
Akhirnya mereka pun tiba di Bandar Udara Internasional Hongkong. Neira masih terlihat sangat pucat dan tubuhnya masih terlihat lemah.
"Nei, gimana udah mendingan?" tanya Banda.
"Sudah ko, hanya sedikit pusing saja," jawab Neira.
"Yasudah ayo kita kedepan, katanya sekertaris Bu Merrie sudah menunggu kita disana!" ajak Banda sembari memegang tangan Neira.
"Baiklah!" ucap Neira.
Sesampainya disana mereka pun bertemu dengan seorang pria yang sedang membawa poster bertuliskan 'Ms Neira & Banda'
Kemudian Banda pun langsung bergegas menemui pria tersebut.
"Excuse me. Are you someone assigned by Mrs. Merrie?" tanya Banda.
"Exactly. Are you Ms. Neira and Banda?" tanya pria tadi.
"Yes," ucap Banda.
"Oke you can follow me and call me the secretary of Douzo" ucap pria tadi.
"I'm Banda!" ucap Banda sembari mengulurkan tangan kepada pria tadi.
"And I'm Neira!" ucap Neira sembari tersenyum kepada pria tadi.
"Apakah nona Neira baik-baik saja?" tanya pria tadi.
"Oh tentu! Ah ternyata anda bisa berbahasa yuchen juga?" tanya Neira balik.
"Ya, saya juga bisa karena saya pernah tinggal disana selama 2 tahun," ucap pria tersebut.
"Baiklah ayok kita pergi, kalian harus secepatnya istirahat agar bisa bekerja dengan baik besok!" ajak pria tadi.
Mereka pun akhirnya bergegas mengikuti arahan dari sekretaris Douzo.
"Nei, gua malu banget. Tau gitu tadi gua nanyanya pake bahasa Yuchen aja!" bisik Banda kepada Neira.
"Sudahlah gapapa, sepertinya dia juga cukup baik," bisik Neira.
Mereka akhirnya pergi ke hotel dengan menggunakan mobil Van. Kondisi Neira sudah semakin membaik dan wajahnya pun sudah terlihat segar.
Mereka pun akhirnya tiba di Hotel Mira Moon. Hotel ini terlihat sangat indah dan elegan. Kamar yang diperuntukkan untuk Neira dan Banda berada di lantai 6. Mereka pun langsung bergegas kesana.
"Nona Banda dan Neira, ini adalah kartu nama saya. Apabila anda membutuhkan bantuan, anda bisa segera menghubungi saya! Selamat beristirahat!" ucap pria tadi sembari memberikan sebuah kartu nama yang bertuliskan 'Secretary Douzo'
"Sekali lagi terimakasih banyak Sekertaris Douzo," ucap Neira sembari tersenyum.
"Baiklah bukan masalah," ucap Sekertaris Douzo yang langsung bergegas untuk pergi.
Neira dan Banda pun langsung bergegas untuk masuk kedalam kamar guna membersihkan diri dan beristirahat.
"Huh akhirnya aku bisa meregangkan tubuhku disini!" ucap Banda sembari melemparkan tubuhnya ke atas kasur.
"Ah sebaiknya aku menghubungi ibu dulu supaya ibu tidak khawatir," ucap Neira didalam hati sembari bergegas mengambil ponsel yang ada disakunya.
"Nei, mau telpon siapa? Aslan ya?" tanya Benda yang mencoba menggoda Neira.
"Banda! bisa tidak jangan menyebut nama itu!" ucap Neira dengan nada kesal.
Neira pun langsung bergegas untuk memberi kabar kepada ibunya bahwa ia telah sampai di Hongkong.
Tak lama kemudian ponsel Neira pun bergetar sebagai tanda adanya panggilan yang masuk.
Dret.. dret.. dret.. (suara getaran ponsel)
"Nei, ponselmu getar terus loh itu!" ucap Banda sembari menunjuk ke arah ponsel yang berada didekat Neira.
"Iya aku tau ko! itu dari Aslan!" ucap Neira.
"Ya kalau tau tuh diangkat dong! Ganggu tau! gerutu Banda.
"Nanti juga akan berhenti sendiri!" ucap Neira.
Dret.. dret.. dret.. (suara getaran ponsel)
"Nei! sudahlah angkat saja!" perintah Banda.
"Huh iya iya nih aku angkat!" ucap Neira.
"Halo! ada apa?!" tanya Neira.
"Akhirnya kamu angkat juga, kamu gimana apa sudah sampai?" tanya Aslan dari balik ponsel.
"Kalau aku belum sampai, bagaimana bisa aku angkat telpon?! gerutu Neira.
"Ah iya benar juga, apa disana menyenangkan Nei?" tanya Aslan.
"Aku gak tau, kan aku belum pergi kemana-mana. Aslan udah dulu ya, aku sangat lelah!" ucap Neira yang langsung memutuskan telpon.
Tut..
"Nei apa cara seperti itu tidak terlalu kasar?" tanya Banda.
"Cara kasar aja dia tuh engga pergi! apalagi kalau gua lembut coba?! gerutu Neira.
"Tapi gak ada salahnya kan lu coba, siapa tau aja kalau lu bilang baik-baik dia bisa ngerti," ucap Banda.
Dret.. dret.. dret (suara getaran ponsel)
"Astaghfirullah, Banda dia telpon lagi!" gerutu Neira.
"Udah angkat aja! Inget harus lembut Nei!" perintah Banda yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Neira.
"Halo! Kenapa lagi As?" tanya Neira.
"Tadi.. sebelum kamu naik ke pesawat. Aku sempat menaruh cemilan kue jahe di tasmu, ibumu bilang ini kali pertama kamu naik pesawat, biasanya setiap kali aku tidak enak badan aku pasti memakan itu. Kamu bisa mencobanya Nei, tapi kalau tidak juga tidak apa-apa," ucap Aslan dengan sangat lembut.
"Baiklah, aku akan mencobanya. Sebelumnya terimakasih ya!" ucap Neira.
"Iya Nei sama-sama. Yasudah kamu lanjutin aja ya istirahatnya!" ucap Aslan.
"Oke!" ucap Neira sembari menutup telponnya.
Tut..
Bersambung...