
Keesokan harinya Aleeina dan Mahira sudah bersiap-siap disekolah,,suasana sepi karena yang lainnya sedang libur sekolah.
Teman-teman Aleeina juga sudah berkumpul di area halte depan sekolah.
Tampak dari Mobil sedan mewahnya Ronan melambaikan tangan kearah Aleeina.
dan satu Bis pariwisata besar sudah tersedia didepan gerbang.
Aleeina seperti orang kebingungan sendiri, nengok Kanan kiri tak jelas, tak bersemangat.
"Kamu kenapa Aleeina...kayak gelisah gitu, nyari siapa sih hayo, nyari Axelle yah xixixi" Mahira meledek Aleeina.
"Kalau boleh jujur Hira, aku ga semangat ikut acara ini, Jujur aku selalu merasa semangat kalau ada Axelle didekat aku..." Aleeina tiba-tiba jujur kepada Mahira.
"Akhirnya kamu mengakui juga kalau kamu ada perasaan sama Axelle, nah gitu dong, coba Axelle juga tau perasaan kamu hehe" kata Mahira sambil nyubit gemes pipi putihnya Aleeina.
"Jangan dong Hira, malu ih kalau sampai Axelle tau.." kata Aleeina mendadak mukanya merah merona karena malu.
"Ya ampun Aleeina kamu tuh polos banget sih, peka sedikit kenapa sih, itu Axelle segitu perhatiannya sama kamu, selalu menunjukkan kalau dirinya sayang sama kamu, tapi kamu nya selalu jaim terus" tukas Mahira gemes sama Mahira.
"Tapi kan kamu tau sendiri Hira, sampai detik ini Axelle mana pernah mengungkapkan perasaannya sama aku, kalau hanya menunjukkan perhatian atau kasih sayang itu kan, yang lainnya juga pada begitu, pada ngobral janji semua, mana bisa aku percaya kalau dia tidak mengungkapkannya langsung sama aku" kata Aleeina dengan sedikit kesal.
"Fix... berarti kamu juga punya perasaan cinta sama Axelle, dan begitu pun sebaliknya, Axelle punya perasaan cinta sama kamu, hanya waktu saja yang belum menyediakan tempat untuk kalian saling mengungkapkan isi hati" kata Mahira mendadak jadi bijak.
"Entahlah Mahira, aku ga tau sampai kapan akan seperti ini, disaat aku bisa bertahan mendapatkan semangat lagi setelah Arion menyakitiku, kenapa harus Axelle yang berada di hatiku menggantikan Arion..." Aleeina menarik nafas panjang.
"Sabar ya Aleeina... aku yakin suatu saat kalian pasti bisa bersatu, mungkin Axelle masih menunggu momen yang pas untuk menyatakan cintanya sama kamu" Mahira berusaha menenangkan Aleeina.
Disaat Aleeina dan Mahira tengah asyik curhat berdua, tak lama terdengar pengumuman dari pengeras suara di Bus.
"Harap semuanya berkumpul yah menempati kursi yang sudah diberi nama di tiap kursinya agar bisa diabsen satu per satu" kata petugas panitia nya.
"Ayo Aleeina kita masuk, udah pegel juga nih" kata Mahira sambil menarik tangan Aleeina menuju Bus.
Satu per satu kursi nya mereka cek, bolak balik tapi tidak nama Aleeina, hanya ada nama Mahira.
"Sebentar, ini maksudnya apa sih Aleeina, kenapa nama kamu tidak ada didaftarnya, terus aku duduk sama teman yang lain gitu, iih ga mau aaahhh" Mahira kebingungan dan kesal.
"Iya Hira aku juga bingung kenapa namaku tidak ada yah, mungkin aku ga kebagian kursi Hira hehe" Aleeina malah santai.
"Kalian tidak usah heran" tiba-tiba Ronan datang menghampiri.
"Gimana tidak heran Ronan, masa nama Aleeina tidak ada, kamu ga niat ngajak Aleeina yah?!?!" Mahira kesal kepada Ronan.
Dan akhirnya sampai di sedan mewah milik Ronan.
Ronan pun membukakan pintu mobilnya itu untuk Aleeina.
