The Story Of The Happy Ending Of Olive Life

The Story Of The Happy Ending Of Olive Life
Episode 5


*Seperti kemarin setelah selesai jam pelajaran Olive pergi ke kantin untuk membeli choco drink yang tidak jadi ia beli kemarin karena kejadian itu.*


*Dan Olive pun bertemu lagi dengan kak Ehsra ia hanya memikirkan jawaban yang dingin jika kak Ehsra berbicara dan menanyakannya pertanyaan.*


*Seperti yang ia duga kak Ehsra langsung menanyakan sesuatu kepada Olive yang membuat Olive semakin bertambah kesal melihatnya.*


~Oh kamu datang lagi?apa nomor ku sudah kamu simpan?.~ *Senyum yang lembut.*


"Aku di sini untuk membeli sesuatu bukan untuk kamu introgasi,jika kamu mengganggu ku lagi aku tidak akan sungkan untuk melaporkan sikap mu ini kepada manejar dan pihak universitas."


"Dan jangan lupa aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan mu dan juga aku tidak mengenal diri mu,jagalah sikap mu yang konyol itu kamu hanya seorang kasir biasa jangan menganggap diri mu begitu sempurna dan istimewa!."


*Dingin dan suram.*


*Mendengar perkataan Olive yang begitu kejam dan dingin kak Ehsra menelan ludah dan mengedipkan matanya dua kali karena terkejut.*


~Ba..baiklah ka..kamu mau pesan apa?.~ *Kecewa.*


"Satu choco drink."


~Baik mohon tunggu sebentar.~


*Olive tidak perduli dengan kak Ehsra yang telah ia sakiti dengan perkataannya yang begitu kejam,karena Olive hanya mengingat masa lalu yang begitu menyakitkan yang pernah di lakukan kak Ehsra dan Tavia kepadanya.*


*


*


*


*


*


*


*


*


~Ini pesanannya.~


*Olive hanya mengulurkan tangannya untuk mengambil pesanannya dan membayarnya.*


~Terima kasih datanglah lagi.~ *Senyum paksa yang tidak di hargai.*


*Olive menuju taman untuk beristirahat sebentar,karena di taman sangatlah sejuk dan tenang itu cocok sekali untuk beristirahat.*


*


*


*


*Di taman universitas...*


"Hahh lagi-lagi aku berkata kasar tanpa alasan yang jelas,lagi pula dia selalu mengganggu ku."


"Ya sudahlah lagi pula nomornya telah ku simpan,itu sudah cukup untuk menghargai dirinya yang telah melukai ku dulu."


*Olive hanya membaca bukunya dan meminum choco drinknya dan itu membuat suasana hatinya lumayan membaik,karena rasa choco drink itu sangatlah enak choco cips yang begitu banyak dan whipe cream yang melimpah.*


*Seperti yang di sukainya minum manis saat mengisi waktu yang tenang...*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*Sepulang kerja....*


"Oh ya ampun hari ini begitu melelahkan di minimarket kenapa pembelinya begitu banyak sampai aku pusing melayani mereka╥﹏╥."


"Ya sudahlah lagi pula ini untuk diriku sendiri aku harus tetap bersabar dan semangat."


#Tap tap tap...#


"Ha!si..siapa di sana?!ke..kenapa aku merasa ada yang mengikuti ku,lebih baik aku lari saja."


*Berbalik dan bersiap untuk lari.*


"Aaaaaaaaaaa."


*Gubrakkkk.*


"Si..siapa kamu kenapa kamu menghalangi jalan ku?!ce..cepat menyingkir atau aku akan teriak!."


#Hehe hehe.#


"Si..siapa kamu jika kamu tidak menjawab aku akan segera berteriak dan menelpon polisi!."


*Orang asing tersebut memajukan wajahnya dan menarik/menjambak rambut Olive.*


"Aaaaaaa,apa yang kamu lakukan,berengsek tidak waras cepat lepaskan rambut ku."


#Hihi hihi,apa kamu pikir aku akan takut dengan ancaman mu?berteriaklah sepuas mu pada akhirnya tidak akan ada yang mendengar mu!#


#Ayo cepat ikut aku,aku akan lembut kepada mu menurutlah.#


"Dasar orang gila berengsek tidak waras,aku tidak mau lepaskan aku aaaaa!."


