
*Skip time
*Setelah selesai makan mereka berdua pulang, seperti biasa kak Ehsra mengantar Olive dan setelah itu ia pulang.*
*
*
*
*Besok paginya seperti biasa Olive melakukan kegiatannya seperti biasa, dan setelah sampai di universitas Olive langsung menemui pak AT.*
*Ia menemui pak AT di ruangannya, namun pak AT belum sampai di universitas. Olive menunggunya di ruangannya.*
*Ceklek
*Brakk
"Kamu sudah lama menunggu?"
"Ah...tidak"
"Duduklah"
*Olive duduk kembali di kursinya pak AT duduk di depan Olive melihat Olive dengan serius seperti singa yang siap menerkam mangsanya.*
*Glek
"A..ak...aku..."
"Kamu sudah memikirkannya?"
"I..iya sudah"
"Lalu? bagaimana?"
"Aku setuju, aku mau menjadi asisten bapak"
"Oh benarkah?"
"Iya pak"
"Baiklah kalau kamu sudah setuju"
*Pak AT mengambil sebuah berkas dan memberikan berkas itu pada Olive.*
"Ini kontraknya tanda tangan lah di sini, kamu bisa membaca kontraknya terlebih dulu agar tidak ada kesal pahaman di masa depan nanti"
"Iya...baiklah"
*Olive membaca semua isi kontraknya, tidak ada yang salah di dalam kontraknya iya langsung menanda tangani kontraknya.*
*Setelah itu Olive memberikan kontraknya pada pak AT mereka berdua berjabat tangan sebagia tanda kerja sama mereka.*
"Hari ini kelas mu ada berapa?" Tanya pak AT
"Hanya dua" Jawab Olive
"Baiklah kami bisa datang ke sini lagi setelah kelas mu selesai, aku ada kelas siang sampai malam nanti"
"Ah...? ba-baiklah"
*Olive pergi meninggalkan ruangan pak AT, ia kembali ke kelasnya.*
"Apa tindakan ku tidak salah memilihnya? Ha...tidak akan ada yang tahu pada akhirnya...." Gumamnya
*
*
*
*Setelah Olive selesai kelas ia langsung menemui pak AT, pak AT langsung mengajak Olive masuk kelasnya hari ini. Pak AT memperkenalkan Olive kepada muridnya.*
*Ia mengatakan mulai hari ini Olive akan menjadi asistennya, Olive memperkenalkan dirinya dengan sopan namun ada murid perempuan yang tidak suka melihatnya.*
*Itu tidak aneh di semua tempat pasti ada hal yang seperti ini, Olive melihat murid perempuan yang tidak suka melihatnya lalu memalingkan wajahnya kembali. Ia tidak perduli apakah ia di sukai atau tidak karena ia di sini hanya mencari uang untuk hidup bukan untuk di sukai semua orang.*
"Baiklah semuanya kita mulai pelajaran hari ini saya akan mulai menerangkan pelajaran selanjutnya perhatikan dengan baik"
Baik pak, baik pak (Jawab semua murid bersamaan)
"Kamu bisa memulai pekerjaan mu sebagai asisten, tulis lah ini di papan tulis itu. Ini materi untuk para murid, ini sama pentingnya"
"Oh..baiklah" Jawab Olive
*Olive mulai menulis namun karena di hari pertama ia merasa gugup tangannya bergetar-getar, sembari menjelaskan sesekali pak AT melihat Olive yang gemetaran.*
"Tenang lah Olive kau hanya di suruh menulis tenang tarik nafas dan tenanglah" Gumamnya
*Olive berusah tenang dan melanjutkan tulisannya sampai selesai, ia selesai menuliskan semua materi dan pak AT juga selesai menjelaskan kepada muridnya.*
"Baiklah semuanya saya harap kalian mengerti apa yang saya jelaskan dan kalian bisa menulis di buku kalian materi ini"
*Pak AT berdiri dari tempat duduknya dan melihat tulisan Olive.*
"Lumayan tidak buruk, tulisan mu lumayan rapi dan bagus. Namun lain kali jangan Bergelombang murid ku bisa tidak mengerti"
"Belajarlah mengontrol emosi saat mengajar di depan murid banyak, emosi yang berlebihan tidaklah bagus"
"Ba-baiklah lah pak maaf saya akan berusaha lebih lagi nantinya" Jawab Olive
"Ya sudahlah, apakah kamu membawa laptop mu?"
"Iya..."
"Tolong buatkan sebuah pidato promosi makanan, jika hasilnya memuaskan aku akan menambah nilai mu anggap lah itu tugas tambahan mu"
"Baik Pak"
"Baiklah aku permisi sebentar kamu bisa duduk di sebelah meja ku"
"Baik pak" Jawab Olive
*Pak AT pergi keluar entah apa yang ingin ia lakukan, Olive tidak mempertanyakan hal itu. Olive duduk dan mulai membuat pidatonya, ia tidak menghiraukan apa pun hanya fokus pada pidatonya.*
*Olive mulai mengetik pidato, murid lain memperhatikannya dengan sinis. Sesekali Olive melirik dan melihat ke arah para murid namun ia masih tidak menghiraukannya.*
Tap tap tap
"Jadi kau asisten pak AT?!" Meremehkan
*Olive melihat murid yang menghampirinya dengan pandangan kosong dan acuh tak acuh. Lalu ia memalingkan kembali pandangannya dan tidak memperdulikan murid itu.*
"Hei!"
