First Love Or Second Love In My Heart

First Love Or Second Love In My Heart
Persiapan Piknik


Dua bulan sebelum Ujian Nasional, Teman-teman sekelas Aleeina berencana untuk mengadakan liburan bersama ke Villa nya milik Ronan,karena Ronan menyediakan transportasi nya secara gratis dan Villa nya juga, sebelum perpisahan datang mereka ingin seru-seruan bersama.


"Aleeina..kamu ikut yah acara nya nanti,?" Ronan membujuk Aleeina. Aleeina hanya tersenyum saja tanpa menjawab.


"Pleeeeaaasseeeee..!!!!!" Ronan terus membujuk dengan muka melas andalannya.


"Okeeeeeee....dengan senang hati Ronan aku juga pasti ikuuuuttttt...!!! malah Mahira yang bahagia menjawabnya.


"Hhmmmm...ya sudah..bujuk juga temanmu tuh biar ikut...!" kata Ronan sambil berlalu pergi.


Mahira terus mencoba membujuk Aleeina agar mau ikut ke acara kelasnya.


"Aleeina kita ikut kan yah...yah...yah... please, kita kan bisa refreshing disana, menghilangkan penat, udara disana pasti segar banget tau.." Mahira gigih sekali merayu Aleeina.


"Ya ampun Hira...segitu semangatnya kamu ingin ikut acara besok... ya sudah....iya aku ikut deh biar kamu ga nangis wkwkwk.. " Aleeina meledek sahabatnya itu sambil tertawa kegelian.


"Cantiknya wajahmu Aleeina saat tersenyum...hhmmmm" Axelle tiba-tiba datang dan memuji Aleeina yang sedang tertawa.


Aleeina pun berhenti tertawa dan hanya tersenyum manis kepada Axelle.


"Tapi ngomong-ngomong memang kalian mau kemana, ada acara apa besok?" Axelle penasaran dan berusaha mencari tahu.


"Iihh kamu penasaran yah kita mau pergi kemana hihi.." Mahira malah meledeknya.


"Aleeina kamu mau kemana besok, ada acara apa, please dong jawab jangan meledek terus" Axelle agak kesal dengan Mahira.


"Iya Axelle...besok kami ada acara piknik dari kelas, semua teman sekelas ikut ke Bogor ke Villa nya Ronan, gratissss.." kata Mahira


"Acara ke Villa Ronan? hanya sekelas begitu?orang luar tidak boleh ikut? Villa nya yang mana?jam berapa berangkatnya?" Axelle bertanya terus tanpa henti seperti kepanasan.


"Stop....sabar...satu satu dong nanya nya" kata Mahira.


"Kami berangkat besok pagi jam 8, start dari sekolah, kalo alamat nya sih aku kurang tau Axelle" Jawab Aleeina


"kamu yakin mau ikut Aleeina?" Axelle menegaskan lagi.


"Ya...liat besok aza, soalnya aku juga belum izin sama orang tua aku, kalau diizinkan ya ikut, kalau tidak yah mungkin ga jadi ikut..." Kata Aleeina.


"Ya sudah... hati-hati dijalan,, hati-hati juga disana nya, jangan lupa bawa mantel ya, disana kan dingin sekali cuacanya.." pesan Axelle.


Axelle pun lalu berpamitan pulang, sementara Aleeina hanya tertegun melihat Axelle pergi.


"Kenapa Axelle sama sekali ga cemburu yah, ga ngelarang aku atau mencegah aku pergi gitu ikhhh" Aleeina bergumam dalam hati sendiri dengan kesalnya.


"Ya sudah Hira ayo kerumah aku dulu, kamu harus bantu aku izin sama orang tua aku, terutama ayah, kamu tau sendiri kan ayah gimana" kata Aleeina


"Siap bos cantik.... dengan senang hati xixixi" Mahira kegirangan lagi.


"Aleeina tunggu...." Ronan datang menghampiri Aleeina.


"Ada apa Ronan...?" kata Aleeina bingung.


"Cuma mau mastiin kalau besok kamu ikut kan?" tanya Ronan.


"Ya liat besok aza, aku belum bisa janji, soalnya aku belum izin sama ayah" kata Aleeina.


"Iya tidak apa-apa, besok disana sudah aku siapin makanan banyak, jadi kalian tidak perlu khawatir, oke" kata Ronan sambil mengedipkan matanya.


Aleeina dan Mahira pun segera naik angkot dan pulang kerumahnya Aleeina.


Sampai dirumah Aleeina Melihat ayah dan ibunya sedang duduk di ruang tv, kebetulan yang pas sekali untuk Aleeina meminta izin.


"Ayah....e-emmmmm....aku.....mau..." Aleeina terbata-bata menjelaskannya.


"Ada apa nak, kamu mau apa? ngomong nya kenapa tidak dilanjutkan" kata Ayah


"Itu Yah...ada acara dari sekolah...maksudnya dari teman-teman sekelas...pada mau piknik ke Bogor..kalau Ayah izinkan boleh Aleeina ikut yah?" kata Aleeina dengan wajah tertunduk takut dimarahi Ayahnya.


"Ke Bogor?!?!" Ayah Aleeina kaget.


"Tapi kalau Ayah tidak mengizinkan Aleeina tidak akan ikut kok Yah" Aleeina menghela nafasnya.


Muka Aleeina menjadi pucat karena takut Ayahnya marah, terlihat badan Aleeina begitu gemetar.


Ayah Aleeina tak kuasa melihat putri kesayangannya itu diam ketakutan


"Aleeina sayang, sini nak" Ibu memanggil Aleeina duduk disamping Ayah dan Ibunya.


"Kamu tidak usah takut begitu nak, Ayah tidak akan melarang kamu untuk mengikuti acara dari sekolah, yang penting Ayah titip jaga diri kamu baik-baik disana" kata Ayah Aleeina sambil membelai rambut panjang putri kesayangannya Aleeina.


"Jadi Ayah mengizinkan aku untuk ikut Yah? Aleeina sedikit bahagia mendengarnya.


"Iya sayang, asal kamu jangan jauh-jauh dari Mahira, Ayah menitipkan kamu pada Mahira ya nak.." kata Ayah kepada Mahira.


"Baik Om Tante, kami akan saling menjaga nanti disana, percaya sama kami" kata Mahira meyakinkan orang tua Aleeina.


"Makasih Ayah...Ibu.... Aleeina janji, Aleeina akan menjaga diri Aleeina dengan baik" kata Aleeina tersenyum bahagia.


Ibu Aleeina pun lalu membantu Aleeina mempersiapkan perlengkapan untuk acara Aleeina besok.


Sementara itu Mahira pamitan pulang untuk mempersiapkan perlengkapannya juga.