First Love Or Second Love In My Heart

First Love Or Second Love In My Heart
Bagai disambar petir


Tak terasa waktu terus berlalu,setahun sudah Arion tak ada kabar berita sampai waktunya mendekati Ujian Nasional, Aleeina mulai melupakan Arion, kini Aleeina sedang mempersiapkan dirinya untuk Ujian Nasional.


Namun hubungan nya dengan Axelle pun tetap saja seperti itu itu juga tidak ada kata jadian namun hari-hari mereka tetap seperti biasanya, selalu hangat dan Aleeina tetap dengan perasaan malu-malunya dan tetap menjaga jarak karena merasa tidak enak pada teman-teman lainnya, meskipun hatinya sudah mulai jatuh cinta pada Axelle.


Siang itu dihalte pulang sekolah.


"Hira.... dua bulan lagi kita ujian sekolah,,entah kenapa tiba-tiba perasaan aku tidak enak yah" kata Aleeina cemas.


"Aleeina...yang sedang kamu pikirkan sekarang apa sebenarnya..coba katakan". kata Mahira.


"Entahlah Hira... tiba-tiba aku teringat Arion" tukas Aleeina.


"Eiitttttssss....tunggu.... ngapain kamu inget dia sih Aleeina, toh dia kan sudah tidak ingat kamu lagi,kamu jangan membebani pikiran lagi dengan mikirin dia dong,nanti sakit" Mahira menghibur.


"Aku teringat juga bukan karena aku kangen atau apa gitu.....itu ngga sama sekali Hira,,ga tau ada apa ini,,rasanya ga enak hati banget


tau" kata Aleeina sambil terus memegang dadanya seperti sesak


Mahira pun mengantarkan Aleeina pulang karena khawatir ada apa-apa dijalan.


Setibanya dirumah Aleeina disambut ibunya dengan hangat.


"Aleeina sayang,kamu sudah pulang nak" kata ibu.


"Iya Bu...aku laper Bu,,mau makan sekarang sama Hira,,masakin goreng ayam kesukaan ku ya Bu" kata Aleeina sambil lekas mengganti bajunya ke kamar.


"Wah Bu... ekspres sekali,,aku minta langsung ada banyak makanan dimeja.." Aleeina semangat,lalu mengajak Mahira makan bersamanya.


Tiba-tiba ibu bilang" Oh makanan ini kiriman dari Arion sayang,,tadi dia datang kesini" Kata Ibu.


"A-apa Bu... maksudnya Arion ada pulang kesini??" Tanya Aleeina penasaran,antara senang dan tidak percaya kalo Arion pulang.


"Iya...tadi kesini dia cuma mampir sebentar sama tunangannya, nganterin surat undangan tuh dimeja depan nak" kata Ibu. Ibu tidak tau kalau Arion dan Aleeina sudah terikat janji.


"A-apa .....!!!!!" Aleeina tubuhnya melemas... Mahira bergegas membawa Aleeina ke kamarnya...karena Mahira tau, ibunya pasti akan banyak bertanya melihat keadaan Aleeina yang sekarang drop.


"H-Hira....kamu denger juga kan tadi..kamu dengar kan Hira...??!!!" tanya Aleeina sambil menahan air matanya yang sudah tidak terbendung lagi..membasahi pipinya.


"Aku ga sanggup mendengar nya Hira..aku ga sanggup?!?!?" Aleeina jatuh tersungkur.


"Aleeina..sabar yah sabar...kamu tenangin diri kamu dulu yah" Mahira menenangkan lalu memberinya minum.


"Mahira...kenapa ini terjadi padaku, Arion jahat, mengapa dia kembali dengan membawa luka sedalam ini Hira..." Aleeina terus menangis tanpa henti.


Tiba-tiba Aleeina pingsan. Mahira kaget...dia Bingung harus berbuat apa, Lalu ditariknya Aleeina ke kasur perlahan.. Mahira takut orang tua Aleeina cemas melihat keadaannya sekarang.


Mahira pun meminta izin menginap semalam dengan alasan ada tugas sekolah, agar bisa menjaga Aleeina.


Mahira berusaha menyadarkan Aleeina...agar dia tidak khawatir lagi....tak lama Aleeina pun sadar dari pingsannya karena menghirup aroma kayu putih yang diberikan Mahira...


"Aleeina.....Aleeina...syukur kamu sadar, aku khawatir banget kamu seperti ini" kata Mahira


"Hira...Badan aku lemas banget..." kata Aleeina dengan suara serak


"Udah mending kamu sekarang istirahat aza dulu,,aku sudah izin sama ibu kamu untuk nginap malam ini,karena aku takut semuanya pada tegang lagi" kata Mahira


"Makasih yah Hira....kamu memang sahabat terbaikku,,selalu ada disaat aku susah dan senang" Kata Aleeina sambil kembali menangis