
"Waktu tuh berjalan. Jadi kalau waktu aja berjalan, terus kita yang masih muda mau diam aja gitu?! Jadi jalanin apapun yang lu suka sebelum akhirnya waktu beneran berhenti!"
~Banda Neina Husein~
"Nei, ah lu lama banget! Gua sampe kegajahan nih nungguin lo!" ucap seorang wanita sembari memasang wajah betenya.
"Heh! Lu tau ga kenapa gua telat? Kn elu yang ngajakin gua begadang, lu ngedadak amnesia hah?!" balas Neira.
"Oh iya ya.. maaf," ucap seorang wanita tadi sembari tersenyum manis.
"Udah ah ban! Lu ngelamain, yang ada entar kita telat beneran ke kantor!" ajak Neira sembari menarik tangan wanita tadi.
"Nei, jalannya pelan-pelan dong! gua pegel nih. Lagian busnya juga belum dateng!" gerutu wanita tadi.
"Nanti kalau kita telat sampe halte, yang ada tuh mobil keburu dateng. Trus endingnya kita ketinggalan dan harus nunggu mobil yang lain. Sampe sini paham?!" ucap Neira kemudian.
Setelah proses debat yang cukup panjang, mereka akhirnya sampai di halte. Tak lama kemudian, mobil yang akan mereka tumpangi pun datang.
Di perjalanan..
"Nei, ini kan udah setahun ya. Ko lu masih aja sih seneng sama bangku paling belakang?" tanya Banda.
"Ya suka aja, emang ga boleh?" tanya Neira balik.
"Lu tuh ga punya jawaban lain ya?! Perasaan kalau gua tanya jawabannya itu mulu,"
"Ban, berhenti kepo sama urusan orang lain. Kalau orang lain itu emang mau cerita, dia pasti akan cerita tanpa harus ditanya! Contohnya elu!" balas Neira sembari tersenyum.
"Ah lu mah ga asik!" ucap Banda yang sedikit kesal.
"Yaudah nanti pasti gua ceritain, gua janji!" ucap Neira sembari menggoda Banda yang terlihat kesal.
"Yeay! Nah gitu dong!" ucap Banda dengan kegirangan.
"Nei, naik becak aja yo! Gua males jalan nih! ucap Banda sembari menarik tangan Neira.
"Yaudah deh ayo!" ucap Neira kemudian.
Akhirnya mereka pun tiba di perusahaan Yosie dan langsung bergegas menuju meja kerjanya masing-masing. Posisi meja kerja Neira dengan meja Banda berdampingan, sehingga hal inilah yang membuat Neira dan Banda semakin akrab.
Jam makan siang pun akhirnya tiba.
Seperti biasa, Banda akan mengajak Neira untuk berburu kuliner yang berada di dekat kantor.
"Nei, ayo beli papeda! Gua lagi pengen nih!" ajak Banda dengan penuh semangat.
"Engga ah, mager jalan. Tugas gua masih banyak, gua mau makan di kantin aja," ucap Neira sembari memandang layar monitor.
"Eh ga jadi deh!" ucap Banda.
"Dasar wanita labil!" ujar Neira sembari tersenyum.
"Oh iya lu kan tadi bilang mau cerita soal di bus tadi. Ayolah cerita pliss!" bujuk Banda sembari memasang wajah melasnya.
"Duh masih inget aja ya. Yaudah gua lanjutin ini dulu sebentar, abis itu kita ke kantin terus gua ceritain," jawab Neira kemudian.
"Ah.. udah ah kelamaan! Nanti keburu abis jam makan siangnya!" ucap Banda sembari menarik Neira untuk beranjak pergi dari kursi kerjanya.
"Eh... Eh.. tunggu! gua tidurin dulu komputernya!" ujar Banda kemudian.
Banda memang selalu seperti ini. Setiap ada keinginan, ia pasti akan terus memintanya sampai hal yang diinginkan benar-benar ia dapatkan. Termasuk, memaksa Neira. Walaupun umur Banda lebih tua dari pada Neira, tetapi tingkat kedewasaan Neira jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Banda.
Bersambung...