First Love Or Second Love In My Heart

First Love Or Second Love In My Heart
Dia mengganggu pikiranku terus


Sepanjang pelajaran dikelas Aleeina terus kesal memikirkan Arion,, antara kesal dan sedikit penasaran juga sepertinya, apalagi yang akan dilakukan Arion setelah pulang sekolah nanti itu terus yang dipikirkan Aleeina, sampai tiba waktunya bel jam istirahat sekolah berbunyi... Aleeina pun curhat sama Mahira soal Arion yang membuatnya kesal namun buat Aleeina bingung dan membuat campur aduk perasaannya juga. Aleeina bingung harus bagaimana menanggapinya. "Hira....aku bingung,Arion mengungkapkan perasaan nya dipertama kami kenal,,dan selalu terus mengikutiku,, aku takut ayah akan marah kalau tau semua ini Hira" Hira pun menenangkan Aleeina namun tiba-tiba Hira mengeluarkan beberapa pucuk amplop surat kepada Aleeina "Hira ini ada beberapa surat buat kamu,,tapi aku ga tau dari siapa aza karena tadi dipintu pas masuk kelas ada beberapa siswa laki-laki yang menitipkan ini sama aku buat kamu" dengan nada nyengir menggoda Aleeina. Aleeina hanya memasukkan surat-surat itu kedalam tasnya tanpa membacanya. Mahira memaksa Aleeina untuk membuka salah satu amplop tersebut karena penasaran dari siapa aza suratnya,,karena sejauh ini hampir semua siswa laki-laki tertarik kepada paras imut cantiknya Aleeina. Namun Aleeina menolak karena ia masih tetap mikirin Arion. setelah makan siang di kantin sekolah Aleeina lanjut ke ruang perpustakaan bersama Mahira karena ada beberapa buku paket yang harus dipinjam dari perpustakaan dan dibawa kerumah untuk mengerjakan tugas kelasnya.


Mahira pamit pergi duluan ke toilet. Aleeina na pun menyelesaikan proses peminjaman bukunya,lalu bergegas keluar perpustakaan dan kembali ke kelas. Bel sekolah pun berbunyi tandanya pulang. diparkiran seperti biasa Ronan selalu menawarkan diri dengan senyuman hangatnya untuk mengantarkan Aleeina. Namun Aleeina tetap menolak, Aleeina pun berlalu meninggalkan Ronan dan menunggu angkutan dihalte sekolah. Tak sadar tiba-tiba Arion ada disampingnya tanpa banyak bicara dan ikut naik angkot bersama Aleeina. Sepanjang perjalanan mereka hanya bertatap-tatapan,Aleeina dengan muka cemberutnya dan Arion dengan senyuman diwajahnya selalu.


Turun dari angkot Aleeina menghentikan Arion "Arion maksudnya apa kamu terus mengikutiku sampai pulang pergi sekolah begini, katanya kerja,, tapi kok malah sibuk ngikutin aku" dengan nada kesal Aleeina. Arion pun menjawab dengan santai dan senyum "Aleeina...silahkan kamu lakukan aktivitas kamu,jangan merasa terganggu yah,,aku hanya memastikan aga kamu aman selamat saat pergi dan pulang sekolah,udah itu aza kok" kata Arion


Sementara Aleeina tetap hanya tertunduk kebingungan, sebenarnya apalagi rencana Arion terhadap dirinya. Arion pun diajak makan siang bersama keluarga Aleeina di meja makan. Saat makan Arion selalu mencuri pandang terhadap Aleeina, sementara Aleeina hanya tertunduk antara malu,kesal,dan bingung bagaimana harus bersikap menanggapi prilaku Arion,, kalau cerita ke ayahnya tidak mungkin bisa karena ayahnya saat ini sedang bahagia atas kehadiran Arion yang sudah sangat membantunya dibengkel. namun disatu sisi ayahnya memang bersikap tegas dan selalu melarang keras Aleeina untuk pacaran apapun alasannya dan dengan siapapun itu.