*Olive ingat ia mempunyai gunting di tasnya,ia meraba-raba mencarinya dan akhirnya ketemu.*


"Ketemu!matilah kamu laki-laki berengsek!."


*Zleb!Olive menusukkan gunting tersebut ke punggung orang asing tersebut,orang itu kesakitan dan melepaskan rambut Olive,dan Olive pun lari dengan cepat dan panik.*


"Hah hah hah,apa-apaan ini kenapa aku begitu sial hari ini."


*Olive mengambil handphonenya dan asal menekan nomor,ia tidak tahu nomor siapa yang ia tekan karena sangat panik dan ketakutan.*


"Ha..halo to..tolong aku,aku di kejar-kejar orang tidak waras,ia mau menangkap dan membawa ku bersamanya,to..tolong aku aku sangat takut."


~Di mana kamu sekarang aku akan datang dengan cepat?!.~


"A..aku ada di jalan xxx no xx,to..tolong cepat sedikit sepertinya orang itu masih mengejar ku."


~Bertahanlah aku segera datang.~


*Tuttt,telpon terputus Olive mencari cara untuk bersembunyi.*


"A..aku harus mencari tempat bersembunyi,ah ketemu aku bersembunyi di sini saja ku rasa ini akan aman untuk sementara."


*Olive bersembunyi di rumah kosong yang terbengkalai,namun ia tidak tahu kalau penjahat tadi sering berada di rumah itu.*


#Hei gadis kecil!aku tahu kamu berada di sini keluarlah dan temani aku,aku akan lembut kepada mu aku berjanji.#


*Olive menutup mulutnya rapat-rapat agar suara tangisnya tidak kedengaran.*


#Aku akan menghitung sampai tiga jika kamu tidak keluar jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar kepadamu!.#


#Aku akan mulai.#


#Satu.....#


*


*


*


#Dua.......#


*


*


*


#Ti


*Tlililing tlililing...*


"Oh ya ampun habislah aku kenapa handphone ini berbunyi,ha..halo..."


#Waaaa ketemu juga akhirnya


"Aaa lepaskan aku berengsek!."


~Halo halo kamu ada di mana aku akan segera datang aku sudah sampai di jalan xxx no xx,kamu ada di mana?apa yang terjadi?.~


"Tolong aku,aku berada di rumah kosong yang berada di jalan itu cepatlah orang tidak waras ini menarik tangan ku aaaaa."


#Apa yang kamu lakukan aku sudah mengatakan jangan lari tapi kamu lari,dan sekarang kamu menelpon orang untuk menolong mu?jangan mimpi.#


*Dengan paksa penjahat tersebut menarik lengan baju Olive dan merobeknya.*


"Aaaaaa!apa yang kamu lakukan lepaskan aku!."


#Aku tidak akan melepaskan mu sebelum mencicipi diri mu terlebih dahulu.#


*Penjahat itu ingin mencium leher Olive tetapi ia langsung tersungkur karena...*


~Hentikan dasar laki-laki berengsek, sialan beraninya kamu menggangunya akan ku hajar kamu sampai mampus.~


*Buk buk buk buk.*


~Hah hah apa kamu puas?.~


*Mengeluarkan handphone.* ~Halo polisi.~


*Ninuuu ninuuu ninuuu.*


'Terima kasih atas kerja samanya pak,kalian telah berhasil menangkap penjahat buronan kami,ia sudah menjadi buronan karena meresahkan penduduk di sini karena ia sering melecehkan para gadis di sini,sekali lagi kami dari kepolisian berterima kasih kepada anda,selamat malam.'


*Ninuuuuu ninuuuu ninuuuu,para polisi pun pergi membawa penjahat tersebut.*


~Oh ya ampun!aku melupakan gadis itu di mana dia sekarang?mungkin dia ketakutan dan masih di rumah itu aku akan mencarinya.~


~Hei kamu ada di mana keluarlah semua sudah aman.~


*Laki-laki itu tidak tahu gadis yang sudah di tolongnya adalah Olive.*


~Kamu?!~


*Olive hanya mendangakkan kepalanya dan melihat laki-laki yang telah menyelamatkannya,dan dia terkejut.*


"Ha ka.."


"~kamu~."


