Hold My Hands

Hold My Hands
Bar Lagi..


sudah enam bulan Theo menjalani kegiatannya sebagai BA dari Chloe's Fashion, sesekali ia menghadiri jamuan makan malam dan pertemuan formal yang diadakan oleh perusahaan tersebut. Ray pun seakan tak memberinya ruang untuk bernapas, kegiatan seperti pemotretan, catwalk, charity, syuting iklan dan berbagai kegiatan lainnya harus ia jalani. ia merindukan suara hentakan musik Club untuk menghilangkan kepenatan selama setengah tahun terkhir ini.


"Ray, tolong kosongkan jadwalku untuk hari minggu ya.. aku ingin istiraht kali ini, aku sudah melakukan semua yang kau katakan dan tak berbuat masalah. aku ingin ke Club, boleh ya" rengeknya dengan nada yang sangat manja. "baiklah tapi jika kau ke Club aku akan menemanimu" ucap Ray. "wah... terimakasih Ray, kau sungguh yang terbaik" ujar Theo sambil memeluk Ray yang kaget dengan tingkahnya. "ia ia tak usah berlebihan, ingat.. kau tak boleh melewati ambang batasmu, kau mengerti?" tegas Ray. "siap bos!!" Theo sangat berantusias kali ini karena bisa menyalurkan hasrat terpendamnya untuk k klub.


" akhirnya aku bisa merasakan kebebasan.. uwoohhh.." ucap Theo berlari dengan melompat-lompat memasuki klub yang telah lama ia tak datangi itu. Ray tetap mengekor dibelakangnya namun tetap menjaga jarak agar Theo bisa leluasa menikmati hari liburnya itu. ia sungguh mengerti dengan keadaan Theo dan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah majikannya itu yang seperti anak kecil.


tentu saja penampilan Theo kembali mengundang perhatian pengunjung pria di klub tersebut. tinggi semampai, leher jenjang, badan langsing dengan ukuran dada dan paha yang sangat menggoda membuat siapa pun yang melihat tentu saja akan tergoda.


ia menuju bar tempat temannya Josh berada. "hai Josh lama tak bertemu, aku merindukanmu", ujar Theo yang disambut dengan cocktail blue ocean dari Josh. "hai Theo, aku menunggumu.. mengapa baru muncul?" "aku sangat sibuk? managerku yang gila itu tak memberiku ruang untuk bernapas" ucapnya sambil mencicipi cocktail didepannya. "hmm.. sungguh nikmat Josh".. terimaksih pujiannya nona" ujar Josh sambil tersenyum. "aku kesana dulu ya" Theo beranjak dari mejanya menuju lantai sambil memegang gelas dan mulai bergoyang seorang diri. "dari jauh Ray hanya memperhatikannya dan tak tertarik ikut turun.


"hai.. aku menunggumu, lama tak berjumpa. 8 dari mana saja kau nona?" tanya brian setengah berteriak di telinga Theo. Theo berbalik dan sangat kaget saat mengetahui itu adalah Brian. "Tuan Brian, apa yang kau lakukan disini? ucapnya kaget. Brian memperhatikan Theo dengan seksama dan langsung menyadarinya."theo apa yang ku lakukan disini?" "tentu saja refreshing tuan"


"kita bicara disana" ujar Brian menunjuk bar tempat Josh berada. "okelah" jawab Theo mengikutinya


Brian dan theo menghabiskan waktu bersama di bar sambil menikmati beberapa hidangan yang disediakan oleh Josh. hingga pada akhirnya Theo mencapai batas toleransinya untuk minum. ia mulai merasaka berat dikepalanya itu dan mulai meracau tak jelas. "Theo, kau baik" saja?" tanya Brian saat melihat Theo mulai mabuk. " oo.. Tuan brian yang terhormat, terimaksih telah memberiku kesempatan untuk bekerja denganmu.. tapi kau tahu. aku tak menyukai pakaian olahraga itu.. sangat tertutup dan panas.