First Love Or Second Love In My Heart

First Love Or Second Love In My Heart
Aleeina hilang


Sementara di Villa Ronan, Mahira panik bukan kepalang. Dia mencari Aleeina kesetiap sudut Villa tapi tidak menemukannya juga, Mahira benar-benar kebingungan sendiri, semua temannya tidak ada satu pun yang melihat Aleeina pergi kemana. Jalan satu-satunya adalah minta tolong Ronan untuk membantu mencari Aleeina.


"Tok tok tok" Mahira mendatangi kamar Ronan dan mengetuk pintunya.


"Ada apa Mahira tumben" kata Ronan sambil melihat ke sekeliling Mahira seperti mencari seseorang.


"Mana Aleeina?" tanya Ronan


"Nah itu dia, aku mau minta tolong sama kamu, bantu aku mencari Aleeina, tadi aku tinggal sebentar ke kamar mandi, terus aku nyuruh Aleeina nunggu di taman, eh pas aku kembali Aleeina tidak ada, sudah aku cari ke semua tempat tidak ada juga" kata Mahira panik.


"Teman-teman yang lain sudah kamu tanyain belum" tanya Ronan lagi, sambil bersiap mencari Aleeina.


"Sudah aku tanya semuanya tapi tidak ada yang melihat Aleeina, Hp nya saja dari tadi tidak aktif, jadi susah banget dihubungi nya,duh kemana yah" Mahira jadi merasa bersalah sendiri.


"Ya sudah kita mulai cari saja lagi, dan kalau bisa coba kamu SMS Aleeina, siapa tau pas aktif bisa dibaca pesannya sama dia" kata Ronan.


"Iya aku SMS Aleeina sekarang" Mahira lekas mengambil Hp nya.


Ronan dan Mahira pun mulai mencari Aleeina, Ronan menyuruh Mahira mencari ulang di area Villa, dan Ronan mencari di area luar Villa, setiap Villa yang dilewati Ronan, semuanya dia periksa, sampai akhirnya tiba disebuah Villa besar megah nan mewah...tadinya Ronan berpikir tidak mungkin Aleeina berada di Villa tersebut, sampai Ronan melihat gelang milik Aleeina ada tergeletak didepan gerbang tersebut.


Ronan pun penasaran, dan menghampiri pos satpam Villa tersebut.


"Sore Pa, mau tanya Villa ini siapa pemilik nya yah? tanya Ronan.


"Selamat Sore De, Villa ini milik keluarga besar Tuan Valency, tapi sudah menjadi waris nya Tuan Axelle" kata satpam tersebut.


"Axelle????...maksud bapa Axelle yang difoto ini?" Ronan bertanya lagi sambil menunjukkan foto Axelle dari Hp nya karena penasaran.


"Iya Pa betul sekali, ini Tuan Muda Axelle" kata satpamnya menegaskan kembali.


Oh begitu ya Pa, kebetulan sekali, dia ini teman sekolah saya, saya sedang mengadakan acara di Villa saya dari sekolah, nah si Axelle ini dia bilang mau tidur di Villa nya sendiri katanya dekat dari Villa saya, saya boleh masuk Pa, saya mau ngasih tau dia kalau semua teman sudah berkumpul?" Ronan berpura-pura kenal dekat dengan Axelle dan mengarang cerita tentang dia dan Axelle.


Akhirnya Ronan pun diizinkan untuk masuk. Tak lupa gelang milik Aleeina pun dia bawa. Dalam hati Ronan sangat penasaran sekali, "Masa iya Aleeina ada didalam bersama Axelle..." Ronan menggerutu.


Ronan pun mengendap-endap masuk ke Villa-nya Axelle, karena dia ingin tau secara diam-diam apakah Aleeina ada disana atau tidak.


Sampai akhirnya tiba disebuah ruangan yang sekelilingnya adalah kaca, sangat indah, seperti ruangan TV karena terlihat dari luar TV nya menyala. Ronan pun mendekati jendelanya dan mengintip disitu.


Rasa penasaran itu terjawab sudah, didalam sana dia melihat Aleeina sedang didekap erat oleh Axelle, dan yang tidak Ronan sangka dalam pikirannya, mengapa Aleeina mau dipeluk erat oleh Axelle, sedangkan yang dia tau, Aleeina tidak ada hubungannya dengan Axelle, bukan pacarnya pula.


