The Story Of The Happy Ending Of Olive Life

The Story Of The Happy Ending Of Olive Life
Episode 4


*Setelah selesai makan Olive pun mencuci alat-alat makan yang ia gunakan.*


*Setelah selesai mencucinya ia pergi ke kamar dan duduk sambil melamun.*


"Hmm sangat membosankan satu harian duduk di rumah tanpa melakukan apa pun, apa aku hubungi Tavia aja ya?beberapa hari ini aku mimpi yang aneh bersama ia, apa ia baik-baik saja ya?."


*Perlu kita ketahui kalau Olive dan Tavia tidak pernah bertengkar namun Olive hanya merasa kecewa kepada Tavia, karena ia tidak mau jujur kalau ia cemburu pada Olive.*


*Tavia cemburu pada Olive karena pacarnya kakĀ  Ehsra selalu baik dan akrab kepada Olive, kemana pun mereka pergi Olive selalu di ajak.*


*Walaupun Olive sudah menolak untuk ikut namun kak Ehsra selalu memaksa ia untuk ikut, Olive sadar kalau ia adalah temannya Tavia makanya ia tidak mau membuat Tavia cemburu ataupun sakit hati.*


*Namun sikap kak Ehsra kepada Olive selalu membuat Tavia cemburu, kak Ehsra semakin memperburuk keadaan.*


*Ia meminta putus dari Tavia karena ia tidak tahan lagi dengan sifat Tavia yang curigaan dan posesif, namun saat meminta putus dari Tavia kak Ehsra tidak mengatakan alasan sebenarnya.*


*Namun malah mengatakan kalau ia belum mampu membahagiakan Tavia, ia mau fokus pada pekerjaannya agar ia dapat mengumpulkan uang yang cukup untuk membahagiakan Tavia.*


*Alasan kak Ehsra memanglah bagus tapi Tavia bukanlah gadis bodoh ia langsung menyadari kalau alasan sebenarnya bukanlah itu, karena dari awal pacaran ia sudah mengatakan kepada kak Ehsra kalau ia tidaklah keberatan jika kak Ehsra tidak bisa memberikannya barang-barang bagus.*


*Tavia malah mengatakan kalau alasan kak Ehsra minta putus adalah karena Olive, ia mengatakan kalau Olive adalah penghalang antara hubungannya dan kak Ehsra.*


*Kak Ehsra tidak terima Tavia menyalahkan Olive dalam masalah ini ia tetap bersikeras untuk putus dengan Tavia, mereka bertengkar di taman dekat rumah Olive.*


*Entah sejak kapan Olive lewat dari taman itu dan mendengar semua yang mereka katakan, ia berada dua meter dari tempat kak Ehsra dan Tavia bertengkar.*


*Kak Ehsra dan Tavia tidak menyadari kalau Olive melihat mereka bertengkar dan Olive sampai menangis mendengar perkataan Tavia, karena sebelumnya Olive pernah bertanya kepada Tavia jika ia keberatan dirinya berada di dekat kak Ehsra ia bisa menghindarinya.*


*Namun Tavia tidak jujur dan mengatakan itu tidaklah apa-apa, namun kenyataannya Tavia malah menyalahkan Olive dan itu sangat membuat Olive kecewa padanya.*


*Setelah melihat semuanya Olive pergi dan lari dari taman kembali ke rumahnya sambil menangis, untunglah di rumah Olive tidak ada siapa-siapa jika tidak ia akan di tanya kenapa ia menangis, dah hal itu hanya akan membuat ia dimarahi.*


*Malamnya Olive di telepon oleh Tavia untuk bertemu di depan taman dekat rumah Olive, Olive menyetujuinya dan mereka pun bertemu.*


*Mereka berdua duduk bersama di taman, Olive memulai pembicaraan ia bertanya kenapa Tavia mengajak bertemu malam ini.*


*Tavia menceritakan kalau ia telah putus dengan kak Ehsra tapi ia tidak mengatakan alasannya, Olive hanya bisa menyemangati Tavia walaupun hatinya juga terluka.*


*Besok harinya Olive menelpon kak Ehsra dan mengajak bertemu, kak Ehsra bertanya ada urusan apa kenapa ingin bertemu namun Olive tidak memberitahunya dan memutuskan telepon sepihak.*


