The Story Of The Happy Ending Of Olive Life

The Story Of The Happy Ending Of Olive Life
Episode 5


~Itu tidaklah penting sekarang,yang terpenting sekarang adalah kondisi mu,apakah kamu bisa berjalan?.~


~Ji..jika kamu tidak bisa berjalan aku akan meng..menggendong mu jika kamu mau.~ *Malu-malu.*


"Hah?."


"Aku tidak apa-apa,to..tolong bantu aku berdiri."


"Aaaaa,ya ampun sakit sekali!."


~Apa yang terjadi kenapa kamu teriak?.~


"Kaki ku berdarah ba..banyak sekali darahnya."


~Ya Tuhan apa ini?aku tadi sudah bertanya pada mu apakah kamu baik-baik saja tapi kamu bilang tidak apa-apa,apa ini yang namanya tidak apa-apa?.~


~Eh...kamu menangis?maaf maafkan aku,aku tidak bermaksud memarahi mu.~


"Tidak,tidak apa-apa ini bukan salah mu ini salah ku."


~Hah..ya sudahlah itu tidak penting sekarang,ayo ke klinik dekat sini.~


~Pegangan yang kuat dan bertahanlah ini tidak akan lama.~


'Untung saja kamu cepat membawanya ke sini jika tidak infeksi akan terjadi pada kakinya karena sepertinya kakinya terluka oleh besi berkarat,karena ada bekas karat besi di lukanya.'


'Apa yang terjadi kenapa keadaan kalian berdua begitu kotor dan berantakan?.'


"... "


~Dokter teman ku ini baru saja di kejar-kejar oleh penjahat yang sudah menjadi buronan polisi sejak lama.~


~Ia berkelahi dan masih ketakutan,karena ia hampir di lecehkan oleh penjahat itu,tapi untunglah saya langsung datang dan ia tidak apa-apa.~


'Oh ya Tuhan apakah penjahat itu sudah di tangkap?aku merasa kasian kepada mu semoga kamu cepat sembuh.'


~Ya penjahatnya sudah di tangkap polisi.~


"Terima kasih dokter atas rasa perihatin dan doanya."


'Syukurlah kalau begitu,ya sama-sama kalau begitu saya permisi dulu anda bisa menebus obat ini,makanlah secara teratur dan istirahatlah yang banyak dengan begitu luka mu akan segera membaik.'


"Baik,terima kasih dokter."


~Aku akan menebus obatnya dan kembali ke kantin universitas untuk mengambil motor ku,apakah kamu bisa menunggu sebentar?.~


"Apa?ternyata kamu belum pulang dari universitas, kenapa kamu belum pulang?bukannya universitas sudah tutup."


~Oh itu tadi aku hanya membantu ibu kantin membeli stok makanan dan minuman yang habis makannya aku belum pulang.~


"Oh..."


~Yah,kalau begitu aku pergi dulu tunggulah sebentar aku tidak akan lama.~


"Ya baiklah hati-hati di jalan."


~Ok.~ *Senyum tipis.*


"Hah..ya sudahlah kepala ku sakit jika memikirkan ini,lebih baik aku tidur dulu nanti baru pikirkan lagi."


#Dia punya ku jangan ambil dia dari ku Olive jangan ambil dia Olive jangan Olive....#


"Tidakkkkkkkk."


~Ha apa yang terjadi kenapa kamu teriak?.~


"Hosh hos hosh,aku di mana apa yang terjadi?."


~Tenanglah kamu berada di klinik,aku tertidur karena menunggu mu bangun,mungkin kamu hanya bermimpi buruk tenanglah.~


"Ya mungkin itu benar aku hanya bermimpi buruk,tapi kenapa mimpi yang sama lagi?apa sebenarnya yang akan terjadi?." *Gumam dalam hati.*


~Sebentar lagi sudah pagi apakah kamu mau pulang sekarang atau menunggu fajar terbit?.~


"Kalau kamu tidak keberatan,aku ingin pulang sekarang karena pagi nanti aku harus ke universitas."


~Apa?kenapa kamu mau ke universitas?dokter sudah menyuruh mu untuk istirahat yang banyak.~


"Tapi aku juga harus belajar,belajar itu penting bukan?."


~Aku tahu itu,tapi kamu sedang sakit aku akan meminta izin untuk mu,aku harap kamu tidak membantah perkataan ku karena semua ini demi kesehatan mu.~


"Ha..., baiklah."


~Baiklah ayo aku akan memapah mu sampai ke depan.~


"Baiklah."


~Baiklah sudah sampai naiklah.~


"Hei apakah kamu sudah tidak waras?kaki ku sedang sakit motor mu begitu tinggi bagaimana cara ku untuk naik?apakah kamu ingin membunuh ku?."


~Oh iya juga kenapa aku bisa lupa kalau kamu sedang sakit ya.~


~Mmm ya sudah begini saja berdiri dan peganglah motor ku dengan tangan mu,lalu peganglah bahu ku dengan tangan yang satu lagi.~


~Angkatlah perlahan kaki mu naikan kaki mu yang tidak sakit terlebih dahulu lalu berdirilah di atas motor dan angkat kaki mu menggunakan tangan mu.~


~Apakah kamu bisa melakukannya?jika tidak aku akan panggil suster untuk membantu.~


"Ah tidak usah aku bisa."


~Baiklah,ayo lakukan.~


"Aaa sedikit lagi sudah hampir bisa."


~Ya baiklah aku akan bertahan.~


"Hah...akhirnya selesai,apakah bahu mu terasa sakit?."


~Ya sedikit,tapi tidak masalah.~


"Ahh maaf aku menekannya sangat kuat maafkan aku."


~Ahh tidak masalah,tapi tenaga mu kuat juga ya.~ *Senyum paksa,kesakitan.*


~Baiklah ayo sekarang kita berangkat, peganganlah.~


"Yah baiklah ayo."


_____________________________________________


Leho semuanya saya di sini ingin memberitahu kenapa saya dan si Olive manggil kak Ehsra itu kakak,pasti kalian ada yang kepokan iyakan?kalau ngak ya udah gak papa┬┬_┬┬. Nah jadi kenapa?karena ini itu ceritanya kak Ehsra ini umurnya 4 tahun lebih tua dari si Olivenya jadi sekalian saya juga manggil dia kakak biar lebih enak aja nyeritainnya,oteh gitu aja sih yang mau saya sampaikan semoga kalian terhibur dengan ceritanya,i love u hehe.


Jangan lupa vote and komen,thanks~