
Ting...tong...suara bel rumah berbunyi. Ternyata Mahira datang menjemput Aleeina.
"Hiraaaaaa.....Sepagi ini kamu Dateng kesini" kata Aleeina sambil memeluk sahabatnya itu.
"Iya Leeina....aku takut kamu kenapa-kenapa lagi jadi mending kita berangkat sekolah barengan deh" ujar Mahira sambil tersenyum.
Aleeina pun bergegas mandi dan siap-siap.
Sementara diruang tamu Ibu berbicara kepada Mahira
"Mahira...kamu kan sahabatnya Aleeina...ibu minta tolong boleh ya nak,,ibu titip Aleeina,,entah apa yang membuat pikiran Aleeina terganggu hingga sakit seperti ini,ibu ga berani nanya,kasian Aleeina" pinta ibu kepada Mahira.
"Baik Bu....aku akan hibur Aleeina yah agar Aleeina ceria lagi seperti semula" Mahira pun menyemangati ibu Aleeina.
Usai sarapan bersama, Aleeina dan Mahira berangkat sekolah bersama...setibanya di depan gang rumah, Aleeina terhenti langkah nya dan terlihat mulai lemas lagi mengingat Arion.
"Aleeina...udah yah,kamu jangan terlalu keras memikirkan Arion,,kan dia udah janji bakalan pulang membawa masa depan buat kamu" Mahira menenangkan Aleeina.
"Iya Hira...aku berusaha untuk tegar" kata Aleeina.
Sesampainya disekolah Aleeina mendapat sambutan hangat dari teman-temannya, mensupport Aleeina terutama Ronan.
Ronan yang selalu berusaha menarik perhatian Aleeina tetapi Aleeina tidak menghiraukan karena Aleeina tau banyak juga yang suka kepada Ronan,termasuk sahabatnya sendiri yang diam-diam suka juga kepada Ronan, Aleeina tau itu dituliskan Mahira dibukunya, makanya sebisa mungkin Aleeina bersikap judes kepada Ronan untuk menjaga perasaan Mahira.
Suasana sekolah yang ceria membuat Aleeina sedikit lupa kepada Arion,,dan lukanya sedikit terobati karena teman-teman Aleeina semuanya pada kocak selalu membuat Aleeina tertawa dengan tingkahnya.
Sampai waktunya usai pelajaran, Aleeina bersama Mahira pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku,karena ada beberapa tugas yang mengharuskan mereka meminjam buku materinya.
Selesai dari perpustakaan mereka bergegas keluar dan berencana pulang bersama...namun tiba-tiba hujan gerimis yang sangat lebat. dengan terpaksa mereka pun berteduh didepan perpustakaan menunggu hujan reda.
dengan hangat laki-laki itu bilang "ini pakai saja jaketku untuk menutupi kepala kamu dari hujan ini" Lalu berlalu begitu saja dengan senyuman nya yang hangat.
Aleeina hanya terpaku....terdiam dan merasa ada yang beda dihatinya,, seperti merasa deg-degan ga tentu.
"Aleeina.... Aleeina...Aleeeeeeiiinaaaaa..." teriak Mahira.
"Kamu kenapa diem aza ih,ucapin makasih gitu,,kok malah melongooo kayak terpesona gitu hihi" Mahira menggoda Aleeina.
"Husshhhh.... Hira ih kamu tuh apaan sih,inget Arion Hira, jangan sembarangan kamu tuh weeewwww" Aleeina berlalu meninggalkan Mahira sambil tertawa.
Mereka pun pulang sekolah bersama.
Sesampainya dirumah Aleeina langsung masuk ke kamarnya dan rebahan dikasurnya.... teringat Arion Aleeina tak terasa meneteskan air mata...tak lama perhatian nya mendadak berubah beralih ke jaket yang ia pakai,,jaket laki-laki itu.
"Isshhhhh..kenapa aku jadi mikirin orang itu sih,aneh siapa sih dia kok aku kayak belum pernah lihat dia yah sebelumnya" kening Aleeina sampe berkerut memikirkannya.
"Ah udahlah ngapain juga aku mikirin,,toh aku juga ga kenal,,cuma jaket doank kok tinggal dibalikin aza lah apa susahnya". kata Aleeina ngomong sendiri.
Lalu Aleeina pun memasukkan Jaket itu ke mesin cuci dan mencucinya.
Sementara ibu dan ayah Aleeina merasa lega karena putrinya sudah terlihat ceria lagi.
Valency Axelle