*Setelah bertemu Olive bertanya kepada kak Ehsra apa kesalahan Tavia kepadanya, kak Ehsra hanya mengatakan kalau ia merasa tidak sanggup lagi.*


*Olive tidak mempercayainya dan bertanya lagi apa kesalahan Tavia kepadanya, kak Ehsra tidak menjawab sampai pertanyaan itu berulang-ulang kali di tanyakan Olive.*


*Kak Ehsra mulai emosi dan lelah mendengar pertanyaan itu, ia menjawab dengan nada yang tinggi dan keras.*


*Kak Ehsra mengatakan kepada Olive, kenapa kamu tetap perduli kepadanya?padahal ia sudah membenci dan menyalahkan mu, kenapa kamu bodoh sekali Olive?!.*


*Olive terkejut karena kak Ehsra tiba-tiba marah dan membentaknya tiba-tiba air matanya mengalir keluar, melihat Olive menagis kak Ehsra menyesal telah membentaknya.*


*Kak Ehsra panik dan minta maaf kepada Olive karena ia tidak bermaksud untuk membentaknya, Olive sangat sakit hati di satu sisi temannya tidak mau jujur dari awal dan sekarang ia lah yang di salahkan dan di sisi lain ia di marahin dan di bentak.*


*Tanpa berpikir panjang ia lari dan meninggalkan kak Ehsra ia berlari sambil menangis.*


*Ia tidak bermain-main lagi dengan Tavia atau pun kak Ehsra, dan satu minggu pun berlalu. Kak Ehsra mengirim pesan kepada Olive kalau ia menyesal dan meminta maaf karena sudah memarahi Olive tapi Olive tidak membaca atau pun membalas pesannya.*


*Tavia memberi tahu Olive kalau tiga hari lagi kak Ehsra akan keluar kota untuk kerja dengan gaji yang lebih besar lagi dan Tavia mengajak Olive untuk bertemu dengan kak Ehsra dan mengucapkan selamat tinggal kepada kak Ehsra.*


*Namun Olive menolak dan memberi alasan kalau ia merasa tidak enak badan dan akan mengucapkannya lewat pesan, namun Olive tidak mengatakannya lewat pesan.*


*Dan kak Ehsra merasa bersalah dan kecewa karena kepergiannya tidak ada orang yang paling penting, ia memberikan kalung kunci kepada Tavia atas ucapan maafnya Tavia menerimanya dan memaafkannya.*


*Dan kak Ehsra juga menitipkan cincin yang terukir nama Olive di dalamnya kepada Tavia, ia mengatakan kalau itu adalah cincin untuk ucapan perpisahan.*


*Tavia semakin cemburu kepada Olive namun ia tetap memberikan cincin itu kepada Olive walaupun ia berat hati.*


*Saat menerima cincin itu Olive terkejut, setelah Tavia pergi Olive menangis karena melihat cincin itu ia menyesal karena tidak melihat kak Ehsra untuk terakhir kalinya.*


*Namun ia tidak mau larut dalam kesedihan dan berusaha bangkit dan tidak ingin menghubungi kak Ehsra lagi.*


*Tapi tanpa ia sadari sekarang ia mulai berteman lagi dengan kak Ehsra.*


*


*


*


#Halo siapa ini?#


"Ha..halo ini, ini aku"


#Siapa kamu?#


"Olive"


#Olive? oh ya aku sudah ingat, kenapa kamu menelpon ku?#


"Ahh tidak ada aku hanya ingin menanyakan kabar mu?"


#Aku baik-baik saja, bagaimana dengan mu?#


"Aku juga baik-baik saja"


#Oh baguslah kalau begitu, apakah kamu hanya ingin mengatakan ini? apakah tidak ada hal yang lain


lagi?#


"Yah aku hanya ingin menanyakan kabar mu"


#Apakah kamu yakin hanya itu?#


"I..iya hanya itu hehe"


#Olive aku sudah mengenal mu lama, aku yakin ada hal yang lain lagi yang ingin kamu katakan bukan?#


"Emm, baiklah aku akan mengatakannya. Jadi aku bertemu dengan kak Ehsra beberapa hari yang lalu"


*Seketika hening...*


"Halo Tavia halo apakah kamu mendengar ku? halo Tavia?"


