
Aleeina bangun sangat pagi sekali,, ia pergi olahraga lari beberapa menit seperti rutinitas nya setiap pagi. Saat keluar melewati bengkel Aleeina melihat Arion duduk didepan bengkelnya, karena bengkel ayah Aleeina berada tepat di pintu gerbang depan rumah Aleeina. Dengan wajah tertunduk sambil sedikit melirik Aleeina berjalan melewati Arion. Tak lama terdengar Arion memanggil Aleeina "selamat pagi nona,, olahraga dipagi hari memang menyegarkan yah" Sapaan Arion kepada Aleeina dengan manis. Namun Aleeina tidak terlalu merespon dan hanya menjawab "Iya" dengan simpel dan langsung berlalu meninggalkan Arion.
Arion pun seperti terus penasaran dengan Aleeina lalu mengikuti Aleeina lari pagi dibelakangnya.
Aleeina pun tersadar seperti diikuti. Lalu menoleh kebelakang "Hai kamu,kenapa kamu ngikutin aku, mau kamu apa,kamu siapa sebenarnya sih,,kamu kan yang ngikutin aku juga pas aku pulang sekolah" pertanyaan Aleeina yang bertubi-tubi dengan nada marah dan kesal kepada Arion.
Dengan santai dan senyum yang ramah Arion menjawab "Maaf nona jangan marah, perkenalkan saya Arion,maaf jika nona jadi merasa terganggu dengan kehadiran saya" tukas Arion dengan lembut.
Dengan nada marah Aleeina memperingatkan Arion agar tidak berusaha mendekati Aleeina,karena Aleeina sedang fokus sekolah dan dilarang punya pacar dulu oleh ayahnya apalagi Aleeina baru kelas 1 SMA. Aleeina pun pergi berlalu meninggalkan Arion.
Arion hanya tersenyum "tak apa Aleeina,hari ini kamu menolakku, perlahan suatu saat pasti kamu juga akan jatuh cinta padaku,itu janjiku" ujar Arion sambil terus memperhatikan Aleeina yang semakin menjauh berlari.
Aleeina pun sudah pulang dari olahraga larinya dan sudah mandi bersiap untuk sarapan. Tak lama setelah sarapan ayah Aleeina memintanya untuk mengantarkan sarapan kepada Arion. Aleeina pun menolak permintaan ayahnya dengan halus "maaf ayah,Aleeina lagi buru-buru udah kesiangan" sambil pamit mencium tangan ayah dan ibunya Aleeina pun berangkat sekolah. Sesekali sambil lewat Aleeina melirik ke arah bengkel,,namun tak nampak Arion didalam bengkel. Aleeina pun melanjutkan langkahnya. Ditengah perjalanan Aleeina seperti melihat Arion sedang duduk disudut Halte. dan ternyata memang benar Arion. Aleeina hanya melirik dengan mata sinisnya. Lalu Aleeina pun naik angkotnya,,tak lama Arion pun ikut naik angkot juga. Aleeina kesal karena Arion terus mengikutinya. didalam angkot mereka tak saling bicara,Arion terus melempar senyum nya yang manis menambah tampan wajahnya itu. sementara Aleeina terus memalingkan mukanya sambil kesal. Aleeina sampai disekolah,,Arion pun ikut turun dari angkot,namun hanya sampai pintu gerbang sekolah Aleeina,dan terus memandangi Aleeina yang berjalan menuju ruangan kelasnya. Aleeina pun sesekali melirik kebelakang karena kebingungan sebenarnya apa yang Arion sedang lakukan. Arion membalas pandangan Aleeina dengan lambaian tangan dan senyuman hangatnya.