The Story Of The Happy Ending Of Olive Life

The Story Of The Happy Ending Of Olive Life
Episode 9


'Tidak ada yang harus ku bicarakan pada mu, aku muak bicara dengan mu. Aku tidak mau tahu bagaimana pun caranya uangnya harus kamu kirim besok hari!'


*Tuttt*


"Hiks hiks hiks"


"Uwaaaaaa aaaaaa kenapa ia jahat sekali?! bahkan tidak menanyakan kabar ku huhuhu"


"Uwaaaaa aaaaaa aku benci kalian"


*Brakk*


"Aku membenci kalian!"


"Huhuhu"


*Olive tanpa sadar melempar handphonenya ke lantai, dari luar kak Ehsra mendengar tangisannya dan suara barang jatuh.*


*Pada saat itu kak Ehsra sudah sampai di luar rumah Olive namun ia berhenti karena mendengar Olive yang sedang menelpon.*


*Kak Ehsra langsung masuk saat mendengar barang jatuh, pintu rumah Olive tidak terkunci jadi ia bisa langsung masuk.*


~Olive?!~


*Berbalik*


"Huhuhu snif snif"


"Kak Ehsra?"


*Kak Ehsra membantu Olive berdiri dan menenangkannya ia bertanya apa sebenarnya yang terjadi.*


*Pada akhirnya Olive menceritakan semuanya dari awal, Olive masih menangis kak Ehsra tidak tega melihat Olive yang bekerja untuk dirinya sendirian di kota orang.*


~Ha...~


~Ya ampun, aku tahu itu keterlaluan tapi ia tetaplah ibu mu kamu harus bisa memaafkannya, tenanglah aku akan meminjamkan uang ku pada mu~


"Tidak perlu aku tidak mau merepotkan mu"


~Tidak, tidak repot kok aku senang bisa membantu mu, berhentilah menangis, tetap sabar dan yang kuat aku akan selalu mendukung dan menjaga mu~


"Aku terharu sekali, aku mempunyai keluarga yang lengkap tapi orang lain yang perduli pada ku"


~Tidak masalah aku bukan orang lain, aku teman yang akan menjaga dan melindungi mu~


*Tulus*


"Aku bisa melihat ketulusan kakak, jadi aku berterima kasih yang banyak pada mu"


~Ya sama-sama, oh iya aku membawakan makanan seperti janji ku tadi siang~


"Kakak tidak lupa ternyata"


~Jika aku lupa aku tidak akan ada di sini hehe~


"Hm iya terima kasih..."


*Pagi hari*


"Kakak sudah datang ya"


~Iya, aku mau memberikan uangnya pada mu~


"Oh...iya"


~Ini ambil lah~ *Memberikan uang*


"Hm..." *Ragu-ragu*


~Ambil lah tidak perlu ragu-ragu, akun senang bisa membantu mu, ayo ambil lah~ *Senyum*


*Mengambil uang dengan perlahan*


"Te..terima kasih ya kak, kamu baik sekali. Maaf sudah merepotkan mu"


~...Tidak repot kok~


~Kamu mau aku antar?~


"Ha?"


~Kalau tidak mau ya tid-~


"Aku mau kok" *Tiba-tiba memotong cakap*


~Eh? hehe kamu semangat sekali ya~ *Senyum*


*Wajah Olive memerah*


"Ah tidak kok"


~Hehe...manisnya~


"Apa?! kakak bilang apa tadi?"


~Bukan apa-apa, ayo kita pergi~


"Ya baiklah..."


*Kak Ehsra mengantar Olive ke universitas, dan mereka makan siang bersama lagi, setelah itu Olive pergi bekerja dan mengirim uang yang di butuhkan ibunya.*


*Ibunya tidak menghubunginya lagi untuk waktu yang lama bahkan mereka sama sekali tidak berterima kasih kepada Olive.*


*Olive tidak mengharapkan ucapan terima kasih dari ibu atau kakaknya, hidupnya tidak di ganggu oleh keluarganya saja ia sudah bersyukur.*


*Di kota B Olive menjalani kehidupan sehari-harinya dengan tenang, kak Ehsra juga sangat perhatian kepadanya.*


*Mereka sering jalan-jalan, makan, nonton, sampai beli baju yang sama. Di sisi lain guru baru di universitas Olive memata-matai Olive.*


