The Story Of The Happy Ending Of Olive Life

The Story Of The Happy Ending Of Olive Life
Episode 19


*Semuanya berjalan lancar selama beberapa hari, Olive pergi ke universitas dan bekerja dengan lancar.*


*Sesekali Olive dan kak Ehsra makan siang dan malam bersama, namun itu tidaklah setiap hari karena mereka memiliki urusan dan pekerjaan masing-masing.*


*Mereka bersama hanya untuk mengisi waktu luang, beberapa hari yang damai namun kedamaian itu tidaklah selamanya.*


*Di malam hari saat Olive pulang bekerja ia di telepon lagi oleh ibunya, Olive yang lelah seharian ini berada di luar terus. Mandi untuk menyegarkan dirinya.*


*Setelah selesai mandi handphonenya berbunyi, ia melihat siapa yang menelponnya. Dan ternyata itu ibunya.*


*Ia tidak ingin mengangkat telepon itu namun jika ia tidak mengangkatnya akan terjadi masalah yang lebih besar lagi.*


*Olive terpaksa mengangkatnya, ia khawatir karena uang yang di butuhkan ibunya masih kurang dua juta lagi, walaupun Olive sudah berusaha keras untuk mengumpulkannya namun uangnya masih saja kurang.*


"Halo?"


'Halo Olive, bagaimana? kamu sudah mengirim uangnya?'


"Huftt"


"Be..belum bu"


'Kamu ini bagaimana sih? kamu tidak berniat membantu ku ya?!'


'Tidak ada yang harus ku bicarakan pada mu, aku muak bicara dengan mu. Aku tidak mau tahu bagaimana pun caranya uangnya harus kamu kirim besok hari!'


*Tuttt*


"Hiks hiks hiks"


"Uwaaaaaa aaaaaa kenapa ia jahat sekali?! bahkan tidak menanyakan kabar ku huhuhu"


"Uwaaaaa aaaaaa aku benci kalian"


*Brakk*


"Aku membenci kalian!"


"Huhuhu"


*Olive tanpa sadar melempar handphonenya ke lantai, dari luar kak Ehsra mendengar tangisannya dan suara barang jatuh.*


*Pada saat itu kak Ehsra sudah sampai di luar rumah Olive namun ia berhenti karena mendengar Olive yang sedang menelpon.*


*Kak Ehsra langsung masuk saat mendengar barang jatuh, pintu rumah Olive tidak terkunci jadi ia bisa langsung masuk.*


~Olive?!~


*Berbalik*


"Huhuhu snif snif"


"Kak Ehsra?"


*


*


*


*Kak Ehsra membantu Olive berdiri dan menenangkannya ia bertanya apa sebenarnya yang terjadi.*


*Pada akhirnya Olive menceritakan semuanya dari awal, Olive masih menangis kak Ehsra tidak tega melihat Olive yang bekerja untuk dirinya sendirian di kota orang.*


~Ha...~


~Ya ampun, aku tahu itu keterlaluan tapi ia tetaplah ibu mu kamu harus bisa memaafkannya, tenanglah aku akan meminjamkan uang ku pada mu~


"Tidak perlu aku tidak mau merepotkan mu"


~Tidak, tidak repot kok aku senang bisa membantu mu, berhentilah menangis, tetap sabar dan yang kuat aku akan selalu mendukung dan menjaga mu~


"Aku terharu sekali, aku mempunyai keluarga yang lengkap tapi orang lain yang perduli pada ku"


~Tidak masalah aku bukan orang lain, aku teman yang akan menjaga dan melindungi mu~


*Tulus*


"Aku bisa melihat ketulusan kakak, jadi aku berterima kasih yang banyak pada mu"


~Ya sama-sama, oh iya aku membawakan makanan seperti janji ku tadi siang~


"Kakak tidak lupa ternyata"


~Jika aku lupa aku tidak akan ada di sini hehe~


"Hm iya terima kasih..."


*


*


*


*


*


*


*


*


*Pagi hari*


"Kakak sudah datang ya"


~Iya, aku mau memberikan uangnya pada mu~


"Oh...iya"


~Ini ambil lah~ *Memberikan uang*


"Hm..." *Ragu-ragu*


*Mengambil uang dengan perlahan*


"Te..terima kasih ya kak, kamu baik sekali. Maaf sudah merepotkan mu"


~...Tidak repot kok~


~Kamu mau aku antar?~


"Ha?"


~Kalau tidak mau ya tid-~


"Aku mau kok" *Tiba-tiba memotong cakap*


~Eh? hehe kamu semangat sekali ya~ *Senyum*


*Wajah Olive memerah*


"Ah tidak kok"


~Hehe...manisnya~


"Apa?! kakak bilang apa tadi?"


~Bukan apa-apa, ayo kita pergi~


"Ya baiklah..."


