The Story Of The Happy Ending Of Olive Life

The Story Of The Happy Ending Of Olive Life
Episode 16


*Weekend pun tiba*


"Eh? oh iya aku hampir melupakan hari ini"


"Ia datang jam berapa ya? apa aku telepon saja?"


*Mengambil handphone dan menelpon*


"Halo?"


~Ya? kenapa kamu menelpon ku? apakah tidak sabar untuk ketemu dengan ku?~


"Apa yang kakak katakan?! aku hanya ingin menanyakan sesuatu"


~Hehe, apa yang ingin kamu tanyakan? katakanlah~


"Jam berapa kita pergi nontonnya?"


~Nanti sore jam 16.00, aku akan menjemput mu~


"Oh begitu ya, baiklah sampai ketemu nanti"


~Ya sampai ketemu nanti~


*Tuttt*


"Aku masih punya waktu yang banyak, aku juga belum makan. Aku pergi ke minimarket saja untuk membeli beberapa makanan"


*Pergi ke minimarket*


*


*


*


*


*


*


*Sampai di minimarket*


'Eh kak? kmu datang ke sini?'


"Hehe iya aku datang hanya untuk membeli beberapa makanan"


'Oh aku kira kakak datang untuk bekerja, bukannya di hari minggu kakak libur, ternyata untuk belanja'


"Iya..."


'Ya sudah kalau begitu selamat berbelanja kak' *Senyum*


*


*


*


"Hm"


"Apa lagi ya? apa aku beli dua puluh mie instan? atau lima saja?"


*Bingung*


"Ah ku rasa lima sudah cukup mie tidaklah begitu sehat lagian aku harus berhemat mulai sekarang"


"Aku beli susu juga, aku sudah lama tidak minum susu"


*Berbalik badan*


*Brakk*


"Eh maaf, maafkan saya, saya tidak melihat tadi maaf. Biar saya bantu"


'Ah tidak ini salah saya'


"Ini barang an.., eh?"


'Hah ternyata kamu hehe tidak masalah terima kasih sudah membantu'


"Ah iya tidak masalah sudah seharusnya"


'Tidak sangka bisa bertemu dengan mu di sini, kamu biasa berbelanja di sini ya?'


"Oh? Iya ya, ya saya biasa belanja di sini karen-"


*Tiba-tiba berhenti bicara*


"Tidak usah ku beritahu, jika ia tahu ia pasti akan sering datang" *Gumam dalam hati"


'Kenapa kamu berhenti bicara? apa ada masalah?'


"Tidak, tidak ada saya berbelanja di sini karena jaraknya lumayan dekat dari rumah"


'Oh begitu toh'


"...Iya"


"Kalau begitu saya deluan ya, saya sudah siap berbelanjanya"


'Oh iya iya silakan'


*


*


*


*


'Terima kasih Kak ini bill dan kembalian uangnya'


"Iya sama-sama"


*Di jalan*


"Kenapa aku bisa bertemu sama orang itu? Mungkin hanya kebetulan saja"


"Ya sudahlah tidak perlu di pikiran ayo pulang dan makan mie yang enak"


*


*


*


*Rumah...*


"Ayo mulai masak perut ku mulai berbunyi"


*Tak tak tak*


*Ctakk*


*Zresss zresss*


*


*


*


"Tadaa akhirnya siap juga, sepertinya rasanya lumayan enak, aku semakin tergiur untuk memakannya"


"Siapa pun yang melihatnya pasti ingin memakannya, mangkuknya penuh sekali ya ampun"


*Mangkuk mie yang di masak oleh Olive di penuhi dengan mie, sosis, telur, bakso dan sayur. Oh ya ampun itu terlihat sangat enak.*


"Aku tidak sabar lagi ayo sekarang kita makan, perut ku sudah bunyi"


*Nyam nyam nyam*


"Ahh ternyata benar rasanya enak kombinasi sayur, sosis, dan baksonya enak. Mari kita habiskan dengan cepat tidak perlu malu-malu di rumah sendiri"


*Olive makan dengan lahap dan tidak menyisahkan sedikit pun makanannya.*


"Hahhh puasnya, makan adalah hal yang paling menyenangkan"


"Sekarang apa? aku sudah berbelanja bahan makanan dan sudah makan, jam berapa ini?"


*Mengambil handphone*


"Sudah jam 14.00 tidak terasa, aku belajar sebentar saja untuk mengisi waktu luang yang membosankan"


*Fokus belajar*


*Tidak heran mengapa Olive sering sekali belajar saat waktu luang, karena ia sudah terbiasa rajin belajar. Karena hanya belajarlah satu-satunya cara agar ia bisa sukses.*


*Belajar sampai lupa waktu sudah kebiasaannya, karena saat ia kecil ia tidak memiliki teman yang bisa di ajak bermain.*


*Maka dari itu ia hanya menghabiskan waktu dan hari-hari untuk belajar dan belajar. Namun malangnya nasibnya nilai-nilai pelajaran yang ia dapat dari hasil kerja kerasnya sendiri masih tidak diakui oleh keluarganya.*


*Namun Olive tidak menghiraukan hal itu, ia hanya belajar dengan lebih giat lagi. Walaupun ia tahu kemampuannya itu tidak akan pernah diakui oleh keluarganya.*


*Olive hanya berpikir, yang ia lakukan sekarang adalah persiapan untuknya di masa depan bukan untuk keluarganya jadi ia selalu berpikir positif dan sabar.*


*


*


*


*Drtt drtt drtt*


"Eh?"


*Mengangkat panggilan masuk*


"Halo?"


~Kamu di mana?~


"Aku?, aku di rumah. Kenapa?"


~Ha? kenapa?. Apa kamu melupakan rencana kita hari ini?~


"Rencana hari ini?"


*Berusaha mengingat*


"Hmm apa ya?"


"Ah iya aku sudah ingat!"


"Oh ya ampun aku melupakannya, maafkan aku"


~Ya tidak masalah cepatlah aku akan menjemput mu sebentar lagi~


"Ya baiklah"


*Tutt*


"Jam berapa ini?"


"Ahh pantesan ia menelpon ku..."


"Lagi-lagi aku lupa waktu, ternyata sudah sore"


*Olive bersiap-siap untuk pergi*


*


*


*


"Sudah selesai tinggal ambil tas lalu berangkat"


*Bremen brem*


"Eh? sudah datang cepat sekali"


~Tok tok tok~


*Membuka pintu*


~Eh?~


"Ahh sudah datang saja, cepat sekali"


"Hei? ke..kenapa melihat seperti itu? aku sudah pernah bilang jangan pernah melihat ku seperti itu! ak..aku...aku kan jadi malu"


~Ah maaf, hari ini kamu cantik sekali~


*Wajah Olive memerah karena malu, ia berbicara dengan menundukkan kepalanya.*


"A..ap..apa...?" Apa yang kakak katakan?"


~Eh?~


*Tersadar kembali*


~Hehe tidak, tidak perlu di hiraukan ayo kita berangkat~


"Iya baiklah ayo"


"Ada apa dengan ku wajah ku tiba-tiba panas, dan jantung ku berdegup kencang sekali, seperti akan lepas" *Gumam dalam hati*


*Ngeng ngeng brum brum brem bremmm*


~Pegangangan yang erat~


"Baiklah"


*


*


*


_____________________________________________