First Love Or Second Love In My Heart

First Love Or Second Love In My Heart
Axelle menyelamatkanku


Axelle dan Mahira mulai mencari Aleeina, kesetiap sudut Villa, satu per satu kamar Villa diperiksa oleh mereka, kebun belakang, gudang, caffe dan restoran, officenya, semuanya diperiksa, namun Aleeina tidak juga ditemukan.


Axelle hampir putus asa dan benar-benar panik saat ini.


"Duh dimana lagi yah kita mencari Aleeina, semua kamar sudah kita periksa tapi tak ada" kata Mahira panik juga.


"Ka Hira.....kamar Ronan yang mana, kamu tau tidak?!?!" Axelle bertanya dengan ketus karena kesal.


"Kalau kamarnya kan tadi sudah kita periksa di VIP belakang, tidak ada juga kan" jawab Mahira.


"Sebentar....tadi pas kita keliling aku melihat ada ruangan seperti kamari di atas, itu lantai atas atau cuma atap yah, tapi sepertinya ada ruangan didalamnya,kita kesana Ka" kata Axelle lalu berlari menuju ruangan tersebut.


Sementara disaat Axelle sedang mencari Aleeina, Ronan selesai mandinya dan duduk disamping Aleeina yang tertidur pulas dengan kondisi Ronan masih memakai handuk.


Dibelainya wajah cantiknya Aleeina, diciumnya jemari Aleeina, entah apa yang merasuki Ronan saat ini, dia bertekad harus memiliki Aleeina malam ini juga. Hingga satu persatu kancing baju Aleeina dibuka oleh Ronan.


"Dag dig dug...." jantung Ronan berdegup sangat kencang, melihat sedikit demi sedikit lekuk tubuh Aleeina.


Saat Ronan akan menyentuh bagian dada Aleeina, tiba-tiba....


"Braakkkkkkkkk...." pintu kamar tiba-tiba ada yang mendobrak.


"Dasar otak mesum kau Ronan!!!!!! tiba-tiba Axelle datang dan langsung menonjok muka Ronan yang sedang menyentuh Aleeina.


"Brrruuuuuuuuukkkkkkkkk" Ronan pun terguling karena pukulan Axelle sangat keras.


"Sudah kuduga, kau pasti punya niat jahat pada Aleeina karena tidak mungkin kamu mengadakan acar liburan ini kalau kau tidak ada rencana jahat ini pada Aleeina!!!! Axelle hendak menonjok Ronan kembali tapi dicegah oleh Mahira.


"Dasar kurang ajar kau Axelle!!! kamu menghancurkan semua rencana ku" Ronan hendak membalas pukulan dari Axelle tapi malah terguling karena efek pukulan Axelle yang begitu keras.


"Ka Hira, cepat rapihkan baju Aleeina, kita bawa Aleeina keluar dari sini secepatnya" tegas Axelle.


"Baik Axelle.." Mahira pun segera merapihkan baju yang dipakai Aleeina.


Axelle menarik tangan Ronan dan menguncinya kebelakang.


"Urusan kita belum selesai Ronan, dan aku pastikan Aleeina akan membencimu seumur hidupmu" Bisik Axelle di telinga Ronan dan lalu mendorong Ronan hingga tersungkur.


Ronan hanya tertawa lalu pingsan.


Sementara Axelle menggendong Aleeina dan membawanya ke mobilnya diluar Villa.


"Ka Hira...kamu tolong rapihkan semua pakaian Aleeina dikamarnya, lalu tolong bawakan, aku tunggu dimobil" kata Axelle.


Sesampainya di mobil Aleeina langsung direbahkan di kursi tengah, Selagi menunggu Mahira datang, Axelle mengoleskan kayu putih di area hidung Aleeina, dan menggosok gosok tangan Aleeina, berharap Aleeina lekas sadar, namun ternyata tak kunjung sadar juga.


Mahira pun datang dan membawa semua pakaian Aleeina dari Villa Ronan.


"Axelle....aku menitipkan Aleeina sama kamu yah, jagain dia dulu, aku akan telepon ayah Aleeina dulu" kata Mahira.


"Baik Axelle, aku urus teman-teman di Villa Ronan dulu, sekalian aku pengen banget nampar si Ronan kurang ajar itu, benci aku jadinya lihat kelakuan bejatnya si Ronan!!! kata Mahira kesal.


