
Pulang sekolah turun dari angkot Aleeina bersemangat sekali...namun tiba-tiba melemas,,karena Aleeina tidak melihat Arion didepan gang rumahnya,, biasanya Aleeina hampir setiap hari dijemput disana,,namun untuk kali ini Arion tidak ada
Aleeina pun merasa kesal "Huhhh dasar Arion...giliran udah jadi pacar aja ga ada jemput aku gimana sih katanya cinta blablabla" Aleeina menggerutu berkata-kata tak jelas sambil kesal dan terus berjalan menuju rumahnya.
"awas aja sampe bengkel aku ga akan senyum sedikitpun sama dia huh"
Namun setibanya di bengkel Aleeina tidak melihat Arion,, penasaran dicarilah kedalam bengkelnya barangkali ada sembunyi mau ngasih kejutan sama Aleeina, tapi ternyata tetap tidak nampak.
Dengan badan lemas Aleeina pun masuk kerumah....Ibu Aleeina lalu menyuruh makan.
Nampak dimeja makan begitu banyak sekali makanan,,dan semuanya adalah masakan kesukaan Aleeina. Aleeina bingung"Bu...ini ada apa sebenarnya,ko banyak sekali masakan favorit aku sih,,mana bisa aku makan makanan sebanyak ini"
Ibunya hanya menyuruh Aleeina cepat ganti baju lalu makan.
Karena perut Aleeina kebetulan sangat lapar,tanpa banyak tanya lagi, Aleeina lalu memakan semua makanannya.
Lalu ibu Aleeina pun tiba-tiba bilang
"Aleeina sayang,kamu tau siapa yang memasak semua ini?" kata ibu.
"Emang siapa Bu yang masak?" kata Aleeina.
"Ini semua yang masak adalah Arion kata ibu.
"Haaaaahhhh ....!!!!!"dengan mata terbelalak Aleeina kaget.
"Ah ibu bercanda nih"kata Aleeina
"iya sayang,ini Arion yang masak, cerita tadi pagi pulang dari depan,ibu ga tau kalau Arion pulang bawa sayuran dan daging banyak banget, lalu meminta ibu untuk membantu dia memasak semuanya. dia bilang ini hari terakhir dia disini"kata ibu.
"Ma...ma....maksud ibu apa!! Aleeina penasaran
"Iya tadi tuh Arion sudah pamitan sama ibu dan ayah untuk pergi keluar kota katanya ada panggilan kerja dari kantor kelautan,tapi ibu juga ga ngerti tuh" kata ibu
Aleeina mendadak lemas,, makannya pun terhenti,dada seperti sesak terhalang benda keras, seperti sudah bernafas,matanya melotot tak jelas lalu berkaca-kaca....
Aleey pun segera mengakhiri makannya dan berlalu pergi ke kamarnya meninggalkan ibunya.
Aleeina masuk kedalam kamar lalu mengunci pintunya, lalu menyalakan musik.
Brruukkk.... Aleeina jatuh lemas tak berdaya dan menangis dengan kencang,
"Jahaaaaatttt....Jahaaaaatttt kamu Arion,kamu pergi tanpa pamit,tanpa memberi salam perpisahan,,kamu bohong Arion,kamu bohooong!!!!!!"Aleeina menangis tersedu-sedu.
Dadanya makin sesak menahan sakit hatinya itu. Lalu perlahan ia pun berjalan menuju kasurnya, Aleeina pun terbaring lemas... Aleeina tak berhenti menangis mengingat Arion,ia sangat kecewa karena Arion tidak mengucapkan salam perpisahan kepada Aleeina bahkan untuk yang terakhir kalinya ia ingin memeluk Arion.
Disela tangisannya itu tiba-tiba Aleeina melihat secarik kertas berada dibawah bantal tidurnya.
disitu tertulis pesan dari Arion.
"Aleeina...maafkan aku karena tidak berpamitan dulu sama kamu,aku terpaksa pergi mendadak karena jadwal keberangkatan kapal ku adalah siang ini, aku tau kamu pasti sedih,, begitupun aku Aleeina,aku tak berdaya, aku harus melakukan ini semua demi kita,demi kamu,demi masa depan kita. Aku minta kamu berjanji sama aku jangan terlalu banyak air mata yang keluar atas kepergian ku ini,karena aku tidak sanggup melihatnya. Percayalah aku pasti pulang dan kembali kepadamu. Aleeina simpan surat ini,,ini adalah surat pertama ku untukmu.
I really really love you forever and ever. Selamanya kamu hanya milikku cintaku,,dan aku milikmu cintamu.
dari yang sangat mencintai kamu
Arion."