The Story Of The Happy Ending Of Olive Life

The Story Of The Happy Ending Of Olive Life
Episode 6


*Ckittt.*


~Sudah sampai, apakah ini rumah mu?.~


"Yah ini rumah ku,aku mengkontraknya satu minggu yang lalu. Ukurannya memang kecil tapi aku harap kamu nyaman dengan keadaanny."


~Apa maksud mu?aku kan hanya mengantar mu pulang, kenapa kamu mengatakan hal itu seakan-akan aku akan tinggal bersama mu.~


"A..e..sudahlah ayo masuk dulu aku akan membuatkan teh untuk mu."


~Pftt, ya baiklah. Aku akan memapah mu.~ *Tertawa kecil.*


"Hahh sebentar aku ambil kuncinya, nah ini dia."


*Clek clek clek, terbuka.*


"Ayo masuk tidak usah sungkan."


*Mereka berdua pun masuk.*


~Ahh kamu duduklah dulu aku akan mengambil tongkat yang di beri dokter kepada ku tadi.~


"Oh ya baiklah."


*


*


*


*


*


*


*


~Ini tongkatnya, berhati-hatilah saat jalan.~


"Oh ok terima kasih, tunggulah sebentar aku akan membuatkan teh untuk mu."


~Ok.~


*


*


*


*


*


*


*


*


"Ini tehnya minumlah selagi masih hangat."


~Oh ya terima kasih banyak.~


*Kak Ehsra pun meminum tehnya lalu ia meletakkan cangkir tehnya di meja dan berkata.*


~Apakah kamu tinggal sendirian di sini?.~


"Yah aku tinggal sendiri, karena aku hanya mau belajar di kota ini."


~Ohh begitu toh.~


"Yah begitulah. Apakah aku boleh bertanya pada mu?."


~Ya boleh silakan kamu ingin menanyakan apa?.~


"Kenapa kamu tetap baik kepada ku padahal semalam aku sudah memaki mu."


~Kenapa kamu masih memikirkan hal itu, aku saja sudah melupakannya.~


"Jawab saja pertanyaan ku tadi tidak usah bertanya kembali."


~Ahh baiklah jika kamu memaksa. Jadi begini aku tetap baik kepada mu karena kamu adalah teman ku, kita dulu pernah dekat walaupun tidak lama. Dan lagi aku sudah berbuat salah kepada mu aku ingin minta maaf kepada mu, apakah kamu bersedia memaafkan ku?.~


"Ku pikir ia telah melupakan hal itu ternyata ia masih memikirkannya dan sudah sadar kalau yang bersalah adalah dirinya dan Tavia."


"Bagaimana ini aku tidak bisa memberikan jawabannya aku masih kecewa kepadanya dan Tavia bagaimana ini aku harus memaafkannya atau tidak?." *Gumam dalam hati.*


~Olive?apakah kamu mendengarkan ku?.~


"Ahh ya aku mendengar mu."


~Jadi bagaimana?apakah kamu mau memaafkan ku?.~


"Mm aku sudah memaafkan mu dari dulu,tapi maaf rasa kecewa belum bisa hilang."


*Kak Ehsra pun terdiam, ia melihat ke arah Olive lalu menghela nafasnya dan menundukkan kepalanya.*


*Sruppp, minum teh.*


~Aku mengerti, itu tidak masalah lagi pula di sini akulah yang bersalah.~ *Senyum lembut.~


~Eh ini sudah terang, aku harus ke kantin universitas untuk bekerja, sekalian aku akan meminta izin untuk mu.~


"Oh iya terima kasih atas bantuannya, aku tidak bisa mengantar mu sampai depan tidak masalah bukan?."


~Iyah tidak apa-apa kamu istirahatlah yang banyak agar kaki mu cepat sembuh, kalau begitu aku pamit dulu.~


"Iya terima kasih banyak, hati-hati di jalan."


~Ok. Dah sampai jumpa.~ *Senyum yang manis.*


"Ahh,oh ok dah."


*Olive terkejut melihat senyuman kak Ehsra yang manis pipinya sampai merah karena melihatnya.*


"Apa-apaan kenapa pipi ku memerah, hah pasti karena aku demam ya sudahlah lebih baik aku istirahat."


