
*Melihat tangannya yang memeluk tangan Olive, dan melihat wajah Olive yang telah membeku karena malu.*
~Ah maafkan aku, aku tidak sengaja~
*Melepaskan dengan cepat*
"Oh iya, tidak masalah"
*Olive menundukkan kepalanya dan aura suram tiba-tiba muncul darinya. Kak Ehsra merasa bersalah.*
~Ah aku...~
"Sudahlah lupakan saja aku tidak masalah"
*Bangkit dari tempat duduknya*
~Kamu mau ke mana?~
"Aku mau ke toilet, aku terlalu banyak minum air"
~Oh, baiklah cepatlah kembali~
"..."
*
*
*
*Toilet*
*Di depan cermin toilet*
"Hahh apa-apaan tadi itu? aku sangat terkejut, tidak menyangka kak Ehsra akan memeluk tangan ku"
"Ya sudahlah lupakan saja"
*Keluar dari toilet*
"Aku tidak niat untuk menonton lagi, apa aku pergi ke taman dekat sini saja ya?"
*Olive pun pergi menuju taman, ia meninggalkan kak Ehsra sendirian di dalam bioskop.*
*
*
*
*Di taman*
"hufffttt"
"Hah di sini udaranya lebih enak, lebih segar"
"Sudah mau gelap saja ya. Sore-sore seperti ini memang paling enak duduk dan jalan-jalan di taman"
"Aku jadi teringat taman di dekat rumah ku dulu"
*Olive duduk di kursi taman menikmati angin yang berhembus pelan.*
*
*
*
~Olive di mana? kenapa ia tidak kembali dari toilet? film sudah selesai tapi is belum kembali juga~
~Aku telepon ia saja, aku khawatir ia kenapa-kenapa~
*Drtt drtt drtt*
"Eh?, oh ya ampun sudah gelap aku tertidur sebentar di sini. Siapa yang menelpon?"
"Oh ini kak Ehsra"
"Halo?"
~Halo?, Olive kamu ada di mana? kenapa belum kembali juga?~
"Oh aku ada di taman dekat bioskop, aku lupa memberitahu kakak. Maafkan aku sudah membuat mu khawatir"
~Iya tidak masalah, tunggulah di situ aku akan menjemput mu~
"Ya baiklah terima kasih"
*Tutt*
"Terkadang aku berpikir kenapa kak Ehsra sangat baik pada ku. Entah kenapa aku memiliki firasat buruk yang akan datang di masa depan"
"Semoga firasat ku hanya sekedar firasat biasa, semoga semuanya baik-baik saja"
~Olive?~
"Oh, sudah datang?"
~Kenapa kamu tidak kembali untuk menonton lagi?~
"Oh itu...tidak apa-apa. Aku hanya merasa bosan dan ingin mencari angin jadi aku keluar"
"Aku tertidur sebentar di kursi taman ini sampai tidak tahu kalau sudah gelap hehe"
~Oh begitu toh, aku kira telah terjadi sesuatu pada mu. Baguslah kalau kamu tidak apa-apa~
"Iya maaf hehe"
~Ya tidak masalah, filmnya sudah selesai, kamu mau pulang atau kita makan dulu?~
"Hm?..."
"Kita makan saja dulu, kita kan belum makan malam"
~Iya baiklah, kita pergi ke cafe dekat sini saja. Aku dengar ada cafe baru yang menyediakan ramen dan burger super besar~
"Apa?! benarkah?! bur..burger super besar?..."
*Mata bebinar air liur hampir jatuh*
"Kalau begitu ayo kita di sana!" *Mengatakan dengan penuh semangat*
~Senyum~
~Olive...ia selalu bersemangat ketika mendengar nama burger, lucu sekali~ *Gumam dalam hati*
*
*
*
*Cafe*
"Nyam nyam nyam"
"Ah senangnya, nyam nyam nyam"
~Makanlah sepuah mu aku yang akan membayarnya~ *Senyum puas*
"Eh?"
"Tidak perlu aku bisa membayarnya"
~Sudahlah ini hanya sekali tidak masalah~
"Hm..."
