pak Ahmad.


"Yasudah pak kalau seperti itu, Neira pamit pulang dulu. Maaf sudah merepotkan bapak dan ibu," ucap Neira sembari mencium tangan pasangan suami istri itu.


"Iya Nei tidak apa-apa, kamu hati-hati ya. Nanti bapak akan coba mencari tahu keberadaan ayahmu," ucap pak Ahmad kemudian.


"Sekali lagi terima kasih ya pak, Bu. Neira pamit!" ucap Neira sembari bergegas untuk pergi.


Setelah Neira tidak terlihat, Bu Ahmad pun akhirnya berinisiatif untuk bertanya lebih jelas kepada suaminya.


"Pak, sebenarnya ada apa?" tanya Bu Ahmad kepada suaminya.


"Sebenernya, ayah Neira sudah menikah lagi Bu disana. Saat itu dia sempat ditangkap oleh beberapa mafia karena yang dia nikahi adalah janda dari salah satu mafia itu. Perilaku Hendru juga semakin lama semakin menyimpang bu, dia sekarang suka meminum arak dan berjudi!" jelas Pak Ahmad kepada istrinya.


"Astaghfirullah, kenapa bapak tidak jujur tadi ke Neira? Kasian anak itu, pasti sangat ingin bertemu ayahnya," ucap Bu Ahmad kemudian.


"Sudahlah Bu, itu urusan mereka. Biar saja Neira mencari tahu kebenarannya sendiri, lagi pula kita tidak ada hak untuk ikut andil kedalam masalah mereka." jelas Pak Ahmad kemudian.


Bersambung...