*Gurunya memerintahkan anak-anak buahnya untuk mengikuti Olive di mana pun dan kapan pun lalu, dan anak-anak buahnya harus melaporkan setiap gerak gerik Olive.*


*Entah apa yang di inginkan gurunya, entah ia ingin menjaga Olive dari kejauhan atau hanya ingin mengetahui kehidupan Olive.*


*Tidak heran gurunya memiliki anak buah, karena ia tuan muda dari keluarga kaya di kota tersebut. Keluarganya terpandang dan di segani.*


*Keluarganya lumayan berpengaruh, ia masuk ke universitas untuk mengajar itu atas keinginannya. Ayahnya menawarkan saham perusahaan keluarga padanya.*


*Namun ia tidak menerima menerimanya, karena ia mengatakan ingin menjadi guru dan bukan menjadi penguasa. Ayahnya lelah dengan sikap anaknya lalu ayahnya melepaskan anak laki-lakinya itu.*


*Dan saham perusahaan diberikan kepada adik perempuannya, adiknya yang bernama Amelia Velisya memiliki pendidikan yang tinggi.*


*Setelah pulang dari amerika Amelia langsung diberi tanggung jawab yang besar oleh ayahnya, mau tidak mau ia harus siap menerima itu karena kakaknya tidak bisa di harapkan untuk mengurus perusahaan keluarga.*


*Guru Olive yaitu pak AT masih belum memiliki asisten, universitas telah merekomendasikan seorang asisten profesional.*


*Namun ia menolaknya, ia mengatakan sudah mempunyai asisten sendiri namun ia memerlukan waktu untuk memperkerjakannya.*


*Pak AT mungkin sudah mempersiapkan semuanya, namun ia hanya menunggu waktu yang tepat. Asisten yang ia inginkan adalah orang yang ia sukai.*


*Orang itu telah berhasil menarik perhatian pak AT, cukup sulit menarik perhatian seorang Alber Tonius karena ia orang yang dingin, pendiam, dan tidak pernah tertarik dengan wanita seumur hidupnya.*


*Namun wanita satu ini berhasil menarik perhatiannya, apakah ini keberuntungan atau suatu masalah?. Ini bisa di katakan keberuntungan dan juga bisa di bilang masalah.*


*Beruntung, tentu saja ia adalah tuan muda keluarga terpandang. Masalah, masalahnya adalah keluarga pak AT pasti sudah mempersiapkan pernikahannya.*


*Tidaklah asing mendengar pernikahan yang dijodohkan, karena untuk mengembangkan bisnis ke tahap lebih besar lagi haruslah memiliki hubungan ke orang yang lebih berpengaruh lagi.*


*Dan itu sudah di persiapkan oleh keluarganya, jika ia ingin menikah dengan perempuan lain dan lagi perempuan dari kelas bawah itu pasti tidak di setujui keluarganya.*


*Entah apa yang akan terjadi selanjutnya.*


*Tok tok tok*


'


Masuk'


"Permisi pak, apakah bapak memanggil saya?"


'Ya, duduklah ada hal penting yang ingin saya bicarakan'


"I..iya baik pak"


*Siapa sangka wanita yang beruntung itu adalah Olive, Olive di panggil pak AT ke ruangannya untuk suatu hal yang penting.*


*Olive merasa gugup karena sebelumnya ia tidak pernah di panggil gurunya secara pribadi, Olive bingung apa ada masalah dengan nilainya?.*


*Atau dengan sikapnya? ia hanya bisa menebak-nebak di karena kan bapak ini, agak lama untuk memulai pembicaraannya.*


"...Maaf pak kenapa bapak memanggil saya?"


'Hm...?'


'Saya ingin menawarkan suatu pekerjaan yang menguntungkan untuk mu'


"Ha?, pekerjaan?"


"Ya, pekerjaan aku menawarkan sebuah pekerjaan pada mu. Aku membutuhkan seorang asisten"


"Nge...?"


"Jika kamu setuju menjadi asisten ku, aku akan memberikan metode belajar lebih kepada mu dan soal bayaran kamu tidak usah khawatir"


"Ak..aku..."


