The Story Of The Happy Ending Of Olive Life

The Story Of The Happy Ending Of Olive Life
Episode 14


"Eh apa yang terjadi? siapa yang menangis?"


~Aku tidak tahu, ayo kita lihat keluar~


*Mereka berdua pun keluar.*


*


*


*


*


*


*


~Eh?~


"Ada apa? kenapa berhenti?"


~Bukannya itu tante tadi? siapa laki-laki yang bersamanya itu?~


"Ha? eh iya ya, itu tante tadi. Aku juga tidak tahu siapa laki-laki itu, dan kenapa tante itu menangis?"


~Aku juga tidak tahu, ayo kita pergi ke sana~


"Iya baiklah"


*


*


*


"Tante apa yang terjadi? kenapa tante menangis?"


'Huhuhu kalian bantulah aku mengangkat suami ku huhuhu'


"Eh, suami?!"


~Kenapa suami tante pingsan di jalanan?~


'Kalian ini! kalian datang ke sini untuk mewawancarai aku atau menolong ku?!'


"I..iya, ayo kita tolong dulu tante ini"


~Ukh ibu tua ini bukannya berkata lembut kepada orang yang mau menolongnya tapi malah memarahi kami sungguh orang yang tidak tau Terima kasih!~ *Gumamnya*


~Huh! baiklah ayo kita angkat suami tante ini ke dalam rumahnya~


*Memegang badan suami si tante dan mengangkatnya.*


*


*


*


*


~Hosh hosh hosh~


"Hosh hosh hosh"


~Apa yang di makan orang ini?! kenapa ia berat sekali?!~


"Iya ya om ini berat sekali" *Nafas yang terngengah-ngengah*


'Kalian tunggulah sebentar di sini aku mau mengambil air hangat untuk membersihkan wajah suami ku'


"Oh, iya baiklah tante"


*Si tante pun pergi.*


~Kenapa kita harus menunggu di sini?~


"Aku tidak tahu, kita tunggu saja sebentar"


~Hahh ya sudahlah~


*


*


*


*Si tante pun datang dengan membawa air hangat dan langsung membersihkan wajah suaminya.*


"Tante sebenarnya apa yang terjadi?"


'...'


~Kemungkinan suami tante begini itu karena... ia pulang dalam keadaan mabuk?~


'Eh?!'


"Apa yang kakak katakan? menuduh tanpa bukti tidaklah baik" *Bisik-bisik*


~Aku hanya menduganya jika itu tidak benar pasti si tante tidak akan marah, tenanglah~ *Bisik-bisik*


'Hiks snif snif'


'Jadi tadi sebelum aku masuk ke rumah tadi, aku melihat suami ku berjalan dengan tidak stabil dan dia bernyanyi-nyanyi dengan aneh dengan memegang botol minuman alkohol'


"Yang kakak katakan tadi benar" *Bisik*


'Aku berterima kasih kepada kalian berdua, jika tidak ada kalian entah bagaimana cara ku membawanya ke dalam'


'Terima kasih banyak atas bantuannya'


"Hehe tidak masalah tante sudah jadi kewajiban kita untuk saling menolong"


~Ya itu tidaklah masalah, ayo sekarang kita pulang tante ini pasti mau istirahat~


"Ah iya ayo, tante kita pamit. Jika ada sesuatu yang terjadi panggil lah kami tidak perlu sungkan"


'Iya baiklah terima kasih'


*Mereka berdua pun pulang.*


*


*


*


*


*


~Hahh tante ini keluarganya ada-ada saja, ia memarahi ku tadi tapi siapa sangka sekarang aku yang menolongnya~


"Ya mau bagaimana lagi"


~Eh sudah larut saja ya~


"Iya ya, tidak terasa waktu berjalan dengan cepat"


~Hehe... kalau begitu aku pulang ya sudah larut kamu pasti ingin istirahat~


"...Iya"


~Aku pamit ya, hati-hati di rumah. Sampai jumpa~


"Iya kakak juga hati-hati"


"Sampai jumpa, bye"


"Hahh ia sudah pergi, lelah sekali aku ingin langsung tidur"


*Olive masuk ke dalam rumah membersihkan alat-alat makan yang ia gunakan tadi, lalu bersih-bersih diri dan langsung tidur.*


*


*


*


*


*


*


*


*


*Keesokan harinya*


*Olive selalu bangun cepat karena ia sudah terbiasa sewaktu tinggal bersama keluarganya, Olive melakukan aktivasinya sehari-hari seperti biasanya.*


*Sampai jam 07.00 ia pun berangkat pergi ke universitas, dan di tengah jalan ia bertemu dengan sesorang.*


'Permisi?'


"Ha?"


*Berbalik badan*


"Maaf anda siapa? apakah ada masalah?"


'Ah saya tetangga anda, saya tinggal di sebelah sana bersama ayah dan ibu saya'


"Oh, kamu ini anak tante itu toh"


'Hehe iya, ibu ku sudah memberitahu tentang diri mu. Terima kasih sudah membantu ibu ku semalam'


"Oh itu tidak masalah sudah seharusnya tetangga saling membantu, lagi pula aku tidak membantu apa pun"


'Ah iya tapi saya ingin memberi ini sebagai ucapan terima kasih, mohon di terima saya tulus memberikannya sebagai ucapan terima kasih'


"Seharusnya tidak usah repot-repot, ya sudahlah aku akan menghargai pemberian anda terima kasih kembali untuk hadiahnya"


'Hehe... itu bukanlah apa-apa'


"Ya kalau begitu saya pergi dulu ya, saya mau ke universitas. Sekali lagi Terima kasih atas hadiahnya"


'Iya silakan, hati-hati di jalan. Lain kali kita mengobrol lebih lama lagi ya'


"Iya kita lihat nanti, saya pergi dulu"


'...Iya baiklah'


'Heh! wanita yang menarik tidak salah pilih, mata ibu memang hebat' *Gumamnya dengan senyum yang aneh*


_____________________________________________


Buat para reader yang setia, saya minta maaf karena 3 hari tidak up. Saya ada masalah privasi mohon di maklumi. Setelah ini saya akan up lebih rajin lagi tetap jadi reader yg setia dan nantikan terus cerita saya.


Jangan lupa save, like, and coman thanks all~