First Love Or Second Love In My Heart

First Love Or Second Love In My Heart
Jatuh Cinta dan Jatuh Sakit


"Kriiiiiing......" Waktunya bel pulang sekolah berbunyi. Mahira bergegas ke ruang UKS untuk melihat keadaan Aleeina yang masih terbaring disana.


"Aleeina...gimana keadaan kamu sekarang" tanya Mahira masih cemas.


" Aku udah mendingan Hira,kamu ga usha Khawatir,,aku udah bisa Nerima semua kenyataan ini, mungkin ini jalan terbaik agar aku bisa lebih melupakan Arion, mengejar cita-cita ku demi ayah dan ibu" kata Aleeina berusaha tegar padahal dihatinya masih berkecamuk tanda tanya begitu besar mengapa Arion tega melakukan itu semua.


"Ya sudah... aku antar kamu pulang yah" kata Mahira.


"Aku ikut dengan kalian...." tiba-tiba Axelle datang dan ingin ikut mengantar Aleeina pulang


"Axelle...kamu...mau nganterin aku pulang?!?!?" Aleeina kaget mendadak berubah perasaannya deg-degan lagi.


duh kenapa sih tiap ada Axelle selalu deg-degan begini,apa aku memang cinta yah sama dia, tapi kan aku pernah cinta juga sama Arion,tapi kenapa tidak pernah deg-degan seperti ini issshhhhhAleeina bergumam dalam hati.


"Ayo Aleeina kita berangkat, Dan kamu Axelle tolong bantu aku membopong Aleeina yah sampai ke angkot" kata Mahira.


"Aku antar pakai mobilku saja yah" kata Axelle sambil tersenyum.


"Emang kamu bawa mobil, bukannya tadi kamu kesekolah juga naik angkot kan?" tanya Mahira kaget.


"Aku sudah menelepon sopir untuk menjemput" kata Axelle sambil membopong Aleeina yang Masih lemas tubuhnya.


Mereka pun berlalu dari UKS menuju pintu gerbang sekolah. Tiba-tiba di pintu gerbang ada yang memanggil Aleeina dan datang menghampiri Aleeina.


"Aleeina...bisa kita bicara sebentar..." tiba-tiba Arion datang.


"Plaakkkkkkkk.....serasa ditampar Aleeina melihat kedatangan Arion.


Mahira menarik tangan Aleeina


"Jangan Aleeina....jangan mau ih sebel aku liatnya" kata Mahira kesal.


Sementara Arion melongo tanda tanya sendiri,namun tidak bisa ikut campur karena itu masalah pribadi Aleeina.


"Mahira... Axelle...kalian tunggu disini sebentar yah, aku akan segera kembali" kata Aleeina.


"Tapi Aleeina kamu kan masih sakit, ini lagi malah nemuin Si Arion biang penyakit" kata Mahira tambah kesal.


"Ka Hira...sudah kamu disini saja, kita liat dari sini, kalau sampai Aleeina kenapa-kenapa,Arion tidak akan pulang dengan selamat" Kata Axelle dengan tenangnya.


Sementara Aleeina ikut masuk ke mobil Arion sesuai permintaan Arion untuk bicara sebentar.


Sementara Aleeina hanya tertunduk meneteskan air mata tak hentinya, tapi tetap berusaha untuk tegar.


"sekarang mau kamu apa datang lagi menemui ku, mau ngasih kesakitan apalagi hah..?!?!" kata Aleeina dengan nafas sesaknya.


"Aleeina.... tentang undangan dan wanita yang datang bersamaku kemarin, dia...adalah Tantriana mantan pacarku dulu, 2 tahun yang lalu kami putus,, namun tiba-tiba dia datang kepadaku saat tau aku pulang dari pelayaran dan sebenarnya aku hendak menemui kamu, tapi dia memberi kabar tentang penyakitnya itu,, dia divonis kanker paru-paru stadium akhir dan diperkirakan hanya 2 bulan lagi usianya, lalu dia meminta untuk menikah denganku, hanya itulah permintaan hidupnya yang terakhir.


Aleeina....tolong maafkan aku, aku tau ini menyakitkan juga buatku apalagi buatmu. namun aku tidak berdaya Aleeina... pernikahan ini hanyalah status untuk dia saja, aku harap kamu bisa mengerti semua ini sayang.." Arion menjelaskan semuanya detail dan terus memegang erat tangan Aleeina.


"Arion....entah aku harus mempercayai mu atau tidak..tapi ini sudah terlalu menyakitiku Arion...janjimu yang manis dulu kini sudah berubah menjadi pahit buatku.." Aleeina kembali menangis.


"Tolong Aleeina jangan menangis, aku tidak tahan melihatmu menangis seperti ini" Arion terus mengusap air mata Aleeina.


"Kamu tau. ini semua kamu penyebabnya, air mata ini,hati ini cinta ini semuanya sudah hancur, lebih baik kamu segera pergi saja, agar lukaku ini tidak semakin parah..."Aleeina bergegas menarik pintu mobil


Namun Arion mencegahnya dan menarik tangan Aleeina.. dipeluknya erat Aleeina yang sangat dicintainya. Dan Aleeina terus berusaha melepaskan pelukannya itu, dan memukuli Arion.


"Tampar..... tampar saja aku Aleeina...aku pantas mendapat tamparan darimu" kata Arion sambil terus memeluk Aleeina.


"STOP.....STOOOOOPPP...." Aleeina berteriak kencang lalu melepaskan pelukannya Arion.


"Cukup Arion...lebih baik kamu pergi" Aleeina lalu bergegas keluar dari mobil dan berlari meninggalkan Arion.


Aleeina segera menghampiri Mahira dan Axelle... tak sadar tiba-tiba Aleeina bersandar didadanya Axelle sambil menangis kencang.


Axelle pun cepat-cepat membawa masuk Aleeina ke mobil.


"Ka Hira ayo segera masuk mobil.." kata Axelle.


Mereka pun segera bergegas meninggalkan sekolah.


Sementara Arion terus menatap Aleeina yang pergi dengan Axelle dan Mahira.


Ada sedikit rasa cemburu ketika dia melihat Aleeina bersandar di dada Axelle tadi.


Dia terus bertanya dalam hati "siapa pria itu tampang nya selevel denganku sepertinya..."


Semoga itu bukan laki-laki yang menyukai Aleeina.