"Tidak usah jawab sekarang pikirkan lah baik-baik jika kamu sudah setuju, kita akan bicarakan soal bayaran"


"Aku sangat menghargai tawaran bapak, tapi aku mohon maaf aku akan memikirkannya terlebih dahulu, aku tidak ingin terburu-buru" *Jawab Olive*


"Hufttt"


"Baik lah tidak masalah pikirkan lah malam ini, dan kembali besok untuk keputusannya"


"Baik pak terima kasih aku permisi"


*Olive pergi meninggalkan ruang pak AT, ia berjalan keluar universitas dan pulang sembari memikirkan tawaran pak AT, di sepanjang jalan Olive memikirkan tawarannya.*


aku harus menerimanya? jika aku menerimanya aku akan untung banyak, pak AT akan memberi ku metode belajar yang lebih banyak pada ku, dan bayarannya juga pasti akan besar" *Gumam*


"Jika aku dapat uang lebih banyak lagi aku bisa memberikan sebagian untuk keluarga ku di rumah, bagaimana ini? aku kebingungan, aku harus bertanya pada siapa?!"


"Ah..iya tanya kak Ehsra saja, aku telepon ia saja agar ia menemui ku nanti malam"


*Olive menelpon kak Ehsra karena ia sudah sampai di rumahnya ia tidak sadar berjalan sampai rumah karena memikirkan tawaran tersebut.*


"Halo? kak Ehsra?"


*Olive menelpon kak Ehsra dan mengajaknya bertemu malam ini untuk meminta sarannya.*


*


*


*


*


*


*


*


*


Malam hari...


"Ada apa mengajak bertemu? hal apa yang ingin kamu bicarakan?"


*Olive menceritakan tentang apa yang terjadi siang hari tadi, kak Ehsra mencurigai niat pak AT. Kak Ehsra mengatakan kalau hal itu sangat lah tiba-tiba kak Ehsra yakin kalau pak AT memiliki niat lain kepada Olive.*


*Namun Olive sangat ingin bekerja menjadi asisten pak AT karena ia akan mendapatkan bayaran yang lumayan, kak Ehsra melarang Olive untuk bekerja dengan pak AT karena khawatir sesutu terjadi padanya.*


*Namun Olive mengatakan ia memerlukan uang yang lebih banyak lagi, belum lagi ia harus membayar utangnya kepada kak Ehsra.*


*Kak Ehsra tidak bisa menolak keputusan Olive, ia hanya bisa mendukung namun kak Ehsra mengatakan satu hal kepada Olive.*


"


Apa...?"


"Ya aku akan menjemput mu sepulang kerja, setiap hari. Aku hanya ingin kamu aman saja" *Mengatakan dengan tegas*


"Apa itu tidak akan mengganggu istirahat mu?"


"Tidak jika untuk keamanan mu" *Senyum tipis*


"Baiklah terserah kakak saja aku hanya bisa berterima kasih pada mu"


"Ya baiklah..., kamu sudah makan?"


"Belum, kakak?"


"Aku juga.., ayo keluar makan sebentar"


"Baiklah..."


Di perjalan di atas motor


"Kamu ingin makan apa? burger?"


"Tidak, aku ingin makan yang lain"


"Hehe biasanya kamu hanya ingin makan burger kenapa hari ini tidak mau?"


"...Aku hanya lagi ingin makan makanan yang lain saja"


"Baiklah kamu ingin makan apa?"


"Cron dog coklat, bagaimana?"


"Cron dog coklat? itu hanya ada di jajanan pinggir jalan yang ada di jalan ba***ia. Mau coba pergia ke sana?"


"Ya boleh..."


*Setelah berbincang tentang makanan mereka berdua memutuskan untuk pergi ke jalan ba***ia. Di sana banyak jajanan malam di pinggir jalan yang lezat.*


*Semua orang yang suka makan pasti akan pergi ke sana, jalanan yang di penuhi boks-boks makanan yang di jual dan para pengunjung yang ramai untuk makan di sana.*


Jalan ba***ia~


"Wah...ini bukan jalan tapi ini surganya makanan, banyak sekali makanan yang di jual aku mau beli satu dari semua makanan yang di jual" *Seketika bahagia karena makanan*


"Jangan semua nanti kamu gendut"


"Ah? haha tidak akan, aku tidak akan gendut" *Senyum*


"Ck, aku sudah mengingatkan mu jika kamu gendut jangan salahkan aku"


"Tidak kok, aku tidak akan menyalahkan kakak..."