*Serentak.*


~Aku tidak tahu kalau yang menelpon ku adalah kamu,apakah kamu baik-baik saja,oh ya ampun lengan mu telah robek kamu pasti kedinginan,tunggu sebentar.~


*Membuka jaketnya dan memberikannya kepada Olive,Olive tersentak dan terkejut karena yang menyelamatkan dirinya adalah orang yang telah ia   maki tadi pagi,dan itu adalah kak Ehsra.*


*Olive merasa malu dan hanya menundukkan kepalanya dan menangis.*


~Kenapa kamu menangis?penjahat itu sudah tidak ada ayo aku antar kamu pulang.~


~Apakah kamu masih ketakutan?maafkan aku sudah datang terlambat.~


"Ke..kenapa kamu minta maaf?kenapa kamu tetap baik kepada ku,aku sudah memaki mu tadi pagi kenapa kamu tetap bersikap baik kepada ku?." *Tanya Olive sambil menangis."


*Kak Ehsra tidak menghiraukan pertanyaan Olive,ia hanya menanyakan pertanyaannya tadi.*


~Itu tidaklah penting sekarang,yang terpenting sekarang adalah kondisi mu,apakah kamu bisa berjalan?.~


"Hah?."


"Aku tidak apa-apa,to..tolong bantu aku berdiri."


*Olive mengulurkan tangannya dan kak Ehsra memegang tangannya namun tanpa di sadari Olive, kakinya terluka karena berkelahi dengan penjahat tadi,dan luka itu lumayan serius.*


"Aaaaa,ya ampun sakit sekali!."


~Apa yang terjadi kenapa kamu teriak?.~


"Kaki ku berdarah ba..banyak sekali darahnya."


~Ya Tuhan apa ini?aku tadi sudah bertanya pada mu apakah kamu baik-baik saja tapi kamu bilang tidak apa-apa,apa ini yang namanya tidak apa-apa?.~


*Kak Ehsra memarahi Olive tanpa sadar,Olive yang masih ketakutan hanya bisa menangis.*


*Hiks hiks...*


~Eh...kamu menangis?maaf maafkan aku,aku tidak bermaksud memarahi mu.~


"Tidak,tidak apa-apa ini bukan salah mu ini salah ku."


~Hah..ya sudahlah itu tidak penting sekarang,ayo ke klinik dekat sini.~


*Tanpa pikir panjang kak Ehsra langsung menggendong dan membawa Olive ke klinik terdekat.*


~Pegangan yang kuat dan bertahanlah ini tidak akan lama.~


*


*


*


*


*


*


*


*


*Klinik...*


'Untung saja kamu cepat membawanya ke sini jika tidak infeksi akan terjadi pada kakinya karena sepertinya kakinya terluka oleh besi berkarat,karena ada bekas karat besi di lukanya.'


'Apa yang terjadi kenapa keadaan kalian berdua begitu kotor dan berantakan?.'


"... "


~Dokter teman ku ini baru saja di kejar-kejar oleh penjahat yang sudah menjadi buronan polisi sejak lama.~


~Ia berkelahi dan masih ketakutan,karena ia hampir di lecehkan oleh penjahat itu,tapi untunglah saya langsung datang dan ia tidak apa-apa.~


'Oh ya Tuhan apakah penjahat itu sudah di tangkap?aku merasa kasian kepada mu semoga kamu cepat sembuh.'


~Ya penjahatnya sudah di tangkap polisi.~


"Terima kasih dokter atas rasa perihatin dan doanya."


'Syukurlah kalau begitu,ya sama-sama kalau begitu saya permisi dulu anda bisa menebus obat ini,makanlah secara teratur dan istirahatlah yang banyak dengan begitu luka mu akan segera membaik.'


"Baik,terima kasih dokter."


~Aku akan menebus obatnya dan kembali ke kantin universitas untuk mengambil motor ku,apakah kamu bisa menunggu sebentar?.~


"Apa?ternyata kamu belum pulang dari universitas, kenapa kamu belum pulang?bukannya universitas sudah tutup."


~Oh itu tadi aku hanya membantu ibu kantin membeli stok makanan dan minuman yang habis makannya aku belum pulang.~


"Oh..."


~Yah,kalau begitu aku pergi dulu tunggulah sebentar aku tidak akan lama.~


"Ya baiklah hati-hati di jalan."