Axelle pun segera membawa Aleeina ke villanya. Axelle begitu kesal marah kepada Ronan yang sudah melecehkan kekasih tercintanya itu.


Sesampainya di Villa Axelle segera merebahkan Aleeina dikamarnya, dan menyelimuti tubuh Aleeina, kebetulan ada alkohol dikamar Axelle, Axelle pun mengoleskan alkohol di hidung Aleeina, sedikit demi sedikit agar Aleeina segera sadar kembali.


Tak lama mata Aleeina perlahan terbuka.


"D-dimana aku...???" kata Aleeina dengan suara lemas.


"Axelle?? kamu disini??" tanya Aleeina


"Ayo bangun Aleeina, ini minum dulu" Axelle lalu memberi air minum hangat untuk Aleeina.


"Kepalaku kok pusing banget Axelle??? tanya Aleeina kebingungan sambil terus memegangi kepalanya karena pusing.


"Aleeina, ini ada obat sakit kepala, coba kamu minum dulu agar sakit kepalamu sembuh sakitnya" Axelle memberikan obat pada Aleeina.


"Iya...." jawab Aleeina.


"Aleeina bisa jelaskan sama aku apa yang terjadi tadi sebelum kamu pingsan?" tanya Axelle.


"Entahlah Axelle, setau aku tadi pas aku habis mandi langsung minum minuman dari Mahira, katanya sih dari Ronan gitu minuman nya, dari situ kepalaku mulai pusing dan berasa ngantuk sekali, udah deh aku ga tau apa-apa lagi, memang apa yang terjadi sih Axelle, katakan padaku???? tanya Aleeina mendesak Axelle untuk menjelaskan.


"Aleeina aku minta mulai hari ini jauhi Ronan,,apapun makanan, atau minuman yang dia beri jangan pernah dimakan, buang saja" kata Axelle menjelaskan perlahan karena kasihan Aleeina yang masih lemas.


"Iya baik....baik....tapi apa yang terjadi Axelle, bilang sama aku?!?!?" Aleeina mulai tidak sabar.


"Kamu tau Aleeina, Ronan memberikan obat tidur ke minuman yang kamu minum itu, dia berniat melecehkan kamu, untung aku cepat datang bersama Mahira" jelas Axelle dengan nada sedikit kesal karena khawatir kepada Aleeina.


"A-apa....Ronan berbuat itu semua kepadaku? sejahat itu dia berniat melecehkan aku!!!!!" Aleeina pun menangis dipelukan Axelle.


"Mana Ronan....manaaaaaaa, aku ingin menamparnya Axelle...aku ingin menampar dia" Aleeina menangis sangat kencang.


Axelle memeluk erat Aleeina dan menenangkannya.


"Aleeina... Aleeina tenangkan dirimu sayang, aku sudah memukul Ronan,sudah aku beri pelajaran yang setimpal kepadanya,nanti aku akan buat perhitungan sama Ronan agar dia tidak berani mendekati kamu lagi" Ujar Axelle menenangkan Aleeina dan terus mengusap air matanya Aleeina.


"Axelle, apakah aku sudah ternoda?? apakah aku kotor Axelle!!!!??????" Aleeina merasa dirinya kotor dan terhina karena perbuatan Ronan kepada dirinya.


"Aleeina.... tenang...tenangkan dirimu, tidak terjadi apa-apa kepadamu, kamu masih suci sayang, tidak terjadi hal yang lebih pada diri kamu, karena sudah aku gagalkan rencana jahatnya itu, percayalah sayang, kamu Sabar yah.." jelas Axelle


"Axelle aku ketakutan...., aku benci Ronan, aku benci dia, tidak aku sangka dia tega berbuat itu kepadaku, padahal selama ini dia tidak menunjukkan gelagat aneh padaku, hanya iseng bercanda biasa saja, tapi tak kusangka ternyata dibalik itu semua dia berotak jahat dan picik sama aku" Aleeina menangis terus.


"Sayang....aku ada disini, cintamu ada disini melindungimu, aku akan selalu ada untukmu, tidak akan ada yang bisa menyakitimu selagi ada aku disampingmu, kamu jangan takut lagi yah sayang, sekarang kamu istirahat yah, aku akan tidur disofa, kamu tidur sekarang, udah larut malam" kata Axelle.


Akhirnya Aleeina pun bisa menenangkan dirinya dan tertidur.