"Ayo kak kita beli makanannya"


"Iya...kamu ini tidak sabar sedikit pun kalau melihat makanan, ayo"


"Hehe..."


*Olive mulai melihat-lihat makanan yang di jual, ia tidak khawatir soal uang lagi karena ia akan segera menjadi asisten pak AT dan akan mendapatkan bayaran yang cukup banyak.*


*Olive membeli ini dan itu banyak sekali makanan yang ia beli dan kak Ehsra hanya mengikuti Olive yang pergi ke sana dan kemari untuk membeli makanan.*


*Walaupun kak Ehsra masih meragukan niat tersembunyi pak AT tapi ia hanya bisa mendukung Olive, ia tidak ingin Olive kesusahan tentang uang.*


*Olive selalu kesusahan tentang uang karena keluarganya selalu meminta uang padanya, ia juga harus membiayai hidupnya sendiri, dan membayar kontrakannya.*


*Kak Ehsra selalu ingin membantu Olive, namun Olive selalu menolaknya Olive tidak ingin mempunyai utang budi. Ia juga tidak ingin membuat orang lain susah karena dirinya.*


*Walaupun kak Ehsra tidak pernah kekurangan uang, karena kak Ehsra anak dari keluarga terpandang. Namun kak Ehsra belum pernah memberi tahu Olive tentang kehidupan pribadinya.*


*Yang Olive ketahui tentang kak Ehsra adalah, kak Ehsra orang yang bertanggung jawab dan rajin bekerja walaupun pekerjaan dengan bayaran yang sedikit.*


*Olive tetap saja tidak ingin membuat kak Ehsra kesusahan, melihat Olive yang senang karena membeli banyak makanan kak Ehsra jadi ikut senang.*


*Anak yang tadinya pendiam, pemurung, kesepian, sendirian, kini sudah mulai berubah senyum di wajahnya yang cantik dan manis mulai sering terlihat dan itu semua berkat usaha kak Ehsra.*


*Kak Ehsra selalu berusaha membuat Olive tersenyum ia senang jika Olive senang, bagaimana perasaannya ke Olive juga tidak ada yang tahu.*


*Entah ia menganggap Olive sebagai adiknya atau sebagai orang yang sangat spesial, namun satu hal yang pasti kak Ehsra sangat menyanyangi Olive.*


"Kak buka mulut mu ini sangat lezat!


"Benarkah? ayo suapin aku aaaa"


"Ini..."


"Hap, nyam nyam nyam"


"Wah...lezatnya ini benar lezat tidak salah kita pergi ke sini"


"Iya ya..."


"Wah...romantisnya kita dulu juga seperti itu ya"(orang tua yang lewat)


"Iya ya, mereka pasangan yang serasi. Yang satunya tampan dan satunya lagi cantik sunggu beruntung" *Senyum*


"Ah? eh paman bibi kami bukan-"


"Terima kasih paman bibi, mohon doa terbaiknya" *Senyum*


"Ha? apa-apaan ini? kenapa kak Ehsra bicara seperti itu? dan tadi ia memotong perkataan ku?!" *Gumam*


"Haha baiklah nak kami akan selalu mendoakan kalian" *Senyum*


"Hehe terima kasih banyak paman bibi, ini ada sedikit makanan untuk kalian kami banyak membeli makanan tadi"


"Ahh tidak perlu repot-repot nak"


"Tidak apa-apa bibi amb lah"


"kalau begitu terima kasih ya nak, kamu memang anak yang baik..."


"Haha itu bukan apa-apa bibi..."


"...Terima kasih ya, kalau begitu kami pergi dulu"


"Iya bibi paman" (Olive dan kak Ehsra menjawab)


*Paman dan bibi yang tiba-tiba lewat tadi akhirnya pergi setelah menerima makanan yang diberi kak Ehsra. Olive bingung mengapa kak Ehsra berbohong pada paman dan bibi itu, karena bingung Olive langsung bertanya kepada kak Ehsra.*


*Ia bertanya kenapa tadi ia berbohong dan memotong perkataannya, kak Ehsra hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.*


_____________________________________________