~Ok.~ *Senyum tipis.*


*Olive menoleh ke arah kak Ehsra yang telah pergi, ia berpikir lagi kenapa kak Ehsra begitu baik kepadanya walau pun ia sudah memakinya tadi pagi.*


"Hah..ya sudahlah kepala ku sakit jika memikirkan ini,lebih baik aku tidur dulu nanti baru pikirkan lagi."


*Olive pun tertidur.*


*


*


*


*


*


*


#Dia punya ku jangan ambil dia dari ku Olive jangan ambil dia Olive jangan Olive....#


"Tidakkkkkkkk."


~Ha apa yang terjadi kenapa kamu teriak?.~


"Hosh hos hosh,aku di mana apa yang terjadi?."


~Tenanglah kamu berada di klinik,aku tertidur karena menunggu mu bangun,mungkin kamu hanya bermimpi buruk tenanglah.~


"Ya mungkin itu benar aku hanya bermimpi buruk,tapi kenapa mimpi yang sama lagi?apa sebenarnya yang akan terjadi?." *Gumam dalam hati.*


~Sebentar lagi sudah pagi apakah kamu mau pulang sekarang atau menunggu fajar terbit?.~


"Kalau kamu tidak keberatan,aku ingin pulang sekarang karena pagi nanti aku harus ke universitas."


~Apa?kenapa kamu mau ke universitas?dokter sudah menyuruh mu untuk istirahat yang banyak.~


"Tapi aku juga harus belajar,belajar itu penting bukan?."


~Aku tahu itu,tapi kamu sedang sakit aku akan meminta izin untuk mu,aku harap kamu tidak membantah perkataan ku karena semua ini demi kesehatan mu.~


"Ha..., baiklah."


~Baiklah ayo aku akan memapah mu sampai ke depan.~


"Baiklah."


*Mengulurkan tangan dan berjalan perlahan-lahan.*


*


*


*


*


*


*


*


*


~Baiklah sudah sampai naiklah.~


"Hei apakah kamu sudah tidak waras?kaki ku sedang sakit motor mu begitu tinggi bagaimana cara ku untuk naik?apakah kamu ingin membunuh ku?."


~Oh iya juga kenapa aku bisa lupa kalau kamu sedang sakit ya.~


~Mmm ya sudah begini saja berdiri dan peganglah motor ku dengan tangan mu,lalu peganglah bahu ku dengan tangan yang satu lagi.~


~Angkatlah perlahan kaki mu naikan kaki mu yang tidak sakit terlebih dahulu lalu berdirilah di atas motor dan angkat kaki mu menggunakan tangan mu.~


~Apakah kamu bisa melakukannya?jika tidak aku akan panggil suster untuk membantu.~


"Ah tidak usah aku bisa."


~Baiklah,ayo lakukan.~


*Beberapa menit kemudian..*


"Aaa sedikit lagi sudah hampir bisa."


~Ya baiklah aku akan bertahan.~


*Brekk.*


"Hah...akhirnya selesai,apakah bahu mu terasa sakit?."


~Ya sedikit,tapi tidak masalah.~


"Ahh maaf aku menekannya sangat kuat maafkan aku."


~Ahh tidak masalah,tapi tenaga mu kuat juga ya.~ *Senyum paksa,kesakitan.*


~Baiklah ayo sekarang kita berangkat, peganganlah.~


"Yah baiklah ayo."


*Brum brum ngeng ngeng brummmmm.*


*Setelah selesai membersihkan perban perut Olive bunyi karena lapar.*


*Kriuk kruk kruk.*


"Eh perut ku bunyi, oh iya aku belum makan dari semalam. Apa yang bisa ku makan ya?hanya ada mie instan dan telur di rumah."


"Ya sudahlah mau bagaimana lagi aku makan itu saja dari pada aku kelaparan."


*Menuju dapur untuk memasak mie.*


*


*


*


*


*


*


*


*


*Selesai memasak mie Olive menuju ruang tamu duduk di kursi dan memakan mie.*


"Nyam nyam nyam."


"Eh mienya enak sekali, apa karena aku yang masak dan aku juga yang makan?tapi ini benar-benar enak."


"Ya baiklah ayo kita habiskan."


*Makan dengan lahap tanpa sisa.*


*


*


*


*


*


_____________________________________________