*Singkat cerita, setelah selesai makan mereka berdua pun pulang. Setelah sampai di rumah Olive, kak Ehsra coba bertanya pada Olive.*
*Ia bertanya apakah Olive mengalami masalah sebelum masuk untuk menonton tadi karena kak Ehsra melihat wajah Olive yang tidak senang.*
*Namun Olive tidak memberitahu kak Ehsra apa sebenarnya yang terjadi. Ia tidak mau membesar-besarkan masalah.*
*Karena Olive tidak memberitahu kak Ehsra masalah yang terjadi, kak Ehsra pun pulang karena sudah larut malam.*
*Setelah kak Ehsra pulang, Olive masuk ke rumahnya dan bersih-bersih dan segera tidur sampai pagi.*
*
*
*
*Di pagi hari di universitas*
'Selamat pagi semuanya'
Selamat pagi pak
"Eh?"
'Saya di sini ingin memberitahu kepada siswa sekalian, mulai hari ini guru kalian sudah di ganti'
'Bapak Suhya sudah pindah tugas ke kota lain, mulai hari ini guru kalian adalah bapak Albert. Bapak Albert memang masih muda, tapi ia sangat berwibawa dan pintar'
'Bapak harap kalian semua bisa bekerja sama dengan bapak Albert ini, itu saja yang ingin saya sampaikan terima kasih, saya permisi dulu'
*Kepala universitas pergi*
'Selamat pagi semua nama saya AlberTonius, kalian semua bisa panggil saya pak AT. Mulai hari ini saya minta kerja sama yang baiknya'
'Mari kita mulai belajarnya hidupkan laptop kalian masing-masing dan persentase akan kita mulai'
'Semua sudah menghidupkan laptop? kalau begitu saya akan tunjuk satu orang dan maju untuk memulai persentase pertama'
'Saya tunjuk.... kamu!'
"Ha?"
"Oh iya baik pak"
"Ada apa dengan orang ini? kenapa harus aku? padahal siswa yang paling mencolok di kelas ini bukan aku, tapi kenapa aku yang di suruh lebih dulu?. Apa ia mau membalas dendam?" *Gumam dalam hati*
*Olive pun langsung membuka laptop dan langsung mempersentasekan pekerjaan yang terlah ia selesaikan.*
*Namun gurunya yang baru saja masuk hari ini, membuat Olive kesulitan. Gurunya sengaja bertanya terus menerus dan mengkritik setiap perkataan Olive.*
*Olive menyadari bahwa gurunya ini ingin membalas dendam padanya, karena gurunya adalah orang yang ia tabrak saat di bioskop.*
*Namun Olive hanya bisa bersabar dan tetap menjawab setiap pertanyaan gurunya, walau ia sangat merasa kesal.*
*Semua murid terkejut dengan jawaban-jawaban yang diberi Olive kepada gurunya, ia bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang lumayan sulit.*
*Karena gurunya sudah kehabisan pertanyaan, Olive di suruh duduk oleh gurunya.*
'Saya tidak menyangka ada murid yang sangat pintar di kelas ini, tetap tenang menyelesaikan masalah yang datang padanya'
'Sangat bagus untuk seorang murid'
"Menyulitkan dan setelah itu memuji, begitu rendah caranya" *Gumam dalam hati dan kesal*
'Baiklah kamu boleh duduk, kita lanjut dengan murid selanjutnya'
"Baik pak, terima kasih atas pujiannya"
*Berjalan*
'Tunggu sebentar'
*Berhenti*
"Ha?"
'Saya masih belum tahu nama mu, siapa nama mu?'
"Olive, Oliverina"
'Oh Oliverina, nama yang cantik seperti orangnya'
'Ya sudah kamu boleh duduk'
"..."
*Persentase murid selanjutnya di lanjutkan sampai jam kelas habis, dan pulang.*
*
*
*
*
*
*
*
*
*Kantin*
~Kenapa?~
"Kenapa apanya"
~Kenapa? ada masalah apa lagi?~
"Hah tidak ada apa-apa"
*Melirik*
"Kenapa orang ini sangat bisa membaca perasaan orang?" *Gumam*
*Drtt drtt*
~Siapa yang menelpon?~
"Ibu ku..."
~Oh angkat lah~
"Halo?"
'Halo, apakah uangnya sudah ada?'
'Kenapa belum ada?'
