First Love Or Second Love In My Heart

First Love Or Second Love In My Heart
Aku sakit karena mu


Waktu udah menunjukkan pukul 06.00 pagi... tapi Aleeina belum bangun tidur juga, Ibu jadi khawatir karena Aleeina ga keluar kamar juga.


Akhirnya ibu melihat Aleeina kekamarnya.


"Ya ampun.... Aleeina sayang...badan kamu demam tinggi nak,Ya Alloh ko bisa kamu tiba-tiba sakit begini sayang" Ibu Aleeina panik bukan main.


Lalu bergegas menelpon dokter. lalu berlari memanggil ayah ke bengkel.


"Yah ayo pulang dulu Aleeina demam tinggi,mamah takut kenapa-kenapa, barusan udah nelpon dokter yah"...dengan paniknya ibu sambil menarik ayah.


"Iya Bu ayo...ayah jadi khawatir tumben anak kita sakit..."sambil bergegas ayah ke kamar Aleeina.


Ting...tong....suara bell rumah berbunyi.


Dokter nya pun datang.


"Dok...tolong cepat periksa anak saya,,tadi malam tidak apa-apa kok, pagi ini saya temukan anak saya demam tinggi"kata ibu.


"Baik Bu, ibu sabar yah,,saya periksa dulu anak ibu biar tau sakit apa" Dokter pun memeriksa Aleeina.


Sementara ayah diluar kamar mondar mandir terus khawatir.


Dokter pun selesai memeriksa.


"gimana Dok,,sakit apa anak saya" tanya ibu sambil menangis.


"Begini Bu,,hasil dari pemeriksaan, kondisi badan stabil,tensi darah stabil,dan lainnya stabil...saya sarankan jangan banyak pikiran ya Bu anaknya,,jangan kecapean dulu kalau bisa" kata dokternya.


"tapi dokter,,selama ini anak saya baik-baik saja kok,,tidak ada beban pikiran apapun,, apa mungkin ada beban yang dipikul Aleeina yah" ibu kebingungan.


"Ya sudah Bu,,ini obat-obatan nya,,beri istirahat yang cukup yah,makan nya jangan telat juga, saya pergi dulu" Dokter pun pamit.


Ibu menceritakan hasil pemeriksaannya ke ayah, keduanya bingung,,apa yang sebenarnya Aleeina pendam sampai menjadi beban pikiran seperti itu.


Tak lama terdengar suara Aleeina.


"Bu.....Bu.....aku haus,aku mau minum" kata Aleeina.


Dengan cepat ibu menghampiri Aleeina dan memberikan minum.


"Aleeina sayaaang....ibu khawatir kamu sakit begini nak,,kalau kamu mau,,kamu bisa cerita sama ibu sebenarnya ada masalah apa sayang,sampe kamu jadi skait pikiran begini." tanya ibu perlahan kepada Aleeina.


"Bu.....ibu jangan khawatir yah,, Aleeina gak apa-apa kok, Aleeina cuma kecapean aza Bu" kata Aleeina dengan suara lemasnya.


Ibu pun berusaha percaya kepada Aleeina,karena tidak mungkin terus bertanya kepada Aleeina disaat sedang sakit,pasti akan membuat Aleeina makin sakit.


Ibu pun meninggalkan kamar Aleeina dan segera menelepon pihak sekolah untuk meminta izin sakit kepada gurunya.


Sementara Aleeina dikamar terus menangis, berharap terus ada keajaiban kalo Arion akan datang meski hanya satu detik aza. Kepergian Arion yang tanpa pamit membuat hati Aleeina begitu terpukul.


Tidak ada no telepon,tidak ada alamat yang bisa dihubungi sama sekali... bagaimana bisa Aleeina membalas surat dari Arion.


Semua rasa itu berkecamuk dalam diri Aleeina.


Sehari....dua hari....sampai tiga hari Aleeina sakit,,dan akhirnya sedikit membaik setelah Mahira dan beberapa teman kelasnya menengok dan memberi semangat kepada Aleeina,, Ronan yang bersemangat menghibur Aleeina,,namun Aleeina tidak menghiraukan.


Namun candaan demi candaan semua teman-temannya Aleeina sedikit banyaknya membuat hati Aleeina bisa sedikit tersenyum.


Aleeina pun janji besok dia akan pergi sekolah. karena mau ada ulangan kata Mahira, jadi Mahira pun meminjamkan buku materi pelajaran yang sudah tertinggal selama Aleeina sakit.