*


*


*


*


*


*


*Kak Ehsra mengantar Olive ke universitas, dan mereka makan siang bersama lagi, setelah itu Olive pergi bekerja dan mengirim uang yang di butuhkan ibunya.*


*Ibunya tidak menghubunginya lagi untuk waktu yang lama bahkan mereka sama sekali tidak berterima kasih kepada Olive.*


*Olive tidak mengharapkan ucapan terima kasih dari ibu atau kakaknya, hidupnya tidak di ganggu oleh keluarganya saja ia sudah bersyukur.*


*Di kota B Olive menjalani kehidupan sehari-harinya dengan tenang, kak Ehsra juga sangat perhatian kepadanya.*


*Mereka sering jalan-jalan, makan, nonton, sampai beli baju yang sama. Di sisi lain guru baru di universitas Olive memata-matai Olive.*


*Gurunya memerintahkan anak-anak buahnya untuk mengikuti Olive di mana pun dan kapan pun lalu, dan anak-anak buahnya harus melaporkan setiap gerak gerik Olive.*


*Entah apa yang di inginkan gurunya, entah ia ingin menjaga Olive dari kejauhan atau hanya ingin mengetahui kehidupan Olive.*


*Tidak heran gurunya memiliki anak buah, karena ia tuan muda dari keluarga kaya di kota tersebut. Keluarganya terpandang dan di segani.*


*Keluarganya lumayan berpengaruh, ia masuk ke universitas untuk mengajar itu atas keinginannya. Ayahnya menawarkan saham perusahaan keluarga padanya.*


*Namun ia tidak menerima menerimanya, karena ia mengatakan ingin menjadi guru dan bukan menjadi penguasa. Ayahnya lelah dengan sikap anaknya lalu ayahnya melepaskan anak laki-lakinya itu.*


*Dan saham perusahaan diberikan kepada adik perempuannya, adiknya yang bernama Amelia Velisya memiliki pendidikan yang tinggi.*


*Setelah pulang dari amerika Amelia langsung diberi tanggung jawab yang besar oleh ayahnya, mau tidak mau ia harus siap menerima itu karena kakaknya tidak bisa di harapkan untuk mengurus perusahaan keluarga.*


*Guru Olive yaitu pak AT masih belum memiliki asisten, universitas telah merekomendasikan seorang asisten profesional.*


*Namun ia menolaknya, ia mengatakan sudah mempunyai asisten sendiri namun ia memerlukan waktu untuk memperkerjakannya.*


*Pak AT mungkin sudah mempersiapkan semuanya, namun ia hanya menunggu waktu yang tepat. Asisten yang ia inginkan adalah orang yang ia sukai.*


*Orang itu telah berhasil menarik perhatian pak AT, cukup sulit menarik perhatian seorang Alber Tonius karena ia orang yang dingin, pendiam, dan tidak pernah tertarik dengan wanita seumur hidupnya.*


*Namun wanita satu ini berhasil menarik perhatiannya, apakah ini keberuntungan atau suatu masalah?. Ini bisa di katakan keberuntungan dan juga bisa di bilang masalah.*


*Beruntung, tentu saja ia adalah tuan muda keluarga terpandang. Masalah, masalahnya adalah keluarga pak AT pasti sudah mempersiapkan pernikahannya.*


*Tidaklah asing mendengar pernikahan yang dijodohkan, karena untuk mengembangkan bisnis ke tahap lebih besar lagi haruslah memiliki hubungan ke orang yang lebih berpengaruh lagi.*


*Dan itu sudah di persiapkan oleh keluarganya, jika ia ingin menikah dengan perempuan lain dan lagi perempuan dari kelas bawah itu pasti tidak di setujui keluarganya.*


*Entah apa yang akan terjadi selanjutnya.*


*Tok tok tok*


'Masuk'


"Permisi pak, apakah bapak memanggil saya?"


'Ya, duduklah ada hal penting yang ingin saya bicarakan'


"I..iya baik pak"


*Siapa sangka wanita yang beruntung itu adalah Olive, Olive di panggil pak AT ke ruangannya untuk suatu hal yang penting.*


*Olive merasa gugup karena sebelumnya ia tidak pernah di panggil gurunya secara pribadi, Olive bingung apa ada masalah dengan nilainya?.*


*Atau dengan sikapnya? ia hanya bisa menebak-nebak di karena kan bapak ini, agak lama untuk memulai pembicaraannya.*


"...Maaf pak kenapa bapak memanggil saya?"


'Hm...?'


'Saya ingin menawarkan suatu pekerjaan yang menguntungkan untuk mu'


"Ha?, pekerjaan?"


_____________________________________________


Apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah Olive menerima pekerjaan itu? dan apa sebenarnya pekerjaannya? nantikan terus episode selanjutnya.


Jangan lupa save, like, comen. Thanks reader~