"Aku..aku masih berusaha mengumpulkannya"
'Aku harap uangnya ada lima hari lagi'
"Ya, akan ku usahakan bu"
'Baiklah, aku akan menunggu'
*Tuttt*
*Olive terdiam sejenak melihat handphonenya ia tidak habis pikir walaupun hal ini sering terjadi tapi hatinya tetap saja sakit.*
*Ibunya bahkan tidak menanyakan kabarnya, apakah ibunya tidak takut anaknya yang berada jauh dari rumah sendirian di kota orang?.*
*Olive merasa sakit hati namun ia menahan air matanya dan berusaha tetap kuat dan tenang. Apakah hanya dirinya yang di abaikan di keluarganya? bahkan ia sendiri tidak tahu.*
~Hei!~
*Mengayun-ngayunkan tangan di depan wajah Olive*
~Hei!~
"Ha?" *Olive tersadar dari lamunannya*
~Kamu baik-baik saja? apakah ada masalah?~
"Ah tidak, tidak ada. A..aku, aku mau makan aku lapar"
~Oh? ya sudah ayo kita ke cafe dekat sini, aku lihat mereka sudah menjual burger~
"Oh benarkah?"
*
*
*
*
*
*Cafe*
*Kak Ehsra bingung dengan sikap Olive yang suka berubah-ubah, dan juga Olive tidak mau berbagi kesedihannya.*
~Ada apa sebenarnya ya?~ *Gumam dalam hati*
~Kamu mau pesan apa saja?~
"Burger double ekstra keju dan green tea di tambah es krim"
~Anak ini kenapa makan yang banyak kalori?~ *Gumam*
"Kakak pesan apa?"
~Oh aku?, mie dan lemon tea dingin~
"Eh? apakah kakak sedang diet?"
~Oh tidak aku hanya ingin makan itu saja~
"Hahh aku jadi malu, aku yang perempuan makan begitu banyak lemak"
~Haha tidak apa-apa aku lebih suka lihat perempuan suka makan apa lagi itu kamu haha~
"Eh?"
"Deg deg deg"
"Ke..kenapa aku berdebar?" *Gumam dalam hati*
'Pesanan anda nona'
"Terima kasih"
"Nyam nyam nyam"
"Wah enak sekali"
*Suasana hati Olive menjadi baik lagi setelah makan, tidak heran itu adalah makanan kesukaannya.*
~Benarkah?~
"Iya ini enak sekali, kakak mau coba?"
~Haha tidak usah kamu makanlah itu kan kesukaan mu~
"Ah tidak apa-apa, buka mulut mu aaaaa"
~Eh tidak usah~
"Ayolah makan sedikit saja jika tidak aku akan sedih"
"Aaaaaa"
~Huft~
~Baiklah, aaaaaa~
~Hamp nyam nyam nyam~
~Wah benar enak sekali~
"Benarkan? apa aku bilang" *Bangga*
~Aku jadi ingin makan lagi, kenapa aku pesan mie busuk ini?~
"Kakak tidak seharusnya mengatakan itu, walaupun itu tidak enak tapi itu tetap makanan"
~Iya aku salah, aku menyesal memasan ini~
"Ya mau bagaimana lagi habiskan saja tidak baik membuang makanan"
*Mereka makan sampai habis, walaupun kak Ehsra makan dengan wajah suram namun pada akhirnya ia kenyang juga.*
~Apa ada yang ingin kamu makan lagi?~
"Tidak ada"
~Ya sudah ayo kita pulang, waktu jam makan siang ku hampir habis~
"Ya baiklah, aku bayar dulu"
~Eh? ini sebagiannya~
"Oh, baiklah"
~Aku ke toilet sebentar ya~
"Oh ya baiklah"
"Hm?"
