
Waktu sudah menunjukkan jam 18:30 Aleeina kembali ke Villa Ronan dan langsung menuju kamarnya. Tampak didalam Mahira sedang bersiap untuk acara kambing guling nanti malam jam 21:00.
"Aleeeeeeiiinaaaaa....kamu kemana sajaaaaaa!!!!" Mahira langsung memeluk Aleeina.
"Mahira....aku ga bisa nyeritain semuanya sekarang, terlalu panjang, nanti kalau udah luang baru aku cerita yah, aku mau mandi dulu" jawab Aleeina sambil bersiap mandi.
"Ya sudah tak apa yang penting kamu sudah kembali juga aku sudah tenang, Oiya Aleeina nih ada minuman segar, kalau kamu haus ambil satu, sisain satu buat aku nanti" kata Mahira.
"Iya Mahira terimakasih, nanti aku minum deh" jawab Aleeina.
"Aleeina aku tinggal ga apa-apa yah, soalnya anak-anak yang lain sudah pada berkumpul nyiapin kambing nya, kamu cepetan mandinya yah, aku tunggu di taman bareng anak-anak" teriak Mahira karena Aleeina sudah didalam kamar mandi
"Ya sudah tidak apa-apa Hira" teriak Aleeina.
Mahira pun langsung keluar dari kamar dan menuju area taman tempat acara kambing guling, dia lupa menutup kembali pintu kamarnya saking buru-burunya.
Tiba-tiba Mahira berpapasan dengan Ronan.
"Mahira apakah Aleeina sudah kembali?" tanya Ronan.
"Iya Ronan....dia sudah ada dikamar, dia lagi mandi dulu tuh, UPS aku lupa pintunya belum aku tutup, sebentar ya Ronan aku balik ke kamar dulu" Mahira panik lagi.
"Tunggu Mahira....udah kamu kesana saja cepat, banyak kerjaan tuh, biar aku saja yang menutup pintunya" kata Ronan mengambil kesempatan.
Mahira yang polos mau saja disuruh Ronan, lalu bergegas menuju ke tempat kambing guling.
Ronan tersenyum, dengan semangat dia langsung menuju kamar Aleeina. Entah apa yang ada dipikirannya Ronan, dia sangat gemas kepada Aleeina.
Melihat pintunya terbuka Ronan langsung masuk dan menutup pintunya dari dalam dan menguncinya. Sementara Aleeina masih asyik dikamar mandi sambil bernyanyi.
Ronan pun segera bersembunyi dibalik tirai, Aleeina selesai mandi, dia tidak tau kalau Ronan ada dikamarnya sedang bersembunyi, bahkan Mungkin akan mengintipnya.
Bukannya langsung pakai baju, Aleeina malah tiduran dengan kondisi masih memakai handuk, bernyanyi kecil dan senyum-senyum sendiri. Mungkin Aleeina masih mengingat momen romantis saat berciuman dengan Axelle hingga apa yang dilakukannya merasa aman.
Ronan yang mengintip dibalik tirai tak kuasa menahan naluri prianya, hasratnya bergejolak kencang melihat gadis idamannya begitu molek cantik hanya memakai handuk saja, ingin rasanya dia mendekap Aleeina saat itu juga, namun dia tahan.
"Aleeina....apapun yang terjadi, kamu harus jadi milikku seutuhnya, bukan milik orang lain" Gumam Ronan dalam hati.
Tiba-tiba "Bruukkkkkk.." Aleeina melepaskan handuknya dan mulai memakai satu persatu bajunya.
Ronan yang kala itu sedang memandangi Aleeina, benar-benar terbelalak menatap keindahan lekuk tubuh Aleeina, hasrat untuk memiliki Aleeina semakin bertambah.
Aleeina pun selesai memakai baju, dan hendak bersiap keluar menuju area kambing gulingnya.
"Selesai..., tapi tadi Mahira bilang ada minuman segar, haus juga tenggorokan aku.... tapi kayaknya lebih enak minuman hangat deh hhmmmm" Aleeina belum sempat meminumnya karena bingung mau minum apa yang mana.
Ronan yang mendengarnya jadi geregetan sendiri
"Ayo Aleeina minum saja minumannya minuuuuuum.....ayooooo" Ronan menggerutu sendiri berharap Aleeina meminum minuman pemberiannya.
"Ya sudah ah minum saja dulu deh, daripada kering tenggorokan" Aleeina pun meminum minuman itu.
"Belum sempat keluar kamar tiba-tiba kepala Aleeina pusing.
"Ya ampun kepalaku, kenapa tiba-tiba pusing yah, apa karena aku kecapean, ngantuk banget lagi" Aleeina lalu tiba-tiba ambruk pingsan.
Rupanya Ronan sudah mempersiapkan itu semua untuk Aleeina.
