
Setelah perjalanan panjang menuju Bogor memakan waktu 5 jam dari sekolah, akhirnya tiba juga mereka di Villa milik Ronan. Villa besar yang begitu mewah, ada sekitar 30 kamar di sana, cukup untuk menampung semua siswa, kolam renang, cafe dan resto komplit ada di area Villa Ronan, semuanya free gratis untuk siswa siswi yang liburan disana.
Semua berkumpul halaman depan Villa, menunggu pembagian kamar untuk masing-masing siswa. semua siswa yang ikut ada 40 orang, terdiri dari 20 siswa dan 20 siswi.
Ronan menyediakan kamar 20 untuk 2 orang siswa per kamar nya.
Terlihat ada 4 kamar VIP yang begitu indah di area tengah taman. sudah terpampang dipintu kamar, tertera nama Aleeina. dan nama-nama siswa disetiap kamar lainnya, semuanya langsung menempati kamar masing-masing sesuai daftarnya.
"Aleeina itu kamar kita, bagus banget yah, ga nyangka Ronan punya Villa sebanyak ini dan bagus banget lagi" Mahira takjub melihat sekeliling Villa yang begitu asri indah dipandang.
"Ya tetep saja Hira, berasa hampa liburan juga.." Aleeina tak bersemangat karena Axelle tidak ada bersamanya.
"Aleeina....kamu sudah tau kan kamarnya yang mana, aku antar yah" tiba-tiba Ronan datang menghampiri dan membawa koper Aleeina.
"Arion....jangan...!!! tidak usah biar aku saja, aku sudah tau kok, makasih!!" Aleeina menarik kopernya lalu mengajak Mahira menuju kamarnya.
" Okeeee....fine Aleeina...." Ronan mempersilahkan Aleeina pergi dengan rasa gemes dalam hatinya pada Aleeina karena susah sekali didekati.
Aleeina dan Mahira pun bergegas masuk ke kamarnya, dan istirahat. Sebagian siswa ada yang istirahat dikamar masing-masing, ada yang makan ada yang langsung jalan-jalan nyari udara segar.
"Mahira.... rasanya penat seharian duduk di Bus, mendingan kita jalan-jalan saja yuk disekitar Villa, tadi aku lihat tukang jagung manis bakar, ngilerrrrrrr banget aku liatnya... tapi kita mandi dulu aza biar seger" kata Aleeina sambil bersiap-siap mandi.
"Waahhhh oke banget tuh, aku juga mau Aleeina, kebetulan laper banget perutku... pengen yang seger seger" Mahira pun bergegas merapihkan isi kopernya dan siap-siap mandi.
"Tok tok tok...." Suara pintu kamar Aleeina ada yang mengetuk.
"Hiraaaa....siapa itu kayak ada mengetuk pintu.." tanya Aleeina dari dalam kamar mandi.
"Iyaaa...aku lihat dulu..." jawab Mahira.
Mahira mengintip dari jendela, melihat siapa yang mengetuk pintu. Dan ternyata Ronan sudah menunggu diluar dengan beberapa box makanannya.
Senang bukan kepalang Mahira langsung membuka pintunya, dan mempersilahkan Ronan masuk. Dia lupa kalau Aleeina kan sedang mandi.
"Ronaaaannnn...masuk masuk masuk.." Mahira mempersilahkan Ronan masuk.
"Thanks Mahira..." kata Ronan
"Aleeina sedang mandi yah" tanya Ronan
Tak lama terdengar Aleeina berteriak dari kamar mandi.
"Hiraaaaaa.... siapa disitu?!?!?" teriak Aleeina.
Mahira tidak mendengarkan teriakan Aleeina, dan malah asyik memandangi Ronan yang bagai Arjuna baginya.
"Ini makanan buat kalian, biar bisa istirahat makan dikamar, soalnya nanti malam kita ada acara kambing guling" kata Ronan
"Hiraaa....kamu ga jawab ih siapa itu?!?!" tiba-tiba Aleeina keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja.
Seketika Ronan melihat ke arah Aleeina dan melotot memandangi Aleeina yang sangat cantik dengan rambut basah dan kulit putih beningnya.
Aleeina tersontak kaget dan berteriak.
"Ma-maaf Aleeina maaf..." Mahira langsung menarik Ronan keluar dari kamarnya.
"Bruukkkkkk..." pintu kamar ditutup kencang oleh Aleeina.
"Mahiraaaa..kamu tuh yah, kan tadi aku tanya ada siapa, kenapa kamu diam saja ga jawab, jadinya si Ronan itu kan lihat aku habis mandi" Aleeina cemberut kesal dan marah pada Mahira.