"Apa kau dengar?! kenapa tidak menjawab?! apa kau tidak bisa bicara?!"
Drettt
"Huft..."
*Olive mendorong kursinya dengan kakinya ia berdiri menghela nafas dan melihat murid tersebut dengan pandangan tidak perduli.*
"Kamu...? ha...sudahlah kembali lah ke tempat duduk mu, aku tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab pertanyaan konyol mu itu"
Drettt
*Olive menarik kembali kursinya dan duduk, melihat sikap Olive yang tidak memperdulikan perkataannya murid itu merasa kesal dan memukul meja Olive dengan kedua tangannya.*
Brakkk
"Apakah kau sengaja mencari masalah dengan ku?! orang kecil sombong seperti mu tidak pantas menjadi asisten pak AT! apa kau tidak punya cermin di rumah mu?! atau kau juga tidak punya rumah?!" Meremehkan
"Ada apa dengannya? apa yang telah ku lakukan padanya? kenapa ia sangat kesal pada ku?" Batin Olive
"Maaf jika aku sudah menyinggung mu tapi aku tidak tahu kesalahan apa yang telah ku lakukan pada mu. Aku tidak mengenal mu kamu juga begitu, aku baru di kelas ini tapi kenapa sikap mu pada ku sedikit keterlaluan?"
"Ha?! kenapa kau bilang?!" Jawab murid itu
"Heh! aku tidak suka kau berada di kelas ini dan menjadi asisten pak AT karena orang seperti mu hanya ingin menjebak pria kaya dan menikmati kekayaannya"
"Maaf tapi kata-kata mu sudah kelewatan! aku tidak pernah berpikir seperti itu! aku bekerja menjadi asisten pak AT hanya untuk mencari uang untuk hidup ku tidak lebih dari itu!" Jawab Olive dengan tegas
"Cih! kau tidak perlu berpura-pura perempuan j*l*ng seperti itu sudah sering ku temui!" Semakin mencaci
"Apa?! beraninya kamu menghina orang yang bahkan tidak kamu kenal! di mana sopan santun mu?!" Jawab Olive
*Keadaan semakin panas Olive mulai kesal mendengar perkataan murid itu, wajah Olive memerah karena marah.*
"Apa kau tahu kau itu penyebab semua masalah ini?! kau hanya pere—"
"Ada apa ini? Alice? kenapa kamu mengganggu asisten saya?"
"Ck kau beruntung kali ini dan tidak ada lain waktu kau tunggu lah aku akan membuat perhitungan pada mu sehingga mendengar nama ku saja kau sudah lari ketakutan!"
"Ingat lah ini peringatan dari ku, dari Alice Reinalan!" Membisikan di telinga Olive
"Saya tanya sekali lagi ada apa ini? kenapa kamu berdiri di si Alice?! " Ujar pak AT
"Hehe tidak ada kak aku hanya bertanya pada asisten mu soal yang tidak ku mengerti" Senyum palsu
"Aishh, sudah berapa kali saya katakan panggil aku pak jika berada di kelas!" Ujar pak AT
"Hehe baiklah baiklah akan aku ingat, aku akan kembali duduk hehe" Senyum palsu yang kedua
"Jadi namanya Alice...tapi kenapa ia memanggil pak AT dengan sebutan kak? apa itu adik pak AT?"
"Kamu...?"
"Hei?"
"Hei?! Olive...?! kamu dengar saya?"
"Ah...iya maaf pak"
"Apa yang sedang kamu lamunkan?"
"Ah...tidak, tidak ada. Maafkan saya"
"Sudah lah...bagaimana dengan pidatonya? apa sudah selesai kamu kerjakan?"
"Oh? be-belum saya masih mengerjakannya"
"Baiklah, ayo!"
"Ha?"
"Waktu saya mengajar di kelas ini sudah selesai, ayo ikut saya. Saya masih ada pertemuan dengan orang penting"
"Pidato...pidatonya?"
"Nanti saja kamu kerjakan di rumah mu, kita ada pertemuan dengan orang penting ia mengundang untuk makan malam bersama kemungkinan kita akan pulang malam, apakah kamu keberatan?"
"Eh? tidak saya tidak keberatan"
*Pak AT dan Olive pergi menemui rekan kerja penting pak AT, mereka pergi meninggalkan universitas. Alice yang masih merasa kesal pada Olive tanpa alasan yang jelas, di samping itu kak Ehsra yang melihat Olive berjalan keluar universitas bersama pak AT merasa cemburu.*
*Kak Ehsra tidak melarang dengan siapa dan pada siapa saja Olive bisa berhubungan namun jika pada pak AT kak Ehsra ingin sekali melarangnya namun ia tidak bisa melakukannya entah kenapa ia seperti itu dan entah apa yang membuatnya tidak suka melihat pak AT.*
*
*
*
*
*
*
*
*
Restoran maireir
"Kita sudah sampai" Ujar pak AT
"Ini tempatnya? sangat bagus restoran yang mewah" Jawab Olive
"Kenapa begitu terkejut? ini hanya restoran biasa"
"Oh benarkah? ya tetap saja kelihatan mewah..."
"Hehe, ya sudah ayo masuk mungkin orangnya sudah di dalam" Ujar pak AT
"Ya baiklah..."
________________________________________________