Rasa penasaran makin bertambah dan rasa cemburunya bergejolak kencang, ingin rasanya Ronan memukul kacanya saat itu, namun dia malah memikirkan rencana buruk untuk Aleeina.


Ronan pun bergegas kembali ke Villa-nya, dengan hati jengkel rasa kesal cemburu bercampur amarah Ronan mengacak-acak kamarnya sendiri. Lalu dia pun menelepon Mahira dan menyuruhnya cepat datang ke kamarnya.


Mahira dengan senang hati mendatangi kamar Ronan, tentu saja karena dia memang sangat menyukai Ronan.


"Nanti juga dia pulang mungkin dia sedang berjalan-jalan saja diluar sana, kamu tidak usah cemas, coba telepon saja lagi bilang sama dia, kalau tidak segera kembali ke Villa akan dilaporkan ke orang tuanya dan dianggap hilang" kata Ronan dengan nada marah.


Mahira bingung dengan sikap Ronan seperti itu, namun sarannya masuk akal juga untuk menarik Aleeina kembali ke Villa.


"Tut Tutttt Tuuttttt......Hallo Mahira ada apa" akhirnya Aleeina mengangkat teleponnya.


"Aleeeeeeiiinaaaaa....kamu dimana sih sebenarnya, kita semua sibuk nyariin kamu, ditelepon susah pula, kamu dimana!!!" teriak Mahira dalam telepon nya.


"Iya maaf Mahira, tadi aku ada perlu dulu sebentar, maaf banget tidak ngasih tau kamu sebelumnya, karena sangat mendadak" jawab Aleeina.


"Ya sudah pokoknya aku ga mau tau, sekarang juga kamu harus kembali ke Villa, kalau tidak, aku akan telepon ayah kamu dan bilang kamu menghilang dari Villa!!!" Mahira mengancam Aleeina dengan tegas, padahal dalam hati Mahira dia cekikikan tertawa.


"Iya iya Mahira....aku kembali sekarang, tapi tolong jangan bilang apapun ke ayah dan ibu nanti mereka cemas Hira" Jawab Aleeina ketakutan.


"Okeeeeee" kata Mahira.


"Yesssss....berhasil Ronan akhirnya Aleeina sebentar lagi kesini, gemes aku nyari dia ga ketemu akhirnya bisa juga dihubungi" kata Mahira dengan senangnya.


"Oke....Good Job" Kata Ronan


"Nih nanti kalau dia kembali kasih dia minuman ini, kamu juga boleh minum tuh buat berdua, pasti pada haus kan" kata Ronan seolah tak terjadi apa-apa.


"Oke.....makasih yaaa Ronan..kamu emang super super baiiiikkkk banget" Mahira mengambil dua botol minumannya dan kembali ke kamarnya.


Sementara Aleeina pamitan kepada Axelle, karena dia takut dilaporkan pada orangtuanya.


"Axelle....aku kembali ke Villa dulu" Pinta Aleeina.


"Aleeina.... rasanya aku tidak ingin melepaskan kamu saat ini, saat seperti ini yang aku tunggu-tunggu sejak lama, aku ingin bersama kamu selamanya Aleeina" Axelle malah mendekap erat lagi tubuh Aleeina.


"Axelle...masih ada waktu lagi untuk kita bertemu, besok juga bisa ketemu lagi, aku takut teman-teman lainnya lapor pada ayahku, nanti aku disangka hilang kan malah gawat, yah yah" Aleeina menenangkan Axelle.


"Oke....kamu boleh kembali ke Villa si Ronan itu, tapi dengan syarat kamu tidak boleh berdekatan dengan Ronan titik" kata Axelle.


"Iya....aku janji" Aleeina menjawab dengan lembut.


Sebelum pergi Ronan kembali memeluk Aleeina dan membisikkan sesuatu.


"nanti malam jam 21:00 aku akan kesana" bisik Axelle.


Aleeina hanya tersenyum dan mengangguk bahagia sambil berlalu pergi meninggalkan Axelle. Axelle pun bahagia dengan status mereka yang kini sudah jadian.


Hati Aleeina berbunga-bunga, selalu terbayang wajah Axelle dan ciuman pertamanya dengan Axelle laki-laki yang sangat dicintainya itu.