
"Jahatttt.....Jahatttttt...kamu jahattttt Arion....." Aleeina berteriak keras.
"Ssstttttttt..... Aleeina...bangun Aleeina...."Mahira menepuk pipi Aleeina.
Ternyata Aleeina mengigau dipagi hari.
"Ya ampun Aleeina kamu demam lagi...." Mahira panik.
"Hira....kamu jangan panik, aku akan tetap sekolah kok, kamu bantuin aku yah biar ga ketahuan sama Ibu kalau aku sakit" Dengan suara lemas Aleeina memohon pada Mahira.
"T-tapi....Aleeina..badan kamu demam begini,, jangan maksain sekolah dulu lah" Pinta Mahira.
"Tidak apa-apa Hira....itu dikotak obat ada penurun panas kok..aku akan minum sehabis sarapan" Mahira lalu segera siap-siap meski keadaan nya sangat lemah
Didepan orang tua Aleeina,,mereka berhasil berakting seolah Aleeina tidak terlihat sakit.
Aleeina pun berangkat ke sekolah,, undangan pertunangan Arion pun cepat-cepat Aleeina ambil dimeja.
Aleeina berusaha tegar selama keluar dari rumahnya... sampai akhirnya naik angkot, tiba-tiba Aleeina sangat drop sekali.
Betapa paniknya Mahira.... beruntung kebetulan pas turun angkot ada Ronan teman sekelasnya, Mahira pun meminta Ronan untuk bantu membopong Aleeina.
Dengan senang hati Ronan membopong gadis pujaannya bahkan sampai digendong menuju UKS
"Mahira... Aleeina kenapa tetep sekolah padahal tau sakit panas kayak gini juga" kata Ronan sedikit kesal dan sangat khawatir terhadap Aleeina.
"Ya sudahlah Ronan,,jangan banyak tanya dulu, kasihan Aleeina,biarin dia istirahat dulu di UKS...!" kata Mahira sedikit nyolot karena bingung juga harus jawab apa.
"Ya sudah biar aku saja yang jagain Aleeina disini,kamu kekelas sana simpan tas kamu, sekalian aku nitip nih" kata Ronan sambil menitipkan tasnya pada Mahira.
Mahira pun pergi kekelasnya sekalian menemui gurunya.
tiba-tiba Mahira bertemu dengan Axelle. Otomatis Axelle pun bertanya tentang Aleeina.
"Ka Hira...Tumben tidak barengan Aleeina, kemana dia?!?" Tanya Axelle sambil liat ke sekeliling mencari Aleeina.
"Kamu ga usah muter gitu kepalanya Axelle, Aleeina ada di UKS ditemani Ronan, dia tadi mau pingsan pas turun dari angkot.." jawab Mahira sambil berlalu meninggalkan Axelle.
"Apa... Ronan...Ronan bersama Aleeina" Axelle sedikit terbakar cemburu mendengarnya sambil bergegas ke UKS untuk melihat keadaan Aleeina.
"Aleeina...kamu gak apa-apa" Axelle nerobos masuk karena panik.
"Apaan sih narik tangan seenaknya" Axelle nerobos masuk lagi.
"Cukup...cukuuuupp...kalau mau ribut jangan disini tempatnya,,sana dilapangan, lagian apa yang kalian ributin sih,ga liat apa Aleeina pingsan lemas begitu,,ga kasihan apa?!?!?!"
tiba-tiba Mahira datang dan menjewer telinga keduanya.
"Lagian ni anak sok sok-an care sama Aleeina,siapa dia sih Mahira, pacar bukan, adik kelas iya!!!!" sambil nyengir menyepelekan Axelle.
"Maaf ya Ronan, saya tidak mau ribut, saya hanya mau menengok Aleeina saja, toh apa bedanya sama kamu,,sama kan pacar juga bukan!!!" balas Axelle dengan tenangnya
"Udah STOP....Ronan udah kamu ke ruang guru sana, dicariin tuh sama Pa Robert" Mahira mendorong Ronan keluar UKS.
"Awas kamu yah deket-deket Aleeina" Ronan pergi dengan menunjukkan telunjuknya ke arah Axelle.
Axelle hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. dan bergegas masuk kedalam UKS l.
"Aleeina....kamu demam tinggi banget, aku bawa ke dokter saja yah, aku khawatir terjadi apa-apa sama kamu" pinta Axelle manis.
Sempet-sempetnya disaat sakit begitu Aleeina deg-degan lagi berada didekat Axelle.
"Ga apa-apa kok Axelle,aku cuma demam biasa, aku udah minum obat penurun panas tadi, tinggal istirahat sebentar nanti juga turun panasnya.." kata Aleeina dengan suara lemas.
"Tapi aku khawatir Aleeina..." Axelle tiba-tiba memegang tangan Aleeina.
Aleeina malah tambah grogi,dan berusaha menarik tangannya dari genggaman Axelle.
"Axelle...aku mau sendiri dulu yah mau istirahat, kamu kekelas saja dulu belajar, nanti boleh balik lagi kesini" kata Aleeina
Mahira pun meng-iyakan agar Axelle ke kelasnya.
"Mahira...kamu juga ke kelas yah,,kalian kesini lagi nya nanti saja pas istirahat" Aleeina meminta Mahira pergi juga.
"Ya udah, aku pergi ke kelas dulu yah, tapi aku minta kamu jangan terlalu mikirin si Arion kurang ajar itu lho,,nanti kamu tambah sakit" kata Mahira tegas
"Tunggu tunggu...Arion..???ka Mahira ..memang yang terjadi sama Aleeina ini karena Arion yg ada disurat nya Aleeina dulu yah??apa yang sudah dilakukannya sampai Aleeina seperti ini??" kata Axelle sedikit tegang dan agak kesal mendengar nama Arion.
Mahira pun menarik tangan Axelle keluar dari UKS dan berusaha menjelaskan semuanya ke Axelle diluar UKS agar Aleeina tidak kembali gelisah jika mendengar pembicaraan mereka.