"Kak tolong satu burger double kejunya"
'Baik tunggu sebentar'
*
*
*
~Sudah selesai bayarnya?~
"Sudah. Ini untuk mu"
~Ha? apa ini?~
"Untuk kakak makan nanti"
~Kamu membelinya untuk ku? seharusnya tidak perlu aku sudah kenyang makan tadi~
"Tidak apa-apa aku lihat kakak sangat ingin makan burgernya lagi, ambil lah ini sebagai ucapan terima kasih ku karena kakak sudah menemani ku makan siang"
~Ahh seharusnya tidak perlu~
"Tidak apa-apa ambil lah"
~Terima kasih ya~
"Ya, aku pulang sendiri saja rumah ku tidak jauh lagi, aku juga mau pergi kerja sebentar lagi"
~Oh benar tidak apa-apa?~
"Iya"
~Ok kalau begitu hati-hati ya~
"Ya kakak juga"
*Olive pun pulang*
~Kenapa ia baik sekali sampai tahu aku ingin makan ini lagi? hari-hari ku semakin baik setelah bertemu dengannya~
~Aku harap hari-hari ku yang seperti ini tidak akan berubah, aku hanya ingin bersamanya sekarang ini~
~Aku akan selalu berusaha membuat mu tersenyum, aku pasti akan membuat mu bahagia Olive...~
*
*
*
*Semuanya berjalan lancar selama beberapa hari, Olive pergi ke universitas dan bekerja dengan lancar.*
*Sesekali Olive dan kak Ehsra makan siang dan malam bersama, namun itu tidaklah setiap hari karena mereka memiliki urusan dan pekerjaan masing-masing.*
*Mereka bersama hanya untuk mengisi waktu luang, beberapa hari yang damai namun kedamaian itu tidaklah selamanya.*
*Di malam hari saat Olive pulang bekerja ia di telepon lagi oleh ibunya, Olive yang lelah seharian ini berada di luar terus. Mandi untuk menyegarkan dirinya.*
*Setelah selesai mandi handphonenya berbunyi, ia melihat siapa yang menelponnya. Dan ternyata itu ibunya.*
*Ia tidak ingin mengangkat telepon itu namun jika ia tidak mengangkatnya akan terjadi masalah yang lebih besar lagi.*
*Olive terpaksa mengangkatnya, ia khawatir karena uang yang di butuhkan ibunya masih kurang dua juta lagi, walaupun Olive sudah berusaha keras untuk mengumpulkannya namun uangnya masih saja kurang.*
"Halo?"
'Halo Olive, bagaimana? kamu sudah mengirim uangnya?'
"Huftt"
"Be..belum bu"
'Kamu ini bagaimana sih? kamu tidak berniat membantu ku ya?!'
'Tidak ada yang harus ku bicarakan pada mu, aku muak bicara dengan mu. Aku tidak mau tahu bagaimana pun caranya uangnya harus kamu kirim besok hari!'
*Tuttt*
"Hiks hiks hiks"
"Uwaaaaaa aaaaaa kenapa ia jahat sekali?! bahkan tidak menanyakan kabar ku huhuhu"
"Uwaaaaa aaaaaa aku benci kalian"
*Brakk*
"Aku membenci kalian!"
"Huhuhu"
*Olive tanpa sadar melempar handphonenya ke lantai, dari luar kak Ehsra mendengar tangisannya dan suara barang jatuh.*
*Pada saat itu kak Ehsra sudah sampai di luar rumah Olive namun ia berhenti karena mendengar Olive yang sedang menelpon.*
*Kak Ehsra langsung masuk saat mendengar barang jatuh, pintu rumah Olive tidak terkunci jadi ia bisa langsung masuk.*
~Olive?!~
*Berbalik*
"Huhuhu snif snif"
"Kak Ehsra?"
*
*
*
*Semuanya berjalan lancar selama beberapa hari, Olive pergi ke universitas dan bekerja dengan lancar.*
*Sesekali Olive dan kak Ehsra makan siang dan malam bersama, namun itu tidaklah setiap hari karena mereka memiliki urusan dan pekerjaan masing-masing.*
*Mereka bersama hanya untuk mengisi waktu luang, beberapa hari yang damai namun kedamaian itu tidaklah selamanya.*
*Di malam hari saat Olive pulang bekerja ia di telepon lagi oleh ibunya, Olive yang lelah seharian ini berada di luar terus. Mandi untuk menyegarkan dirinya.*
*Setelah selesai mandi handphonenya berbunyi, ia melihat siapa yang menelponnya. Dan ternyata itu ibunya.*
*Ia tidak ingin mengangkat telepon itu namun jika ia tidak mengangkatnya akan terjadi masalah yang lebih besar lagi.*
*Olive terpaksa mengangkatnya, ia khawatir karena uang yang di butuhkan ibunya masih kurang dua juta lagi, walaupun Olive sudah berusaha keras untuk mengumpulkannya namun uangnya masih saja kurang.*
"Halo?"
'Halo Olive, bagaimana? kamu sudah mengirim uangnya?'
"Huftt"
"Be..belum bu"
'Kamu ini bagaimana sih? kamu tidak berniat membantu ku ya?!'
'Tidak ada yang harus ku bicarakan pada mu, aku muak bicara dengan mu. Aku tidak mau tahu!'
_____________________________________________