"Aleeina....maaf maaf maaaaafff banget, pleaseeeeeee!!!! tadi aku ga denger kamu teriak, soalnya aku terkesima lihat Ronan yang tampan itu, maaf yah Leeina yah" Mahira terus minta maaf pada Aleeina dan membujuk Aleeina agar tidak marah lagi.
"Ya sudah, jangan kayak gitu lagi Hira, main masukin orang kedalam kamar, apalagi laki-laki, ga baik kan, nah kalau ada yang punya otak kotor kan bahaya juga ke kita nya, kita harus bisa jaga diri kita, ingat pesan ayah" kata Aleeina bijak menasehati Mahira sambil lekas pakai baju.
"Iya.. Aleeina aku janji ga akan begitu lagi" sambil mengacungkan dua jarinya dan tersenyum manis lalu bergegas mandi dan bersiap-siap.
Aleeina dan Mahira pun bersiap-siap untuk jalan-jalan, sebelumnya mereka pun memakan sedikit makanan dari box makanan pemberian dari Ronan.
Tiba-tiba Mahira sakit perut dan buru-buru pamit ke kamar mandi dulu.
"Aleeina perutku mulas sekali...tunggu diluar yah, aku mau setor dulu nih" Mahira pun berlari ke kamar mandi.
Sementara Aleeina menunggu di taman depan kamar villa nya. Teman-teman lainnya pun berpencar menikmati suasana sore hari di Villa.
Tiba-tiba ada yang menutupi mata Aleeina dan mengikatnya dengan selembar kain, mulut Aleeina pun dibekap oleh tangan orang tersebut. Aleeina berusaha melawan tapi kedua tangannya dipegang laki-laki itu. Aleeina pun ditarik keluar dari Villa. Tak satu pun siswa lain yang melihat kejadian itu.
Aleeina dibawa ke sebuah tempat. Sesampainya ditempat itu mulut Aleeina tidak dibekap lagi, Aleeina pun berteriak minta tolong. Tapi tiba-tiba bibir Aleeina dicium oleh laki-laki itu dan akhirnya Aleeina pun susah berteriak.
Saat bibir Aleeina dicium, Aleeina mendadak terdiam, karena dia tau suara desahan nafas itu. Seperti dikenalnya. Penutup mata Aleeina pun dibukanya dan ternyata.....
"A-Axelle......." Aleeina tersentak kaget bercampur bahagia bercampur kesal dan marah juga karena ketakutan ada laki-laki yang berniat melecehkannya. tapi ternyata laki-laki yang sudah membuat nya kaget setengah mati itu adalah Axelle.
Axelle tidak melepaskan ciumannya dari bibir Aleeina. Sejenak Aleeina pun terhanyut dalam kasihnya saat itu.
Namun tiba-tiba Aleeina mendorong Axelle dengan kencang.
"Axelle.... apa yang kamu lakukan, kenapa kamu ada disini" Aleeina tertunduk antara malu dan marah.
"Surprise......" Axelle kembali menarik Aleeina dan memeluk tubuh Aleeina.
Aleeina berusaha melepaskan dekapan Axelle. Namun tiba-tiba terdiam mendengar bisikan Axelle.
"Aleeina....I LOVE YOU SO MUCH".....aku takut kehilangan kamu, aku tidak sanggup jauh dari kamu..." Kata Axelle sambil terus mendekap erat Aleeina.
Mendengar itu semua hati Aleeina merasa bahagia, karena hampir selama dua tahun Aleeina memendam rasanya kepada Axelle, meski perhatian Axelle begitu besar, tapi baru kali ini Axelle benar-benar mengungkapkan isi hatinya, bahkan dramatis sekali, dan ciuman itu membuat jantung Aleeina hampir berhenti.
Aleeina pun menyambut hangat pelukan Axelle, mereka terhanyut dalam pelukan itu
"Axelle kenapa baru sekarang kamu mengungkapkannya, aku kesal sama kamu" Aleeina memukul sayang dada Axelle yang gagah itu.
"Aleeina...maafkan aku, aku bukan lelaki yang hanya ingin jadi pacar kamu, tapi aku ingin membahagiakan kamu selamanya. Aku menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkan ini semua, saat dimana kamu benar-benar sudah melupakan Arion....aku ingin kamu juga benar-benar tulus mencintai aku,menungguku, bukan hanya sebagai pelarianmu dari Arion...." ungkap Axelle.
Gayung bersambut... akhirnya cinta Aleeina dan Axelle bersemi.