#Ahh i..iya aku mendengar mu, bagaimana kamu bisa bertemu dengan Ehsra?#


"Aku bertemu dengannya di universitas ku, dia bekerja sampingan di kantin universitas ku"


#Oh begitu, ahh Olive maafkan aku, aku tidak bisa lama-lama bicara dengan mu. Aku sedang bekerja sekarang, maaf aku akan menutup teleponnya#


"Eh Tavia tu..tunggu du..."


*Tuttt tuttt, telepon terputus Tavia menutup sepihak*


"Ada apa dengannya kenapa ia tiba-tiba seperti itu?"


*Satu-satunya alasan kenapa Tavia menutup teleponnya adalah, karena ia merasa terkejut dan berpikir kalau kak Ehsra dan Olive akan menjadi dekat lagi seperti dulunya ia semakin cemburu dan benci kepada Olive.*


*Ia tidak mengatakannya pada Olive namun itu jelas tertulis di wajahnya, Olive hanya bisa diam ia tidak bisa mengatakan apa pun walaupun ia ingin mengatakan semua yang tertanam di hatiny sejak lama.*


"Hahh ya sudahlah mau bagaimana lagi, jika memikirkan semua ini kepala ku semakin pusing"


"Lebih baik aku membaca buku saja"


*Karena membaca dapat menenangkan pikiran.*


*Olive duduk di meja belajarnya dan mulai membaca.*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*Tanpa ia sadari waktu berjalan begitu cepat, hari sudah sore dan mau gelap namun Olive tidak menyadarinya.*


*Sampai seseorang mengetuk pintu rumahnya barulah ia berhenti membaca.*


*Tok tok tok...*


"Eh siapa yang mengetuk pintu?"


*Keluar dari kamar dan melihat jam.*


"Ini sudah sore dan mau gelap, siapa yang datang sesore ini?"


*Membuka pintu. Kriettt kretttt, pintu terbuka setengah.*


"Siapa ya? eh kamu toh rupanya"


~Hehe apakah kamu terkejut? maaf ya aku datang tiba-tiba~


"Tidak tuh siapa yang terkejut huh"


~Ya baiklah aku percaya, ini untuk mu~


"Apa itu?"


~Ini makanan aku membelinya selepas pulang kerja tadi, aku pikir kamu pasti belum makan malam jadi aku membelinya untuk mu~


"Eh kenapa repot-repot membeli makanan untuk ku?"


"Ya kalau begitu terima kasih banyak, kamu hanya beli satu?"


~Ahh tidak aku beli dua, jika kamu tidak keberatan aku ingin makan bersama mu tapi jika tidak boleh ya tidak masalah aku makan di rumah ku saja~


"Eh tidak apa-apa kok jika kamu mau ya sudah masuklah kamu sudah membawakannya untuk ku tidak mungkin aku menolak jika kamu mau makan di sini"


"Ayo masuk tidak usah sungkan"


~Ya kalau begitu terima kasih~ *Senyum yang begitu manis*


"Eh, oh ya du..duduklah aku akan mengambil alat makannya"


*Wajah Olive memerah ia langsung memalingkan pandanganya, ia malu karena melihat wajah kak Ehsra yang tersenyum begitu manis.*


*


*


*


"Ini alat makannya dan juga minumannya"


~oh ya terima kasih~


*Nyam nyam nyam.*


"Wahh enak, makanannya enak"


~Benarkah? syukurlah kalau begitu, besok aku akan membawakannya lagi untuk mu dengan menu yang lain~


"Eh tidak usah, tidak usah repot-repot aku hanya memujinya karena enak, aku tidak memintanya lagi"


~Tidak usah sepanik itu, aku hanya menawarkannya padamu jika kamu tidak mau ya baiklah. Tapi itu sama sekali tidak merepotkan~ *Senyum yang tulus.*


*Lagi-lagi senyumannya membuat Olive malu, karena wajahnya memerah.*


"I..iya terima kasih tapi tidak usah"


~Ya baiklah terserah mu saja tapi jika kamu mau katakan saja tidak usah sungkan~


"Ya baiklah"


