The Story Of The Happy Ending Of Olive Life

The Story Of The Happy Ending Of Olive Life
Episode 13


"Duduklah aku ke dapur dulu dan membuat teh"


~...~ *Duduk*


*


*


*


*


*


*


"Ini tehnya, selamat menikmati"


~Terima kasih ya~


"Apa kakak sudah makan?"


~Sudah, tadi aku makan di kantin sebelum pulang, kamu makanlah~


"Oh sudah toh baguslah"


*Membuka bungkusan burger dan choco drink.*


*Tringgg tringgg*


"Eh? siapa malam-malam menelpon?"


"Eh ini orang rumah, aku ke kamar mengangkat telepon sebentar tidak masalahkan?"


~Iya tidak masalah angkatlah~


*Pergi menuju kamar*


*


*


*


*


*


"Halo?"


#Halo, apa kamu baik-baik saja di sana?#


"Iya aku baik-baik saja bu, bagaimana dengan kabar ibu dan yang lain?"


#Kami baik-baik saja di sini#


"Syukurlah"


#Olive...sebenarnya ibu ingin mengatakan sesuatu pada mu#


"Katakanlah bu tidak usah sungkan"


#Jadi begini, kakak mu ingin menikah tapi uang yang di perlukan masih kurang, apakah kamu bisa membantu kami menambah uang untuk pernikahan kakak mu?#


"...."


"Sudah kuduga satu-satunya alasan mereka menelpon ku hanya untuk memperoleh sesuatu, perhatian mereka kepada ku itu hanya sebuah topeng untuk menutupi kebusukan mereka" *Gumam dalam hati*


#Olive apakah kamu mendengarkan ibu?#


"Ya aku mendengarkan mu, tapi aku..."


#Olive jangan katakan jika kamu tidak bisa membantu kami, ini pertama kalinya aku meminta sesuatu dari mu#


#Dari bayi sampai tamat sekolah aku tidak pernah meminta apa pun dari mu, apakah kamu tidak ingin membantu ku dan kakak mu?!#


#Kenapa kamu selalu bersikap egois Olive? apakah perlakuan ku selama ini tidak cukup untuk mu? sampai keluarga kita di cemoh hanya karena diri mu yang bodoh itu#


#Apakah kamu tidak bisa membalas budi kepada kami? walau hanya sekali? aku tidak meminta banyak dari mu tapi kamu tidak pernah menurut pada ku#


#Apakah saat ini bukannya waktu yang tepat untuk membalas budi kepada kami? selama beberapa tahun kami menderita hanya karena diri mu, kami dihina orang-orang sekitar hanya karena diri mu tidak sama dengan kakak mu#


#Memang wajah mu lebih cantik dari kakak mu tapi itu tidak cukup untuk mendapatkan pujian kalau diri mu itu pintar#


#Apakah kamu tidak bisa membantu kami sekali ini saja?#


*Tes tes*


*Air mata Olive jatuh, Olive sangat lemah jika mendengar ibunya menghina ia, ia tidak sanggung menahannya.*


"Bu..."


"Berapa yang kalian butuhkan?"


#Hahh kamu ini di marahi dulu baru sadar, tidak banyak kami hanya perlu 6 juta#


#Uangnya harus ada sebulan kemudian kamu dengar?#


*Tuttt*


*Terjatuh dan terduduk di tempat tidurnya.*


*Hiks hiks*


"..."


*Snif snif*


"Hahh ya tuhan, aku membenci ibu ku sendiri maafkanlah diri ku ini"


*Snif snif*


*Menghapus air matanya dan keluar menuju kamar mandi.*


*Olive menyuci wajahnya agar wajahnya tidak terlihat habis menangis di depan kak Ehsra.*


*


*


*


~Kenapa kamu menyuci wajah mu?~


"Tidak bukan apa-apa aku hanya merasa wajah ku kotor, jadi aku menyucinya"


~Oh begitu ya~


~Aku tidak yakin itu hanya karena wajahnya kotor, matanya merah seperti baru menangis. Apakah orang rumahnya memarahinya? aku hanya bisa diam itu privasinya sebaiknya aku tidak ikut campur~ *Gumam dalam hati


~Kalau begitu makanlah kamu pasti lapar~


"Iya aku makan ya, terima kasih"


~Tidak perlu selalu berterima kasih, aku selalu senang melakukannya~


"..."


*Memegang burger dan memakannya.*


*Nyam nyam*


*Minum choco drink.*


*Srupp srupp*


*Nyam nyam*


"Oh ya ampun enak sekali, kenapa ia selalu tahu apa yang ku suka, mood ku jadi lebih membaik karena bisa makan makanan kesukaan ku"


*Olive makan dengan bahagia walaupun tadi ia bersedih namun karena ia makan makanan kesukaan keadaannya jauh lebih baik.*


*Olive tersenyum bahagia dan menikmati burgernya, kak Ehsra merasa senang melihat wajah Olive yang sudah membaik lagi.*


~Hm aku sudah tahu kalau makanan kesukaannya belumlah berubah, mulai aku kenal dengannya ia selalu suka makan burger dan minum choco drink~ *Gumam dalam hati*


~Dan aku tidak salah makanan kesukaan belum berubah, dan sekarang wajahnya sangat bahagia aku akan selalu berusaha membuat mu bahagia walaupun dengan hal yang sederhana~ *Gumam dalam hati dan merasa bangga*


*


*


*


*


*


*


*


*


'Huhuhu kenapa kamu jadi begini, apa yang kamu lakukan kenapa kamu pulang dalam keadaan begini huhuhu'


"Eh apa yang terjadi? siapa yang menangis?"


~Aku tidak tahu ayo kita lihat keluar~


*


*


*


___________________________________________


Siapakah yang menangis tiba-tiba? Nantikan terus cerita selanjutnya.


Jangan lupa save, vote, and comen


Terimakasih para reader🙂🙏