Ronan pun memeriksa keadaan diluar kamar, saat semuanya sudah berkumpul di area taman tempat acara kambing gulingnya. Ronan bergegas menggendong Aleeina dan membawanya ke kamar atas tempat kamar VIP nya.
"Akhirnya Aleeina....." kata Ronan sambil senyum-senyum sendiri.
"Aleeina....kamu tidak boleh dimiliki oleh laki-laki manapun selain aku, kamu hanya milikku....milikku, selamanya akan jadi milikku..." Ujar Ronan.
Aleeina yang tak berdaya tertidur dengan lelap karena pengaruh dari minuman yang dicampur obat tidur oleh Ronan tadi.
Ronan pun langsung menuju kamar mandi untuk mandi, dia begitu bersemangat karena bidadarinya saat ini sudah ada ditangannya.
Sementara Mahira, yang lagi asyik bersama teman-temannya, mulai membakar kambing yang sudah dibumbuinya itu, wanginya sangat lezat membuat semua orang jadi lapar, sampai-sampai Mahira lupa kalau Aleeina belum datang juga bergabung bersamanya. Tiba-tiba ada yang melempar Mahira dari belakang pakai gulungan kertas kecil.
Mahira yang lagi asyik kaget sendiri dan menoleh kebelakang, ternyata.....
"Kak Hiraaaaaa" Bisik Axelle.
"Axelle!!!!! kamu disini ngapain??? tanya Mahira terkejut.
"Ssssttttt.....jangan kencang-kencang ngomongnya" kata Axelle.
"Mana Aleeina??" tanya Axelle
"Oiyaaaa.... ya ampun Axelle, aku sampe lupa sama Aleeina, saking sibuk nyiapin kambingnya jadi lupa duh" kata Mahira
"Iyaaaa... sekarang Aleeina dimana???" tanya Axelle gemes.
"Tadi sih aku ninggalin dia dikamarnya, mungkin istirahat dulu dikamar, soalnya tadi kan dia menghilang beberapa jam, entah kemana tuh anak, menghilang tiba-tiba tak ada kabarnya" kata Mahira.
"Kamarnya yang mana" tanya Axelle lagi.
"Pokoknya ada ditengah yang VIP kamar paling bagus, ada namanya juga kok di pintunya jadi ga bakalan nyasar" kata Mahira.
"Ya sudah aku nemuin Aleeina dulu ya ka" Axelle lalu bergegas menuju kamar Aleeina.
"Eiitttttssss tunggu Axelle, kalau ketemu Aleeina bilangin cepet kesini, acara sudah mau dimulai" kata Mahira.
"Iya....iya..." Axelle pun segera kekamarnya Aleeina, dia tidak sabar bertemu dengan kekasihnya itu.
Sesampainya dikamar, Axelle lalu mengetuk pintu kamarnya. Satu kali, dua kali, tiga kali dan bahkan berkali-kali dia mengetuk pintunya tapi Aleeina tidak juga membuka pintunya.
Axelle penasaran lalu mencoba membuka pintunya, dan ternyata tidak terkunci, Axelle pun masuk dan memeriksa kedalam kamar mencari Aleeina.
"Aleeeeeeiiinaaaaa.... Aleeeeeeiiinaaaaa..!!! teriak Axelle sambil terus mencarinya.
"Duh kok ga ada sih, kemana sih kamu Aleeina, bikin aku khawatir saja" Axelle pun makin cemas dan mencoba menelepon Aleeina.
"Kriiingggg...." terdengar bunyi hp Aleeina, ternyata Hp Aleeina ada dikamarnya. Axelle makin kebingungan sendiri.
"Feeling ku tidak enak nih, aku harus tanya Mahira" Axelle begitu cemas.
Axelle pun segera kembali menemui Mahira.
"Kak Hiraaaaaa....kamu bilang Aleeina ada dikamarnya, tapi ternyata tidak ada, malah Hp nya juga tertinggal disana" tanya Axelle panik.
"Masa sih ah ga ada!!!! tadi tuh ada dikamar Axelle, aku tinggalin dia pas lagi mandi, jadi mana mungkin tiba-tiba menghilang" kata Mahira tak percaya.
"Cuma tadi pas aku tinggalin aku lupa menutup pintunya, nah aku meminta Ronan untuk menutup pintunya, soalnya takut ada yang tiba-tiba masuk ke kamar, mana Aleeina lagi mandi kan" jawab Mahira dengan santainya.
"Apaaaaaa....Kak Hiraaaaaa, kamu tuh sembarangan saja minta tolong sama orang, Aleeina lagi mandi malah kamu nyuruh laki-laki apalagi si Ronan yang menutup pintunya!!! kalau terjadi apa-apa gimana!!!! Axelle terlihat marah besar kepada Mahira.
Mahira pun meminta maaf menenangkan Axelle dan mengajaknya mencari Aleeina.