*Lanjut makan dengan lahap tanpa sisa.*


*


*


*


*


*


*


*


*


"Wahh kenyangnya enak sekali, terima kasih ya"


~Iya sama-sama~


*Tiba-tiba hening tidak ada yang berbicara, namun kak Ehsra pandai membuat suasana kembali baik lagi. Ia memulai berbicara dan bertanya kepada Olive.*


~Emm seharian ini kamu ngapain saja?~


"Tidak ada aku hanya masak mie instan dan telur untuk makan siang, tidur lalu membaca sampai sore, hanya itu"


~Ohh begitu ya~


"Kalau kamu?" *Senyum yang jarang terlihat.*


~Ahh aku ya hanya melayani para pelanggan saja, hari ini lumayan ramai jadi sedikit lelah hehe.~


"Ohh begitu ya..."


~Eee Olive?~


"Ya?"


~Bisa tidak kamu memanggil ku kakak lagi seperti dulu?aku lebih nyaman jika kamu memanggil ku kakak~


*Olive hanya diam, ia bingung ingin mengatakan apa. Namun wajah kak Ehsra seperti mengharapkan sesuatu yang besar dari Olive.*


"Eee a..aku..."


~Kenapa Olive? apakah pertanyaan ku ini sangat sulit di jawab?~


"Oh ya ampun ini jelas bukan pertanyaan yang sulit tapi kenapa aku tidak bisa menjawabnya, huft tenang lah Olive ini hanya pertanyaan sederhana bukan sesuatu yang menyeramkan" *Gumam dalam hati.*


"Mmm ya baiklah jika itu mau mu aku akan memanggil mu kakak lagi mulai sekarang"


~Benarkah? terima kasih aku senang mendengarnya~


*Sekali lagi senyum yang manis sampai membuat Olive malu dan memalingkan pandangannya dari kak Ehsra.*


~Peft~


"Ke..kenapa kamu..ahh maksud ku kenapa kakak tertawa?" *Wajah Olive malu sampai memerah.*


*Kak Ehsra tertawa kecil dan mengatakan.* ~Haha, tidak ada apa-apa kok~


~Oh ya ampun wajahnya yang seperti itu imut sekali ia sampai malu hanya karena melihat ku haha~ *Gumam dalam hati.*


~Eh apakah kamu sudah membersihkan perban kaki


mu?~


"Oh sudah tadi siang aku sudah membersihkannya menggunakan air hangat lalu mengganti perbannya"


~Oh baguslah~


"Iyah, mmm ini sudah gelap ya?"


~Ahh iya ya tidak sadar kalau sudah gelap, kalau begitu aku pulang ya kamu juga pasti mau istirahat dan juga dengan ku~


"Em iya baiklah, ayo aku antar sampai ke depan"


~Ya terima kasih~


"Tidak masalah"


*


*


*


*


*


*


~Kalau begitu aku pamit ya hati-hati di rumah dan selamat istirahat besok aku akan mengunjungi mu lagi~


"Iyah tidak usah repot-repot mengunjungi ku aku baik-baik saja, kakak juga hati-hati di jalan dan selamat istirahat ya"


~Ya baiklah terima kasih aku pamit sampai jumpa~


"Ya sampai jumpa bye"


*Brem bremm...*


*Kak Ehsra pun sudah pulang lalu Olive masuk ke rumah mengunci pintu dan membersihkan sisa makanan tadi, lalu bersih-bersih untuk segera tidur.*


*Namun Olive tidak pernah langsung tidur ia duduk di tempat tidurnya dan mengambil buku novelnya.*


*Dan membacanya sebelum tidur, ia selalu seperti itu setiap malam.*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*Fokus membaca novel dan tidak memperhatikan sekitar, novel kesukaan Olive adalah novel yang bergenre Fantasy romance, CEO, Bangsawan, dan Horor.*


*Ia selalu memimpikan menjadi tokoh wanita utama yang mempunyai segalanya wanita yang kuat yang tidak bisa di cemoh di sakiti orang-orang.*


*Ia ingin memiliki segalanya memiliki uang kecantikan kehormatan dan lainnya yang tidak akan pernah hilang sampai ia tiada nantinya.*


*Ia selalu memimpikan keluarga.*