"Maksudnya apa ini Ronan, kenapa kamu malah bawa aku ke mobil kamu sih" tanya Aleeina kebingungan.
"Spesial untuk My Queen sudah aku siapkan kursi depan mobilku, silahkan .." kata Ronan romantis.
"Lho kok kamu jahat banget sih Ronan, terus aku sama siapa duduk di bus, sedangkan Aleeina disini sama kamu" Mahira marah-marah pada Ronan.
"Ya kamu kan bisa duduk sama teman lainnya Mahira, udah sana cepat ke Bus, udah mau berangkat nih" kata Ronan sambil mendorong Mahira ke Bus.
Tapi Aleeina mencegahnya.
"Tunggu Ronan, makasih sebelumnya kamu sudah nyiapin ini semua buat aku, tapi maaf banget aku ga bisa duduk satu mobil sama kamu, aku tidak akan ikut kalau aku beda mobil sama Mahira" Tegas Aleeina
"Ya sudah kamu boleh ikut juga deh Mahira, daripada Aleeina tidak jadi ikut gara-gara kamu" Ronan pun mengajak Mahira ikut dengan mobilnya.
Tapi Aleeina tetap tidak mau masuk ke mobil Ronan.
"Ronan, kalau kamu mau aku ikut, lebih baik kita semua naik Bus saja, kalau terpisah seperti ini jadi tidak berasa akan liburan bersama, malah berkesan masing-masing jadinya" pinta Aleeina sambil pergi meninggalkan Ronan dan menuju Bus.
"Ampun deh ni cewe susah banget sih ditaklukkin nya, 3 tahun dirayu masih saja judes, Gemes aku jadinya" Ronan menggerutu dalam hati kesal.
"Oke-oke kalau gitu kita semua naik Bus, Deal...tapi kamu tetap duduknya sama aku" kata Ronan.
"Please deh Ronan, jangan bikin aku ga nyaman kayak gini, aku duduk sama Mahira saja, kamu boleh duduk dimana aza, mau didepan, dibelakang, disebelah, ga masalah kan, toh kita tetap satu Bus" Aleeina mulai merasa ga nyaman dengan sikap Ronan yang terkesan menekannya dan mengaturnya.
"sabar sabar sabar Ronan" Ronan terus menggerutu.
"Ya sudah putri rajaku...silahkan, kamu duduk di kursi paling depan, biar aku duduk dibelakang kamu aza" kata Ronan sambil menahan kesalnya.
Semuanya sudah duduk rapih pada posisinya masing-masing. Bus pun mulai melaju perlahan menuju Puncak Bogor.
Sepanjang perjalanan Aleeina gelisah, terus saja memikirkan Axelle, seperti hampa terasa hidup Aleeina jauh dari Axelle, apalagi disaat acara seperti, yang ada dibenak Aleeina, ingin berdua saja dengan Axelle. Karena Aleeina tau, bahwa waktu kebersamaannya dengan Axelle disekolah hanya tinggal beberapa bulan saja, sesudah Ujian Aleeina akan lulus sekolah dan mulai melanjutkan kuliahnya di Bandung. Sementara status hubungan dengan Axelle pun tidak jelas, tidak ada kata jadian, atau ungkapan saling cinta.
"entah hubungan macam apa ini,ini semua lebih menyiksaku daripada hubungan ku dengan Arion dulu" gumam Aleeina.
Sementara Ronan, menyalakan musik, dan mulai bernyanyi bersama teman-temannya yg lain, berkaraoke ria didalam Bus, sampai Ronan menyanyikan sebuah lagu pernyataan cintanya kepada Aleeina, meski tidak diutarakan secara langsung, tapi isi lirik lagu nya menjurus ke arah Aleeina.
Aleeina bukannya senang malah jadi ga enak hati sendiri, karena dia tau kalau Mahira sangat menyukai Ronan, Aleeina pun mengalihkan perhatian Mahira dengan mendengarkan lagu dari headset nya Aleeina, dan mereka pun tertidur lelap sepanjang perjalanan. Usaha Ronan kali ini untuk menunjukkan cintanya kepada Aleeina gagal, karena Aleeina tertidur pulas