*Tutup pintu.*


"Ahh sakit sekali padahal aku sudah pelan-pelan, ini semua karena penjahat berengsek tidak waras itu. Semoga ia di penjara seumur hidupnya."


*Setelah mengoceh sendirian akhirnya ia pun tertidur.*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


"Ha?eh aku ada di mana?."


#Olive!.#


"Ya siapa?."


*plakkk.*


"Ahhh, apa yang kamu lakukan siapa kamu kenapa kamu menamparku?!."


#Ini aku, apakah kamu tidak mengenali ku lagi?.#


"Hah?!, Tavia kamu?."


#Yah aku kenapa kamu terkejut melihat ku?.#


"Apa-apaan kamu ini kenapa kamu menamparku?."


#Karena kamu memang pantas untuk di tampar!.#


#Hahaha hahaha.#


#Kamu tau kenapa aku menamparmu?karena...karena kamu mengambil dia dari ku, hiks hiks.#


*Tiba-tiba Tavia menangis sendiri Olive masih  bingung sebenarnya apa yang terjadi?. Tiba-tiba Tavia berhenti menangis mengelap air matanya dan mendekati Olive.*


"Aaaaa, apa yang kamu lakukan kenapa kamu menjambak ku lepaskan aku lepaskan!." *Meronta-ronta.*


#Aku tidak akan melepaskan mu haha ini semua karena akibat mu sendiri hahaha kamu sudah mengambilnya dari ku dan sekarang kamu yang harus membayarnya hahaha.#


"Apa yang kamu katakan apa yang aku ambil dari mu?lepaskan aku lepaskan aaaa sakit."


*Olive berusaha untuk melepaskan tangan Tavia dari rambutnya tapi hasilnya nihil, kekuatan Tavia sangat kuat dan rambutnya semakin sakit.*


#Haha aku tidak akan melepaskan mu hahaha, jika aku tidak bisa memilikinya kamu juga tidak. Kita harus mati bersama hahaha ayo lompat bersama ku dari gedung ini lalu kita akan bahagia di syurga hahahaha.#


"Apa yang kamu katakan kamu sudah tidak waras lepaskan aku perempuan gila aku tidak mau mati lepaskan aku."


#Ya ya ya aku sudah gila aku tidak waras dan itu karena mu haha, aku tidak perduli aku mau kita mati bersama hahaha.#


*Tavia menyeret Olive dengan paksa ia masih menjambak rambut Olive dengan sangat kuat Tavia ingin mendorong Olive terlebih dulu baru ia akan menyusulnya.*


#Haha Olive dulu kamu bilang kamu ini sahabat ku bukan?lalu kenapa sekarang aku mengajak mu mati bersama kamu tidak mau?apakah kamu sahabat yang tidak setia?.#


"Apa yang kamu katakan?!siapa pun tidak akan mau di ajak mati lepaskan aku!."


#Diam!!!#


#Jika kamu tidak diam aku akan melempar mu, kita sudah berada di ujung gedung kamu diamlah jika tidak mau aku lempar.#


*Olive mempercayai perkataan Tavia dan ia pun diam.*


"Yah baiklah aku akan diam, tapi cepat lepaskan aku."


#Yah baiklah aku akan melepaskan mu, sudah berdirilah aku sudah tidak menjambak rambut mu lagi.#


*Olive berdiri dan Tavia berbalik badan, Olive pikir Tavia sudah sadar dan tidak akan menyakitinya namun ia salah, tiba-tiba Tavia berbalik badan lagi melihat Olive.*


*Tavia tersenyum licik kepada Olive dan ia mendorong Olive dari atas gedung.*


#Haha selamat tinggal Olive.#


"Aaaaa tidakkk Tavia kamu penghianat aku membenci mu!."


"Tidakkkk!."


"Hosh hosh hosh."


"Apa yang terjadi kenapa aku berada di kamar?berarti tadi itu hanya mimpi?syukurlah."


"Hahh Tavia beberapa hari ini dia selalu mengganggu pikiran ku, eh sudah siang aja aku harus membersihkan perban lukanya."


*


*


*


*


*


*


*


*


*Skip bersihin perban*


_____________________________________________